<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668</id><updated>2011-09-05T00:33:08.821+07:00</updated><category term='Gunung Merapi'/><category term='Wangwung Perkusi'/><category term='Djarum'/><category term='Walikota Salatiga'/><category term='universitas kristen satya wacana'/><category term='Carnival'/><category term='Muntilan'/><category term='homoseksual'/><category term='festival mata air 2010'/><category term='Cantik'/><category term='Jember'/><category term='HIV/AIDS'/><category term='human rights'/><category term='Gay Pride'/><category term='satya wacana carnival'/><category term='Pria'/><category term='Gay'/><category term='Jurnalistik'/><category term='bantuan bencana'/><category term='Klaten'/><category term='Jawa Timur'/><category term='PPS'/><category term='Merapi Meletus'/><category term='Lowongan Pekerjaan'/><category term='Indonesia Bubar'/><category term='Tenaga Kerja'/><category term='Amerika'/><category term='HIV +. Walikota'/><category term='President Directur SCC'/><category term='A Jihad For Love'/><category term='Elshadday Creative Ministry'/><category term='Q FIlm Festival Solo'/><category term='Dukung'/><category term='Yogyakarta'/><category term='Jogja Java Carnival 2009'/><category term='world culture fashion carnival'/><category term='Jember Fashion Carnaval'/><category term='Elshadday Orchestra'/><category term='gigolo'/><category term='Lelaki Jual Diri'/><category term='Kompas'/><category term='presiden'/><category term='Juara II'/><category term='koreografer'/><category term='GBI keluarga Allah'/><category term='JFC 8'/><category term='Theodurus.'/><category term='Kraton'/><category term='Studi'/><category term='Mempesona'/><category term='Magelang'/><category term='ARV'/><category term='Bencana'/><category term='World Fashion Carnival'/><category term='Karnaval'/><category term='Jogja'/><category term='Solo'/><category term='kekerasan'/><category term='eksplosif'/><category term='Pariwisata 2011'/><category term='pendidikan'/><category term='Program'/><category term='Lingkungan'/><category term='remaja'/><category term='Kirab'/><category term='Tentara Gay'/><category term='Ragowo'/><category term='Duka'/><category term='pelacur'/><category term='SCC'/><category term='KPAP'/><category term='Menciut'/><category term='JFC'/><category term='Wolrd Fashion Carnival'/><category term='Garin Nugroho'/><category term='PULSE'/><category term='BIBASARI'/><category term='Penis'/><category term='Banci'/><category term='satya wacana carnival 2010'/><category term='Jogja Java Carnival 2010'/><category term='Dosa'/><category term='Waria'/><category term='MRAN 2008. Yayasan GESSANG'/><category term='Batik'/><category term='L-Men'/><category term='Salatiga Carnival Center'/><category term='theodurus gary natanael'/><category term='Tsunami'/><category term='CMCB'/><category term='Padang'/><category term='Lesbian'/><category term='California'/><category term='KPAN'/><category term='Orang Tua'/><category term='Theodurus'/><category term='Event November 2011'/><category term='Aids'/><category term='UKSW'/><category term='Sosok Hantu'/><category term='Pelecehan Seksual'/><category term='Tuna Rungu.'/><category term='Beasiswa'/><category term='FMA'/><category term='Sumatera'/><category term='Gemuk'/><category term='Mbah Maridjan'/><category term='Boyolali'/><category term='Berdoa'/><category term='HIMASOS'/><category term='FFI'/><category term='Diskusi'/><category term='Centre'/><category term='Solo Batik Carnival'/><category term='Mentawai'/><category term='gebyar budaya indonesia'/><category term='Salatiga'/><category term='Fashion Carnival'/><title type='text'>STEVANUS THEODURUS GARY NATANAEL</title><subtitle type='html'>Aktivis Lesbian, Gay, Bisek, Transgender ; Aktivis HIV/AIDS ; Voice of Satya Wacana Christian University ; Petugas Lapangan Yayasan GESSANG untuk Kota Salatiga ; UKSW - FISIPOL - Komunikasi 2006 ; Program Manager SEMUT Production - President Directur Salatiga Carnival Center</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>228</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1531780087664645293</id><published>2011-09-03T07:43:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T07:46:07.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karnaval'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gebyar budaya indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salatiga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UKSW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fashion Carnival'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event November 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satya wacana carnival'/><title type='text'>Press Release Pagelaran Kolosal Fashion 3 Generasi, 3 Dekade, dan 3 Budaya dalam 3 tahun SWC berkarya</title><content type='html'>Satya Wacana Carnival 3th &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Tahun Ketiga “Satya Wacana Carnival”, yang akan di gelar pada tanggal10 – 11 November 2011 di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga-Jawa Tengah-Indonesia. Dan Kota Pertama di Indonesia yang mengadakan fashion carnival yang dikemas dalam suasana indoor dan konsep pagelaran kolosal. Disaksikan oleh ratusan penonton yang memadati area catwalk. Ratusan fotografer dan Media Nasional maupun Asing akan hadir meliput event ini. Pendiri, Konseptor, dan juga penggagas karnaval fashion pertama di kota Salatiga juga merupakan pendiri dari Satya Wacana Carnival Council adalah Theodurus Gary Natanael. Diikuti 300 peserta karnaval dengan 300 costume, 300 hairdresser dan 300 make up, yang di rancang secara Unik, Amazing, fantastik dan spektakuler serta ilustrasi musik dan koreografi yang apik dengan tema utama "Spotlight of Salatiga". Merupakan kompetisi fashion yang paling komplit, gratis serta tanpa syarat di Kota Salatiga, hanya di Satya Wacana Carnival. Tema yang akan disajikan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The beauty of Goddess – Inspirasi yang berasal dari dewi-dewi jawa yang telah melegenda kecantikan dan keelokan parasnya. Demikian juga mencerminkan keanggunan, keindahan dan pesona luar biasa  yang tersimpan di pulau jawa. Keindahan berbagai budaya yang berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Spirit of Dayak - Terinspirasi oleh keindahan tari tradisional dari kalimantan, tari Dayak dengan gerakan yang eksotik dan memukau. Lewat gerakan para penari Dayak yang diiringi dengan tetabuhan yang khas, unsur ritmis yang berpadu serasi menjadi sebuah seni penuh makna. Dayak menjadi satu persembahan yang luar biasa untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go Green - Terinspirasi dari Hutan Sumatera dan Merak kasmaran. Menggambarkan keindahan hutan Indonesia sebagai salah satu hutan tropis terbesar di dunia, yang mempunyai fungsi utama sebagai paru-paru dunia dan mempengaruhi iklim dunia. Serta kecantikan Merak dalam setiap helai bulunya yang menyebabkan sensasi rasa haru di kalbu, pesona kecantikan yang dipancarkan dari seekor burung merak, saat mengibaskan bulu-bulu indah yang menyerupai kipas alami dan seluruhnya menampilkan warna, bersih dan anggun, Mahakarya fauna ciptaan Sang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metropolitan - Terinspirasi oleh kehidupan malam kota2 metropolitan Indonesia. Kemewahan, keindahan dan kemegahan kota metropolitan dengan kemilaunya yang tiada henti yang sulit tertandingi. SWC mempersembahan Metropolitan sebagai trend fashion dunia 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi media dan fotografer yang ingin meliput silahkan menghubungi : 085740915868 - Yuss.&lt;br /&gt;(Tempat terbatas bagi Fotografer dan media)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1531780087664645293?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://satyawacanacarnival.blogspot.com/2011/08/press-realise_16.html' title='Press Release Pagelaran Kolosal Fashion 3 Generasi, 3 Dekade, dan 3 Budaya dalam 3 tahun SWC berkarya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1531780087664645293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1531780087664645293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1531780087664645293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1531780087664645293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2011/09/press-release-pagelaran-kolosal-fashion.html' title='Press Release Pagelaran Kolosal Fashion 3 Generasi, 3 Dekade, dan 3 Budaya dalam 3 tahun SWC berkarya'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1222641129080724503</id><published>2010-12-08T11:43:00.001+07:00</published><updated>2010-12-08T11:54:43.702+07:00</updated><title type='text'>Theodurus adalah pejuang Gay dan berjuang demi masyarakat</title><content type='html'>1. Bagaimanakah penerimaan serta pandangan masyarakat di sekitar anda terkait dengan keterbukaan anda sebagai gay ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini adalah demokrasi. Fine untuk saya beradaptasi dengan lingkungan yang bergenre heterogen ini. Dimana kita berada di Negara demokrasi pastilah banyak pro dan kontra, karena buat saya itu wajar saja. Saya selalu menerima semua pro dan kontra itu secara bisa, Tuhan saja di pro dan kontrakan apalagi saya yang ciptaannya pasti ada pro dan kontra. Pandangan masyarakat di sekitar saya sendiri sudah mulai menerima keadaan saya karena mereka tidak memandang saya dari sisi orientasi seksualnya tetapi memandang saya dari sisi sebuah karya saya yang bisa berarti dan berguna untuk saya. Tetapi diluar sana masih banyak kekerasan dan penganiayaan berbasis orientasi seksual. Saya hanya berpikir apa yang salah pada kami yang berorientasi berbeda ini. Padahal kami ini juga manusia yang diciptakan dengan hati dan cinta. Bukan kami yang menciptakan hati dan cinta itu, melainkan Tuhan yang menciptakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terkait dengan pertanyaan no. 1, apakah penerimaan serta pandangan mereka pernah menjadi efek negatif bagi diri anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu positif melihat ini semuanya. Karena saya mempunyai prinsip bahwa semakin saya ditekan maka semakin saya punya tanggung jawab untuk berkarya dan lebih memaknai hidup saya untuk semakin berguna bagi masyarakat. Walaupun pernah saya alami bagaimana kontra secara langsung dari masyarakat di caci-maki, diludahi, dikepung hingga di perlakukan tidak baik di hadapan umum pernah saya terima. Tetapi bagi saya itu adalah sebuah proses dari Tuhan untuk mematangkan saya menjadi seorang yang lebih dewasa dan berguna bagi masyarakat. Berjuang untuk menghasilkan karya disetiap hidup saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah ada tekanan, gunjingan, serta perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat kepada anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pernah terjadi di diri saya. Tahun 2009 saya berkarya melalui bakat saya bersama teman-teman saya, saya membuat sebuah fashion on the street di salatiga saya di caci-maki, di olok-olok, bahkan saya diludahi karena bagi sebagaian orang saya hanya seorang gay yang selamanya tak bisa berkarya. Tetapi saya tunjukan kepada mereka untuk terus berjuang dalam karya saya, akhirnya banyak masyarakat suka dan selalu menunggu karya saya ini. Di tahun 2007 saya ingin mengadakan sebuah perkumpulan bersama komunitas saya dalam acara party di salah satu café di Salatiga. Saya waktu itu mendapatkan kecaman yang cukup hebat dan kuat, saya berusaha tetap kukuh menjadi pemimpin untuk mereka. Hasilnya adalah banyak teman yang tidak ingin acara ini berlangsung. Tetapi saya terus berjuang bukan diacara itu. Terus tetap menyerukan hak kami untuk berkumpul dan bermufakat sesuai UUD 1945, karena saya melihat bahwa saya dan teman-teman saya memang sebagai WNI yang tidak memiliki salah apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah dengan keterbukaaan anda sebagai gay dapat menjadikan anda dengan mudah bisa memasuki segala bidang di kemasyarakatan atau malah sebaliknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya orang yang tak mudah putus asa. Dahulu saya dilarang untuk memasuki segala bidang di kemasyarakatan. Saya merasa sendiri dan tak pernah bisa merasakannya namanya bersosial sebagai manusia. Tetapi saya tak putus asa. Saya terus maju dan berkembang. Saya memulainya dengan memasuki bidang kesehatan masyarakat, ternyata saya diterima dengan baik. Di bidang kebudayaan dan pariwisata, saya juga diterima dengan baik bahkan berdampak banyak sekali untuk hidup saya. Lalu semakin saya mengepakkan sayap saya di segala sector kemasyarakatan, dan akhirnya saya diterima dan dimengerti serta masyarakat menghargai pilihan saya. Sekarang saya mulai merasakan bagaimana masyarakat memandang saya, dahulu saya berpikir bahwa masyarakat akan mengucilkan saya hingga mungkin tidak akan menerima saya. Tetapi ternyata itu hanya pikiran saya. Masyarakat lebih banyak menerima saya sebagai seorang individu yang selalu berkarya dan selalu bekerja untuk masyarakat, bukan memandang saya sebagai seorang gay walaupun dengan keterbukaan saya, mereka semakin menerima saya dan mengikuti jalan pikir saya. Dan selama ini saya berusaha juga untuk tidak melakukan diskriminasi dalam basis apapun. Karena saya berpendapat bahwa selama masyarakat bisa menghargai pilihan saya, maka saya juga akan dua kali lipat menghargai mereka sebagai individu yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagaimana anda mengatasi semua hambatan yang datang pada anda terutama mengenai ke-“gay”-an anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling mudah bagi saya bahwa semakin saya di hambatan dalam karya saya, maka saya akan mencari celah dimana saya bisa berkarya. Karena Tuhan selalu memberikan pikiran dan akal untuk saya selalu berkarya dalam keadaan ciptaan-Nya ini. Dan saya percaya dan telah membuktikan sendiri, apabila saya dihambatan di bidang A maka saya berusaha semaksimal saya berkarya di bidang B. Dan suatu saat bidang A itu bisa terbuka untuk saya karena bidang A telah melihat bagaimana saya berkarya di bidang B. Saya terus berusaha menjadi individu yang berarti dan berguna bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah pernah terbersit dalam pikiran anda mengenai bagaimanakah masa depan anda berkenaan dengan status anda sebagai gay ? Pernahkah ada keinginan untuk berubah atau memang anda sudah mantap untuk memilih hidup sebagai gay ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gay bukanlah status tetapi gay adalah orientasi sexsual saya. Dan orientasi seksual dan jenis kelamin tidak bisa digolongkan seperti status ekonomi ataupun pernikahan.&lt;br /&gt;Melihat masa depan itu penting untuk saya. Dan saya memiliki sama pemikiran dengan individu lainnya yang ingin mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya. Tetapi bagaimana taraf bahagia untuk saya itu tak sama seperti individu lainnya. Mungkin individu lainnya akan berpikir bahagia itu haruslah memiliki anak dan berkeluarga. Tetapi itupun individu lain juga bisa melakukan adopsi anak atau apapun. Lalu bagaimana dengan saya? Ya, saya bisa juga melakukan itu. Mengadopsi anak, bekerja, berkeluarga, dan menikmati hidup saya. Tetapi pastinya saya memiliki visi yang tidak hanya itu saja. Saya bahagia apabila orang lain bahagia terlebih dahulu. Melihat teman-teman saya merasakan bahagia sebagai individu yang bisa diterima masyarakat itu merupakan kebahagiaan untuk saya. Kebahagiaan yang lainnya, saya bisa membuatkan rumah tinggal, pekerjaan, atau apapun itu selama berguna bagi teman-teman saya, keluarga saya, lingkungan saya, dan siapapun orang yang bisa menghargai saya.&lt;br /&gt;Bukan saya yang merubah diri saya. Biarkan yang menciptakan saya yang merubah saya. Dia yang berhak penuh atas hidup saya. Saya hanya wayang bagi Sang Dalang di dunia ini. Saya tidak mungkin pernah menjalankan tugas saya sebagai wayang-Nya. Jadi kalau saya ditanya seperti ini, coba tanyakan kepada Tuhan saya. Apa Dia ingin anak-Nya ini berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya : Menjadi manusia yang jujur dan bisa menghargai orang lain itu pasti dampak positif bagi kita akan semakin indah. Dan jangan pernah menjadi individu yang merasa kecil sebelum kita mencoba hal yang besar. Terus berjuang dan terus memantapkan hidup ini, semoga hidup kita semakin bisa berarti dan berguna dalam setiap karya kita bagi individu lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1222641129080724503?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1222641129080724503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1222641129080724503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1222641129080724503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1222641129080724503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/12/theodurus-adalah-pejuang-gay-dan.html' title='Theodurus adalah pejuang Gay dan berjuang demi masyarakat'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-65584454224865229</id><published>2010-12-06T11:05:00.004+07:00</published><updated>2010-12-06T11:19:57.524+07:00</updated><title type='text'>SEMUA TENTANG AKU....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxj55DVt1I/AAAAAAAAAPU/muxA72Qwpbc/s1600/DSC03380.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxj55DVt1I/AAAAAAAAAPU/muxA72Qwpbc/s200/DSC03380.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547418687232128850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxiKkvKAkI/AAAAAAAAAPM/UD7HmGMSmUA/s1600/DSCF1432.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxiKkvKAkI/AAAAAAAAAPM/UD7HmGMSmUA/s200/DSCF1432.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547416774813286978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxhezDM5TI/AAAAAAAAAPE/2ngVA69gaGE/s1600/DSCF1413.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxhezDM5TI/AAAAAAAAAPE/2ngVA69gaGE/s200/DSCF1413.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547416022741214514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-65584454224865229?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/65584454224865229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=65584454224865229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/65584454224865229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/65584454224865229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/12/semua-tentang-aku.html' title='SEMUA TENTANG AKU....'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TPxj55DVt1I/AAAAAAAAAPU/muxA72Qwpbc/s72-c/DSC03380.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7261129094635678247</id><published>2010-11-29T22:41:00.001+07:00</published><updated>2010-11-29T22:42:49.637+07:00</updated><title type='text'>SATYA WACANA CARNIVAL AKAN TAMPIL DI BALAIKOTA SOLO DALAM RANGKA PERINGATAN HIV/AIDS SE-DUNIA 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.aiesec.org/cms/aiesec/AI/Asia%20Pacific/MALAYSIA/AIESEC%20UTM/Projects/CRRA08_logo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 427px; height: 300px;" src="http://www.aiesec.org/cms/aiesec/AI/Asia%20Pacific/MALAYSIA/AIESEC%20UTM/Projects/CRRA08_logo.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satya Wacana Carnival kembali akan tampil dalam perhelatan aktar peringaan hari AIDS se-Dunia di Solo tepatnya tanggal 1 Desember 2010 di depan Balaikota Solo jam 08.00. acara akan di buka oleh Walikota Solo, dan dimeriahkan oleh Putra-Putri Solo dan seluruh LSM peduli AIDS. Satya Wacana Carnival akan mengirimkan 4 orang perfor,er yang menampilkan kostum undersea, Neo Heritage, dan 2 dodotan carnival... hadirin dan saksikanlah perform SWC ini.. SUKSES untuk peringatan hari AIDS se-dunia 2010 di Solo. STOP DISCRIMINATION AND STOP HIV/AIDS....!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7261129094635678247?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7261129094635678247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7261129094635678247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7261129094635678247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7261129094635678247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/satya-wacana-carnival-akan-tampil-di.html' title='SATYA WACANA CARNIVAL AKAN TAMPIL DI BALAIKOTA SOLO DALAM RANGKA PERINGATAN HIV/AIDS SE-DUNIA 2010'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5300381828024133544</id><published>2010-11-26T11:06:00.001+07:00</published><updated>2010-11-26T11:25:01.932+07:00</updated><title type='text'>SWC dalam Demo Aksi Budaya</title><content type='html'>Satya Wacana Carnival  kembali dengan bangga akan hadir dalam kancah hiburan Fashion Carnival di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia. 30 performer akan tampil dalam balutan busana desaigner SWC - Aditya Vertiana Putra. Dengan melibatkan 30 model dari Mahasiswa UKSW Salatiga. Acara ini merupakan undangan dari Panitia Demo Aksi Budaya seniman se-Salatiga yang akan diselenggarakan pada Minggu, 28 November 2010 jam 09.00 wib. Rute aksi ini akan melewati Jalan - Jalan Utama Salatiga. SWC akan tampil dalam 30 busana carnival dodotan batik. Kami mengundang Fotografer dan Media untuk dapat ambil bagian dalam kegiatan ini. Bravo untuk Aksi Budaya dan Satya  Wacana Carnival...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5300381828024133544?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.satyawacanacarnival.blogspot.com/' title='SWC dalam Demo Aksi Budaya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5300381828024133544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5300381828024133544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5300381828024133544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5300381828024133544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/swc-dalam-demo-aksi-budaya.html' title='SWC dalam Demo Aksi Budaya'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-4159996592654412885</id><published>2010-11-18T09:18:00.004+07:00</published><updated>2010-11-18T09:39:12.679+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan atas semua hal tentang aku</title><content type='html'>Perkenalkan nama saya Theodurus Gary Natanael. Saya anak dari Drs. Lukas Suroso dan Sri Puji Lestari Hantok Yudhaningsih. Saya lahir pada 25 Desember 2010 dan saya beragama Kristen Protestan. Saya merupakana warga kenegaraan Indonesia hingga sekarang. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 Komunikasi di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Dan saya juga bekerja sebagai President Directur Satya Wacana Carnival yang merupakan icon pusat karnaval fashion dunia di Salatiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 15 hal yang akan saya ungkapkan disini untuk menjawab segala pertanyaan anda tentang saya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Sejak kapan anda sadar bahwa anda memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya dilahirkan sebagai seorang lelaki yang memang untuk mencintai lelaki. Saya menyadari bahwa saya adalah seorang gay sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya di kelas 1 dan saat itu saya sedang berumur 7 tahun. Saya sadar bahwa saya gay bukan tanpa alasan. Saat itu saya pernah suka dengan teman saya yang sebangku dengan saya bahkan saya juga pernah suka dengan guru olahraga saya waktu itu guru olahraga saya adalah guru paling muda dan modis. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Sejak kapan anda mulai membuka diri sebagai seorang gay?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya membuka diri sebagai gay sebenarnya sudah sangat lama. Kalao menjadi gay yang terbuka sebenarnya membutuhkan sebuah perjuangan dan proses yang lama. Ada beberapa hal seorang akan membuka diri menjadi seorang gay. Diawali dengan terbuka di komunitas gay itu sendiri, lalu terbuka di kalangan teman, di kalangan keluarga, dan secara umum. Saya terbuka di komunitas sejak saya duduk di bangku SMP, setelah itu saya berusaha tegar dan berjuang untuk terbuka dengan teman saya di bangku SMA. Dan di akhir pendidikan SMA saya memberanikan diri untuk terbuka di keluarga saya. Dan di awal perkuliahan saya memberanikan diri untuk terbuka pada Januari 2007. Ada seorang wartawan dr sebuah koran Jawa Pos meminta saya untuk melakukan wawancara. Dan di bulan Februari tepatnya 28 Februari 2007 media kampus UKSW mempublis saya untuk melakukan pengakuan diri. Dan berikutnya di lakukan oleh seluruh media di seluruh Indonesia dan Dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Apa motivasi anda untuk menjadi gay yang terbuka ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Motivasi ini sebenarnya muncul sejak saya duduk di bangku SMA dan waktu saya terlibat di LSM GESSANG sebagai seorang volunteer. Saya termotivasi untuk terbuka karena bukan karena ikut-ikutan atau apapun. Saya juga tidak memiliki keinginan atau motivasi untuk pamer atau apapun. Tetapi saya berusaha menyadarkan masyarakat bahwa seorang gay itu ada di sekitar kita dan menjadi seorang gay atau orientasi apapun sebenarnya merupakan kebanggaan dan saya selalu berkata bahwa banggalah sengan orientasi anda. Lalu motivasi kedua saya adalah ingin membuka wacana dan pemikiran teman-teman saya secara khusus dan masyarakat dunia secara umum bahwa menjadi gay di Indonesia juga mampu untuk menunjukan ekspresinya. Bukan hanya datar-datar saja. Dan memiliki orientasi seksual apapun sebenarnya bukan menjadi penghalang untuk berekspresi. Bahkan saya waktu itu memiliki motivasi bahwa menjadi gay bukan hanya sex yang dipikirkan tetapi memikirkan bagaimana menjadi warga Negara yang mempunyai hak yang sama sebagai WNI dan mampu untuk membangun Negara ini. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Apakah ada peristiwa khusus yang terjadi dalam hidup anda, sehingga menjadi alasan kuat bagi anda untuk memilih menjadi seorang gay?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada peristiwa apapun yang membuat saya menjadi gay. Semuanya kehidupan saya berjalan dengan baik. Saya merasakan bagaimana mendapatka kasih saying oleh kedua orang tua saya dan kakak saya. Bahkan saya juga merasakan bagaimana menjadi anak kecil yang manja dan sering bermain selayak laki-laki lainnya. Untuk jalan hidup saya sebenarnya baik-baik saja memang tidak ada yang special tetapi untuk anak seumur saya sebenarnya tidak ada hal menonjol juga di perjalanan hidup saya. Dengan kegiatan rutin pagi sekolah, siang pulang ke rumah kadang klayapan ke mall, sore latihan dance atau kadang les dan banyak bolosnya alasan latihan dance. Malam minggu nongkrong ma teman-teman tapi kadang diajak teman agency model juga untuk dugem. Semua berjalan dengan baik kok.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Apakah ada peristiwa khusus yang terjadi dalam hidup anda, sehingga menjadi alasan kuat bagi anda untuk memilih membuka diri sebagai seorang gay?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Coming Out. Merupakan sebuah perjuangan dan membutuhkan proses yang panjang. Tetapi saya juga tidak ada peristiwa yang membuat saya terbuka. Karena kapanpun dan dimanapun saya pastinya berusaha untuk tetap terbuka. Oleh sebab itu saya memberanikan diri saya sebagai seorang lelaki untuk terbuka dan mengakui kalau saya adalah seorang gay. Saya tidak mengalami peristiwa apapun disini. Semuanya baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Apa kendala yang dihadapi anda, ketika anda memilij untuk membuka diri sebagai seorang gay?&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;Sebenarnya kendalanya tidak ada. Ini masalah kepercayaan diri saja. Dibutuhkan keberanian dan mempunyai dasar atau tujuan yang menjadi dasar coming out itu sendiri. Tidak ada kendala apapun yang saya hadapi untuk menjadikan saya sebagai seorang gay. Semua berjalan dengan lancar dan untuk saya jika ada pro – kontra itu hal yang biasa karena Negara ini adalah Negara demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Bagaimana anda menghadapi itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau masalah pro-kontra itu tidak perlu saya tanggapi. Biarkan masyarakat sendiri yang menilai karena pro-kontra dari masyarakat dan saya hanya ingin menyaksikan dan berbuat yang terbaik saja untuk masyarakat saja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Tekanan – tekanan seperti apa yang terjadi pada diri anda yang menyebabkan anda untuk mengambil keputusan berani membuka diri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tekanan dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun yang membuat saya membuka diri. Ini dari hati saya dan kata hati saya untuk berkata. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;COMING OUT…!!! to be proud of their sexuality.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Bagaimana anda melihat pandangan masyarakat melihat anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat masih bisa terkontrol. Karena jika mereka melakukan kekerasan pastinya hokum Negara ini yang bertindak. Dalam arti saya sebagai warga Negara ini sudah menjalankan kewajiban yang sama dan seharusnya memiliki hak untuk dilindungi. Jadi, buat saya pro-kontra itu masih biasa kok.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Apakah keluarga mengetahuinya?Bagaimana reaksi mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keluarga sudah mengetahuinya. Pertama kali mereka dengar dari mulut saya sendiri mereka sangat kaget dan tidak menerima saya. Di rumah saya seperti terasingkan dan tidak pernah di dengar. Orang tua saya pergi dari rumah untuk menenangkan diri sendiri. Tetapi setelah beberapa hari orang tua saya sudah tahu dan semuanya berjalan normal kembali. Tetapi prose situ sangat menyakitkan dan penuh keanehan. Tanya jawab yang panjang serta dibubuhkan perdebatkan sering terjadi. Tetapi buat saya itu karena saya berusaha menjadikan pikiran mereka terbuka. Hanya satu pesan orang tua saya adalah membuat mereka bangga. Dan itu saya buktikan dengan cepat. Segala prestasi saya raih dalam 2 tahun terakhir ini. Mulai dari beasiswa dan kemandirian saya untuk tidak bergantung pada orang tua. Itulah hal yang saya lakukan. Dan memiliki usaha di dunia fashion sebagai penyaluran hobi saya dan memiliki sebuah wadah komunitas sendiri untuk memperkuat kepercayaan diri teman-teman komuitas membuat kedua orang tua saya bangga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Pernahkan anda mengalami diskriminasi dari masyarakat? Contoh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk diskriminasi sebagai seorang gay selama hidup saya belum pernah saya alami. Semua berjalan baik. Tetapi saya pernah merasakan bagaimna dihina dan dicaci maki. Buat saya itu hal yang biasa, dan membuat saya semakin kuat untuk menghadapi hidup. Tetapi di tahun 2009 pertama kali saya memiliki sebuah event fashion show tunggal dalam Fashion Weeks di Salatiga berupa WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL itulah saya memiliki banyak tekanan. Banyak hal yang saya alami. Mulai di cemooh dan dipermasalahkan karena memang waktu itu saya mengajak teman-teman komunitas untuk terlibat di dalam kegiatan itu. Saya diludahi oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama. Bukan hanya itu saja, saya juga pernah merasakan bagaimana keadaan yang sangat mencekam saat saya dan seluruh aktivis LGBT se-Asia melakukan kegiatan di Surabaya pada tahun 2010, tepatnya pada kegiatan ILGA-ASIA. Saya terpojokkan dalam kamar hotel bersama kawan-kawan saya. FPI dan Hizbullah melakukan pengepungan dan pemberontakan di lobi hotel waktu itu. Sungguh membuat saya merasakan bagaimana saya dan teman-teman saya untuk berjuang atas hak kami sebagai WNI untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Hak kami waktu itu terenggut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Bagaimana anda memandang hidup anda saat ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang dan mengartikan hidup saya sebagai seorang gay haruslah mempunyai arti dan berguna bagi masyarakat di sekitar kita. Itulah mengapa saya terus berjuang untuk teman-teman dan sekeliling saya. Dimana ada diskriminasi dan kekerasan pastilah saya terus menolaknya. Bukan hanya untuk lesbian, gay, biseksual, ataupun transeksual dan transgender. Seorang heteroseksual pun menjadi perjuangan saya jika hak mereka direnggut. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. Apa pendapat anda tentang pelaku transseksual dan transgender ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat saya hidup adalah pilihan. Semua sudah diatur dalam buku kehidupan kita dan yang mengatur kita adalah Tuhan bukan manusia dengan agama apapun. Jadi buat saya, menjadi transseksual dan transgender itu merupakan pilihan dari seorang manusia. Mereka memiliki hak atas seksual mereka. Karena seksual itu bukan nafsu melainkan dari hati dan pilihan. Jadi setiap gay ataupun lesbian itu juga mempunyai type pasangan yang disukainya. Tidak semuanya ingin dimiliki. Jadi jika ada teman lelaki saya yang takut karena ke’gay’an saya, maka satu hal yang menjadi pertanyaan saya adalah “lha apa kamu itu typeku? Jangan menjadi orang yang terlalu keren dan terkenal dihadapan saya. Jika mereka ini belum mampu melebihi keberanian saya.” Mungkin hal itu sedikit sombong, tetapi saya memiliki hak untuk melakukan hal itu. Karena buat saya bahwa menjadi gay itu bukan penyakit yang menular seperti flu dan lainnya. Jadi, buat saya menjadi gay itu adalah hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. Bagaimana anda memandang fenomena tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang itu semua baik adanya. Tidak ada yang salah. Dan menjadi LGBT itu juga tidak mudah semua butuh perjuangan dan masih banyak hal. Dan jika masih ada yang menyingkirkan dari kehidupannya tentang seorang LGBT dari kehidupannya itu salah. Sebenarnya mereka itu ada dan berada di sekitar kita. Mungkin ada di keluarga kita, teman kita, bahkan sahabat dekat kita. Semua tergantung kita memandang mereka seperti apa. Jangan meminta mereka berubah, tetapi mintalah kepada mereka untuk menjadi gay ataupun lesbian untuk selalu peduli dan menjadi yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15. Apakah anda mengetahui motivasi mengapa seorang memilih untuk menjadi seorang transgender ?&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat saya apapun motivasi mereka menjadi playboy, transgender atau manusia seperti apapun berusaha menjadi manusia yang peduli dan bisa berarti dan berguna buat masyarakat. Memang saya tidak mengerti motivasi mereka ataupun tujuan hidup mereka. Tetapi jadilah yang terbaik dan bisa dibanggakan tanpa melakukan diskriminasi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis sebagai tugas untuk mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomi UKSW atas nama Rio angkatan 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-4159996592654412885?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/4159996592654412885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=4159996592654412885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4159996592654412885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4159996592654412885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/pertanyaan-atas-semua-hal-tentang-aku.html' title='Pertanyaan atas semua hal tentang aku'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1497613174963067275</id><published>2010-11-18T09:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-18T09:08:03.391+07:00</updated><title type='text'>d Gading Nite Carnival, 22 Mei 2010 - "Masquerade"</title><content type='html'>Kemeriahan Jakarta Fashion and Food Festival seolah mencapai klimaksnya saat berlangsungnya Gading Nite Carnival. Inilah sebuah cerminan dari kekayaan seni kontemporer masa kini yang tak meninggalkan akar budaya muasalnya. Gading Nite Carnival merupakanBerkali-kaliRutin menggelar Gading Carnivalkarnaval di penghujung rangkaian acara Jakarta Fashion &amp; Food Festival (JFFF) sekaligus menjadi malam puncak acara, rasanya wajar jika Jakarta Fashion &amp; Food FestivalJFFF mengklaim Gading Nite Carnival sebagai satu-satunyapelopor yang memiliki karnaval meriah di malam hari. Tahun ini, acara yang selalu dipadati massa ini , yaitu Gading Nite Carnival. Gading Nite Carnival ini menjadi sebuah puncak acara sekaligus penutup dari serangkaian event hebat akbar di Jakarta Fashion &amp; Food FestivalJFFF., yang pada  Ttahun ini Gading Nite Carnival JFFF 2010 mengangkat tema “Masquerade”.&lt;br /&gt;Sejalan dengan tema Masquerade yang berarti topeng, seluruh pendukung acara Gading Nite Carnival ini tampil dengan menggunakan berbagai macam jenis topeng. Sementara itu, Llayaknya sebuah karnaval, Gading Nite Carnival akan diisi oleh berbagai pertunjukkan seru dan menarik yang diikuti oleh sekitar 500 peserta, yang menampilkan m, mulai dari atraksi Eengrang,  + Mmarching band anak-anak, Ccosplay parade, Float Parade, pertunjukan Street Dancerpenari jalanan yang atraktif dan membakar semangat, Cosplay parade, Oondel-ondel, parade Jember Fashion Carnaval yang memukau, partisipasi penampilanatraksi sarat kreativitas dari siswa-siswi Esmod, clown party yang mengundang tawa, adaptasi kisah rama dan shinta, parade unjuk kabisadari karyawan Summarecon dan tentunya parade iring-iringan mobil hias. Mobil hias ini yang  hadir dengan tema-tema menarikmenampilkan  seperti tema makanan kuliner, - buah dan sayur, tema ffashion - futuristic, tema lingkungan -Save our ocean serta tema budaya, dan ditutup dengan - Rama dan Shinta. Tak lupa  pertunjukkan kembang api yang spektakuler. Beragamnya hiburan yang memanjakan mata ini sungguh sesuai untuk menjadi hiburan yang ramah bagi seluruh keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menyesuaikan dengan temanya Masquerade yang berarti topeng, seluruh pendukung acara Gading Nite Carnival ini tampil dengan menggunakan berbagai macam jenis topeng. Gading Nite Carnival ini berlangsung diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Mei 2010, mulai pukul 18.00 WIB. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Tahun ini Gading Nite Carnival berpusat di kawasan Sentra Kelapa Gading. Sehingga membuat rute yang dilaluinya berbeda dari tahun- tahun sebelumnya. Gading Nite Carnival akan start dimulai dari depan Gedung Parkir La Piazza menuju Bulevar Timur – Bunderan La Piazza – MKG 1 – MKG 2 – MKG 3 dan berakhir di depan Harris Hotel MKG 5.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi melancarkan kelancaran kegiatan acara ini, pada Sabtu, 22 Mei 2010 hari tersebut, mulai pukul 16.00 WIB,  Jjalan yang mengitari mengelilingi Sentra Kelapa Gading akan ditutup 1 sisi.  Jadi untuk Anda yang ingin menjadi saksi sejarah kemeriahan JFFF 2010, datanglah lebih awal ke Mal Kelapa Gading, karena berbagai acara menarik bisa Anda temukan selama Jakarta Fashion &amp; Food Festival berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1497613174963067275?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.jfff.info/carnival.asp' title='d Gading Nite Carnival, 22 Mei 2010 - &quot;Masquerade&quot;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1497613174963067275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1497613174963067275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1497613174963067275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1497613174963067275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/d-gading-nite-carnival-22-mei-2010.html' title='d Gading Nite Carnival, 22 Mei 2010 - &quot;Masquerade&quot;'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3660772806169749179</id><published>2010-11-03T14:23:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T14:27:16.459+07:00</updated><title type='text'>Memahami Homoseksualitas (Membaca Ulang Pemahaman Islam)</title><content type='html'>…Adakah Islam berbicara soal homo?&lt;br /&gt;Berkaitan dengan identitas gender, Al-Qur’an hanya menyebut dua jenis identitas, yakni laki-laki dan perempuan (ar-rajul dan al-mar’ah). Sementara, literatur fikih menyebut empat varian, yaitu: pertama, perempuan (al-mar’ah); kedua, laki-laki (al-rajul); ketiga, waria atau banci (al-khunsa), dan keempat, laki-laki yang keperempuanan (al-mukhannits) atau perempuan yang kelaki-lakian (al-mukhannats).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun istilah untuk perilaku seksual ditemukan kata liwath yang berarti sodomi. Menarik dicatat, bahwa kajian fikih tidak mengenal istilah untuk orientasi seksual, baik hetero maupun homo serta lainnya. Karena tidak ditemukan istilah bagi orientasi seksual dalam literatur fikih, tidak heran setiap kali pembahasan soal homo dalam fikih selalu menggunakan kata al-khunsa’(waria atau banci). Jelas sekali bahwa Bahasa Arab tidak mengenal kosa kata untuk orientasi seksual, baik hetero maupun homo dan lainnya. Lalu, bagaimana mungkin Islam yang lahir di Arab mengutuk homo? Homo berkaitan dengan orientasi seksual, sedangkan khunsa berhubungan dengan identitas gender. Penelusuran terhadap kitab-kitab fikih menyimpulkan bahwa yang dikutuk sesungguhnya adalah berkaitan dengan perilaku seksual, yakni mengekspresikan perilaku seksual dalam bentuk sodomi atau liwath dengan cara yang keji. Dan ini bukan hanya ditujukan kepada kelompok homo, juga selain homo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para fukaha berbeda pendapat soal hukuman terhadap pelaku liwath yang keji. Imam Syafi’i menegaskan bahwa pelaku liwath dapat dikenai hukuman hanya jika dilakukan di depan publik. Selanjutnya, al-Auza”i dan Abu Yusuf menyamakan hukuman sodomi dengan zina. Fakta sejarah tidak menjelaskan adanya kasus penghukuman atas praktek sodomi pada masa Nabi. Eksekusi pertama terhadap perilaku sodomi justru terjadi pasca Nabi. Misalnya, pada masa Abu Bakar terjadi hukuman mati terhadap pasangan pelaku sodomi. Lalu, masa khalifah Umar bin Khattab, beliau menginstruksikan agar seorang pelaku sodomi dibakar hidup-hidup. Namun, karena mendapat kritik keras, lalu hukumannya dirajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teologis penolakan sebagian besar masyarakat Islam terhadap homoseksual dinisbahkan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang berkisah tetang Nabi Luth as. Di antaranya, Q.S. al-Naml, 27: 54-58, Hud, 11:77-83; al-A’raf, 7: 80-81; al-Syu’ara, 26:160-175). Di samping Al-Qur’an ditemukan juga sejumlah hadis Nabi. Di antaranya, hadis riwayat Tabrani dan al-Baihaqi; Ibnu Abbas; Ahmad, Abu Dawud, Muslim dan Tirmizi. Informasi dan petunjuk yang dapat disimpulkan dari sejumlah ayat dan hadis itu sebagai berikut: Pertama, Luth adalah Nabi dan Rasul yang diutus Allah swt sebagai pembawa risalah tauhid sebagaimana nabi dan rasul lainnya. Kedua, Nabi Luth diutus kepada suatu kaum untuk mengajarkan manusia cara berketuhanan dan berkemanusiaan yang benar. Ketiga, umat Luth melakukan kezaliman, ketidakadilan, dan kedurhakaan sehingga Allah murka dan menimpakan bencana, azab, dan malapetaka yang dahsyat. Keempat, Salah satu bentuk pelanggaran kaum Luth adalah mengekspresikan perilaku seksual terlarang menurut agama; mengandung unsur kekerasan, pemaksaan, dan penganiayaan dalam bentuk sodomi. Al-Qur’an menggunakan empat kosa kata yang tidak secara langsung dapat diartikan liwath atau sodomi, yaitu al-fahisyah (al-A’raf, 7:80); al-sayyiat (Hud, 11:78); al-khabaits (al-Anbiyaa, 21: 74) dan al-munkar (al-Ankabuut, 29:21). Kelima, ada kesan bahwa pengikut Luth adalah biseksual. Sebab, dikatakan kaum laki-laki mendatangi sesama jenis dan berpaling dari isteri-isteri mereka. Umat Luth mengekspresikan perilaku seksual analseks (sodomi atau liwath) dengan cara yang amat keji dan tercela. Ada indikasi kuat telah terjadi perilaku kekerasan dan eksploitasi berbasis seksual. Keenam, Allah juga menimpakan azab pedih terhadap isteri Luth, padahal tidak ada informasi dia lesbian atau mengekspresikan perilaku seksual terlarang. Hal itu menunjukkan bahwa murka Allah kepadanya bukan karena faktor homo. Ketujuh, Laknat dan azab pedih dari Allah bukan hanya monopoli kaum Luth yang homo, melainkan juga mengenai umat nabi-nabi lainnya yang bukan homo (tidak ada informasi bahwa mereka homo), seperti umat nabi Nuh, Hud, Syuaib, Saleh, dan Musa. Bahkan, azab bagi umat Nuh jauh lebih dahsyat sehingga peristiwa itu disebut kiamat pertama. Artinya, Allah selalu murka kepada umat yang berbuat keji dan zalim serta melampaui batas, tidak peduli dengan orientasi seksual dan identitas gender mereka. Kedelapan, Meskipun dalam hadis, seperti hadis Ibnu Abbas, diperintahkan membunuh kaum homo, namun Al-Qur’an tidak menyebutkan perintah untuk mendiskreditkan kaum homo, apalagi membunuhnya. Kesembilan, Allah Maha Tahu siapa yang patut menerima azab-Nya; dan siapa pula berhak mendapatkan rahmat dan karunia-Nya (al-Ankabuut, 29:21). Manusia -apa pun orientasi seksualnya- hanya dapat berfastabiqul khairat, berlomba berbuat kebajikan seoptimal mungkin. Jadi, interpretasi tentang homo selalu dikaitkan dengan kisah Luth. Umumnya, umat Islam menganggap pemahaman itu sudah final dan mutlak, tidak dapat dipertanyakan lagi. Namun, kajian kritis akibat tuntutan dinamika masyarakat, serta penemuan sains dan teknologi membawa kepada sejumlah pertanyaan baru: Apakah pengikut Luth dilaknat hanya karena memiliki orientasi seksual homo yang tidak mungkin diingkarinya karena bersifat takdir?; atau karena mereka mengekspresikan perilaku seksual analseks secara keji, seperti sodomi? Lalu, apakah kaum homo yang tidak mengekspresikan perilaku seksual secara keji, yakni perilaku seksual yang mengandung unsur kekerasan, pemaksaan, eksploitasi dan membahayakan kesehatan, seperti sodomi, perkosaan, pedofili, berzina, melacurkan diri, dan gonta-ganti pasangan- juga tetap akan dilaknat? Apakah laknat Allah kepada kaum Luth yang homo lebih dahsyat daripada laknat Allah kepada umat nabi Nuh yang bukan homo? Sementara, Al-Qur’an mengisahkan azab dan siksaan Allah kepada umat Nuh -yang bukan homo- (tidak ada informasi mereka homo) adalah paling dahsyat sehingga disebut kiamat pertama karena memusnahkan semua makhluk, kecuali sedikit pengikut Nuh. Selain itu, pertanyaan lain: mengapa para ulama begitu antusias menceritakan kisah Luth sebagai dakwah anti homo? Penulis jadi teringat pak guru di madrasah Tsanawiyah, mendramatisasi kisah ini di dalam kelas sehingga membuat beberapa murid, termasuk penulis menggigil ketakutan dan mimpi buruk. Belakangan penulis dapat info, ternyata dia seorang homo, persisnya gay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu fakta yang terang benderang bahwa tafsir keagamaan sangat dihegemoni oleh heteronormativitas, nilai-nilai patriarkal dan bias gender, yaitu ideologi yang mengharuskan manusia berpasangan secara lawan jenis; dan harus tunduk pada aturan heteroseksualitas yang menggariskan tujuan perkawinan semata-mata untuk prokreasi, menghasilkan keturunan. Akibat hegemoni heteronormativitas, nilai-nilai patriarkal dan bias gender dalam fikih, umumnya masyarakat Islam memandang seksualitas yang normal, baik, natural dan ideal adalah heteroseksual, marital, reproduktif dan nonkomersial. Sebaliknya, homo dan orientasi seksual lainnya dipandang immoral, tidak religius, haram, penyakit sosial, menyalahi kodrat, dan bahkan dituduh sekutu setan. Dalam komunitas Muslim mainstream, penolakan terhadap homo dipandang mutlak, tidak dapat dipertanyakan lagi, maka setiap upaya mengkritisi pandangan Islam soal ini, apalagi mengubahnya dianggap perbuatan melawan hukum Islam, menentang syari’ah. Alasannya, sudah merupakan ijma’(konsensus fukaha) bahwa homo hukumnya haram, pelakunya harus dihukum berat: dibunuh, dirajam atau dibakar. Titik!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pertanyaan penting muncul: Apakah umat Islam sekarang tidak boleh membaca ulang pandangan fukaha terdahulu yang begitu rigid dan kaku soal homo? Apakah tidak mungkin merumuskan kembali pandangan keislaman yang lebih akomodatif dan lebih humanis terhadap homo mengingat banyak hal telah berubah dalam realitas sosiologis, sebagai akibat kemajuan peradaban manusia dan perkembangan yang pesat dalam sains dan teknologi? Apakah mustahil umat Islam sekarang memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi terhadap kelompok homo yang tertindas akibat orientasi seksual dan identitas gendernya? Bukankah Islam mengklaim diri sebagai agama pembawa rahmat dan janji pembebasan bagi semua kelompok mustadh’afin (tertindas) seperti dibuktikan Rasul pada masa awal perjuangannya? Bukankah Islam mengklaim diri sebagai agama penentang ketidakadilan dan semua bentuk kekerasan, pelecehan, diskriminasi, pengucilan dan stigmatisasi terhadap siapa pun? Bukankah Islam mengajarkan pemeluknya mencintai dan mengasihi sesama manusia, bahkan juga mengasihi semua makhluk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran pembaharuan pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam hampir sepakat bahwa ijtihad dalam arti pembaruan hukum Islam adalah suatu kebutuhan dasar, bukan hanya setelah Rasul tiada, bahkan ketika masih hidup. Hal itu mengingat Al-Qur’an dan Hadis meski mempunyai aturan bersifat hukum, namun jumlahnya amat sedikit jika dibandingkan dengan kompleksitas persoalan sosial kontemporer manusia yang memerlukan ketentuan hukum. Untuk itu, perlu sekali menggali hukum-hukum baru, sebagaimana pernah dilakukan umat Islam pada masa-masa awal, sehingga tersedia hukum Islam yang lebih responsif dan lebih akomodatif terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dalam kaitan pembaharuan hukum ini penulis mengusulkan tiga prinsip berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip maqashid al-syari`ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaruan hukum Islam harus tetap mengacu kepada sumber utama Islam: Al-Qur`an dan Sunnah. Penting dicatat, pemahaman terhadap kedua sumber tadi tidak semata didasarkan kepada pemaknaan literal teks, melainkan lebih banyak kepada pemaknaan non-literal atau kontekstual sambil tetap mengacu kepada prinsip maqashid al-syari`ah (memperhatikan tujuan inti syariat). Prinsip ini mengandung nilai-nilai keadilan (al-`adl), kemashlahatan (al-mashlahah), kebijaksanaan (al-hikmah), kesetaraan (al-musawah), kasih sayang (al-rahmah), keragaman (al-ta`addudiyah), dan nilai-nilai hak asasi manusia (al-huquq al-insaniyah). Berangkat dari prinsip Maqashid al-Syari`ah, Ibnu Muqaffa` mengklasifikasikan ayat-ayat Al-Qur`an ke dalam dua kategori: ayat ushuliyah yang bersifat universal karena menerangkan nilai-nilai utama Islam; dan ayat furu`iyah yang bersifat partikular karena menjelaskan hal-hal spesifik. Kategori pertama adalah ayat-ayat yang berbicara soal keadilan, sedangkan kategori kedua, ayat-ayat tentang uqubat (bentuk hukuman), dan hudud (bentuk sanksi), serta ketentuan perkawinan, waris, dan transaksi sosial. Sayangnya, umat Islam lebih menfokuskan perhatian pada ayat-ayat partikular, dan mengabaikan ayat-ayat universal sehingga sering lupa pada tujuan inti syariat, yaitu memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu al-Qayyim al-Jawziyah, ahli fikih dari Mazhab Hanbali, merumuskan sebagai berikut: Syariat Islam sesungguhnya dibangun untuk kepentingan manusia dan tujuan-tujuan kemanusiaan yang universal, seperti kemashlahatan, keadilan, kerahmatan, dan kebijaksanaan. Prinsip-prinsip inilah yang harus menjadi acuan dalam setiap perumusan hukum Islam, dan juga harus menjadi inspirasi bagi setiap pembuat hukum. Penyimpangan terhadap prinsip-prinsip ini berarti menyalahi cita-cita hukum Islam itu sendiri. Pernyataan senada dilontarkan Ibnu Rusyd: kemashlahatan itu merupakan akar dari berbagai syariat yang ditetapkan Tuhan. Bahkan, Izzuddin ibn Abdissalam berkesimpulan bahwa seluruh ketentuan ajaran Islam harus diarahkan sepenuhnya untuk memenuhi kemaslahatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip relativitas fiqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqih adalah formulasi pemahaman Islam yang digali dari Al-Qur’an dan Sunnah, Sifatnya relatif, tidak absolut dan dapat berubah. Sebagai hasil ijtihad atau rekayasa cerdas pemikiran manusia dalam kaitan dengan hukum, tidak ada jaminan bahwa pandangan fikih tidak mengandung kesalahan atau kekeliruan. Fikih selalu dipengaruhi faktor-faktor sosio-kultural dan sosio-historis. Oleh karena itu, fikih harus diyakini sebagai hal yang relatif, tidak absolut, dan tidak mungkin berlaku abadi untuk semua ragam manusia sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, suatu pandangan fikih cocok untuk suatu masyarakat tertentu, kurun waktu tertentu, namun belum tentu cocok untuk masyarakat lain, pada kurun waktu lain, yang memiliki budaya dan kebutuhan yang berbeda. Artinya, suatu pandangan fikih mungkin dapat diterima, tetapi penerimaan itu tidak harus menghalangi umat Islam bersikap kritis dan berpikir rasional. Pembaharuan hukum Islam hanya dapat terjadi jika produk fikih diperlakukan sebagai hal yang relatif. Sebab, manakala umat Islam menganggap fikih sebagai hal yang absolut akan membuat mereka berhenti berfikir rasional dan bersikap kritis. Selanjutnya, umat Islam akan terjebak dalam kejumudan berpikir dan pada gilirannya akan membuat mereka terbelakang dalam seluruh bidang kehidupan, sebagaimana terjadi pada masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa seorang faqih, seobyektif apa pun dia, akan sulit melepaskan diri dari pengaruh budaya, hukum dan tradisi yang berkembang pada masa atau lingkungan di mana dia hidup. Karena itulah, pembukuan pendapat-pendapat fiqh dalam suatu masyarakat yang bias gender tentu akan melahirkan kitab-kitab fiqh yang memuat pandangan-pandangan keagamaan yang tidak ramah terhadap perempuan (missoginis). Demikian pula, pembukuan pendapat-pendapat fiqh dalam suatu masyarakat hetero yang homofobia (anti homo) tentu akan melahirkan kitab-kitab fiqh yang memuat pandangan-pandangan keagamaan yang diskriminatif terhadap kelompok homo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip tafsir tematik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Sunnah sarat dengan muatan nilai-nilai luhur dan ideal, hanya saja ketika nilai-nilai itu berinteraksi dengan beragam budaya manusia terjadi sejumlah distorsi, baik sengaja maupun tidak. Pemahaman yang distortif itu muncul, antara lain karena perbedaan tingkat intelektualitas; dan pengaruh latar belakang sosio-kultural dan sosio-historis. Di samping itu, teks-teks suci itu sendiri mengandung makna-makna literal dan simbolis. Kosa kata bahasa Arab sebagai bahasa teks-teks suci dikenal sangat kaya makna sehingga satu kata dapat memiliki sejumlah penafsiran berbeda tergantung konteksnya. Oleh karena itu, perlu sekali menggunakan metode tafsir tematik dalam memahami sebuah isu dalam Al-Qur’an, termasuk isu seksualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian terhadap metode tafsir tahlily yang selama ini banyak dipakai menyimpulkan sedikitnya lima kekurangan. Pertama, penafsiran tersebut sangat dipengaruhi oleh pandangan-pandangan sektarian (al-ta’milah al-‘ashabiyah). Kedua, produk pemahaman keagamaan yang dihasilkan oleh model penafsiran ini kelihatan mengada-ada. Ketiga, penafsirannya amat diwarnai oleh pandangan non-Islam, seperti pandangan isra’iliyat atau dipengaruhi tradisi Judeo-Kristiani kuno. Keempat, kemukjizatan Al-Qur’an (I’jaz) cenderung diabaikan dalam tafsir konvensional ini. Terakhir, keunikan dan kedahsyatan retorika Al-Qur’an luput dari pengamatan para mufasir yang memakai metode tradisional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ditawarkan sebuah solusi penafsiran yang disebut penafsiran tematik dengan inductive method. Metode penafsiran ini dibangun berdasarkan teori yang meyakini bahwa seluruh isi Al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang integral, utuh dan tidak terpisahkan. Prinsipnya adalah satu bahagian dalam Al-Qur’an menjelaskan bahagian lainnya (Al-Qur’an yufassiru ba’duhu ba’dan). Prinsip-prinsip dasar dari metode penafsiran tematik sesungguhnya sudah populer digunakan di masa sahabat dengan istilah tafsir bi al-ma`tsur. Para mufassir hendaknya memahami Al-Qur’an berdasarkan informasi yang terkandung di dalam diri Al-Qur’an itu sendiri, bukan berdasarkan pandangan atau ajaran dari luar Al-Qur’an. Karena itu, penting sekali pemahaman terhadap kata, kalimat dan struktur bahasa Al-Qur’an. Pola tafsir tematik mengunakan tiga pendekatan. Pertama, menekankan pentingnya memahami arti bahasa kata-kata Al-Qur’an (lexical meaning of any Qur’anic word). Pemahaman terhadap makna asli kata-kata dalam teks Al-Qur’an akan sangat membantu mufasir memahami tujuan makna (al-ma’na al-murad) sesuai dengan asbab nuzul ayat. Kedua, menyelidiki serta menyeleksi semua ayat yang berhubungan dengan tema pokok yang dibahas. Dengan prinsip ini, Al-Qur’an diberi kebebasan dan otonomi untuk berbicara tentang dirinya sendiri sehingga dihasilkan penafsiran yang objektif, bukan penafsiran subjektif yang mungkin sarat dengan muatan politis dari para mufasirnya. Ketiga, dalam rangka memahami kata, kalimat dan struktur bahasa Al-Qur’an harus ada kesadaran untuk mengakui adanya teks-teks agama yang turun dalam konteks tertentu atau khusus (as-siyaq al-khas) dan yang turun dalam konteks yang lebih umum (as-siyaq al-am). Dengan kata lain, sebuah penafsiran harus dilakukan dengan pendekatan tekstual dan kontekstual sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragamnya penafsiran dalam memahami teks-teks suci merupakan keniscayaan, dan itulah agaknya maksud hadis Nabi: “Ikhtilaf ummati rahmah” (Perbedaan pendapat di antara umatku merupakan rahmat). Untuk itu, dibutuhkan kearifan, ketelitian, dan sikap demokratis dalam memahami teks-teks suci, khususnya berkaitan dengan isu seksualitas. Dengan kata lain, penafsiran baru mendesak dilakukan, demi menemukan kembali pesan-pesan moral keagamaan yang menjanjikan rahmat bagi seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdasarkan tiga prinsip itulah perlu membaca ulang pemahaman Islam tentang homo. Jika para ulama terdahulu telah memberikan kontribusinya yang positif dalam perumusan hukum Islam dan pemahaman keislaman secara umum, termasuk soal homo, mengapa ulama sekarang tidak dapat melakukan hal serupa? Penulis khawatir, ada ketidaksiapan mental dan ketakutan psychologis yang sangat besar. Sebab, reinterpretasi terhadap pemahaman Islam soal homo pasti akan mengubah bangunan sistem hukum Islam yang selama ini dianggap sudah mapan dan tidak dapat dipertanyakan lagi. Selain itu, reinterpretasi pemahaman Islam soal homo akan mendekonstruksikan sejumlah konsep hukum Islam yang selama berabad-abad dianggap baku, terutama berkaitan dengan keluarga dan perkawinan. Wallahu a’lam bishawab. In urîdu illa al-ishlâh mastatha’tu. Wa mâ tawfîqiy illâ billâh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3660772806169749179?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1246&amp;Itemid=97' title='Memahami Homoseksualitas (Membaca Ulang Pemahaman Islam)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3660772806169749179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3660772806169749179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3660772806169749179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3660772806169749179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/memahami-homoseksualitas-membaca-ulang.html' title='Memahami Homoseksualitas (Membaca Ulang Pemahaman Islam)'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5346067101692149137</id><published>2010-11-03T13:48:00.001+07:00</published><updated>2010-11-03T13:52:57.260+07:00</updated><title type='text'>Tokoh-Tokoh Terkemuka : GLBT, Jangan Bunuh Diri!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TNEGij0UNNI/AAAAAAAAAO8/CbjxDyY7J-c/s1600/40641_1370596344559_1221241427_30930762_8285771_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TNEGij0UNNI/AAAAAAAAAO8/CbjxDyY7J-c/s320/40641_1370596344559_1221241427_30930762_8285771_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535212607815038162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin rohani menyuarakan pendapat mereka dalam sebuah proyek video baru yang tergabung di dalamnya para artis dan tokoh politik yang meyakinkan para gay yang dianiaya bahwa ‘kondisi sekarang sudah lebih baik’. Dalam video pesan tersebut, Evangelical Gereja Lutheran di Amerika memberitahu para korban yang dianiaya bahwa Tuhan mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mendengar dengan sakit dan kaget bahwa banyak anak muda yang bunuh diri karena mereka dianiaya dan disiksa, hanya karena mereka berbeda, menjadi gay atau mengakui gay,” kata Rev. Mark S. Hanson. Dia menekankan, “Engkau dikasihi Tuhan. Hidupmu membawa martabat dan keindahan sebagai ciptaan Tuhan. Ada tempat untukmu di dunia ini dan di dalam gereja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kadangkala, kata-kata dari saudara-saudara Kristen dapat melukai Anda dan saya tahu bahwa diamnya kami dapat membuat Anda terluka,” kata Hanson, yang denominasinya mulai menerima gay secara terbuka tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ‘It Gets Better’ ini didirikan oleh pastor Katolik Dan Savage. Menurut proyek tersebut, 9 dari 10 murid GLBT (gay, lesbian, biseksual, dan transgender) pernah mengalami kekerasan di sekolah dan lebih dari 1/3 mereka mencoba untuk bunuh diri. Penyediaan dukungan proyek untuk para anak muda GLBT ini, ada belasan video yang dibuat dan menampilkan tokoh terkenal yang memberikan harapan dan menceritakan kisah bagaimana bisa terbebas dari penganiayaan dan menemukan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka yang pernah ada di video ini yaitu Jewel (penyanyi terkenal), Eve, dan Emily dan Martie dari Dixie Chicks, Sekretaris Negara Hillary Clinton, Juru Bicara Gedung Nancy Pelosi, dan Rady Roberts Potts, cucu pembicara di televisi yang bernama Oral Roberts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Barack Obama juga menambahkan bahwa dia mendukung proyek ini. Dengan terkejut dan sedih, ketika Obama mengetahui peristiwa bunuh diri oleh gay ini mengatakan, “Hal ini mematahkan hati saya. Hal ini bukanlah sesuatu yang seharusnya terjadi di negara ini. Ketika Anda dianiaya, kelihatannya Anda memang berbeda atau tidak sesuai dengan orang lain, tapi apa yang ingin saya katakan adalah ini : Anda tidak sendiri. Anda tidak melakukan sesuatu yang salah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gene Robinson, seorang Uskup Episcopal New Hampshire, menunjuk secara jelas pesannya kepada Katolik Roma, Southern Baptists dan Mormon yang mengatakan kepada gay bahwa hidup mereka tidak diterima oleh Tuhan. “Saya ingin memberitahu Anda sebagai orang yang rohani, mereka semua salah. Tuhan mencintai Anda sebagaimana Anda adanya,” kata uskup yang juga menjadi gay tersebut. Videonya ini mengundang kontroversi karena dia menyerang grup agama yang lainnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Greg Kandra, seorang Katolik Roma di Diocese Brooklyn, New York mengatakan dalam blognya, beliefnet, “Robinson berhak atas pendapatnya sendiri, dan atas teologi moralnya. Kami bisa saja tidak setuju dengan kesimpulannya. Tapi saya tidak bisa menghargai caranya yang salah dalam menggambarkan moral pengajaran kepada yang lain,” kata Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bunuh dirinya para gay belakangan ini, banyak orang yang mempersalahkan gereja karena ‘anti gay’ mereka. Menurut Jim Daly, pemimpin dari Focus on the Family, percaya bahwa umat Kristen tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas tragedi yang terjadi ini karena gereja dan organisasi karena Injil sendiri menempatkan kegiatan homoseksual di luar rancangan Tuhan untuk seksualitas manusia. Tapi dia percaya umat Kristen, harus mempraktikkan solusi yang tepat dalam memperlakukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada satu wacana emas yang dikemukakan melalui Injil dan iman, adalah ini : ketika menyangkut hak manusia dan bagaimana cara memperlakukan seorang dengan yang lain, tidak ada orang yang lebih tinggi ataupun lebih rendah derajatnya. Ya, dosa itu tetap ada dan Tuhan tidak bisa mengampuni itu. Tapi Dia meraih orang yang berdosa, yang itu berarti setiap dari kita,” tulisnya dalam sebuah blog di CNN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, jika merusak martabat orang lain, baik dalam bentuk apapun itu, hal ini bertolak belakang dengan kehidupan yang berpusat pada Injil. Dan jika ada anggapan bahwa kaum ortodoks meminta umat Kristen untuk melakukan kekerasan melawan homoseksual adalah sesuatu yang salah dimengerti.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5346067101692149137?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1258&amp;Itemid=97' title='Tokoh-Tokoh Terkemuka : GLBT, Jangan Bunuh Diri!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5346067101692149137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5346067101692149137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5346067101692149137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5346067101692149137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/tokoh-tokoh-terkemuka-glbt-jangan-bunuh.html' title='Tokoh-Tokoh Terkemuka : GLBT, Jangan Bunuh Diri!'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TNEGij0UNNI/AAAAAAAAAO8/CbjxDyY7J-c/s72-c/40641_1370596344559_1221241427_30930762_8285771_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6764399381546188536</id><published>2010-11-03T13:07:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T13:10:01.165+07:00</updated><title type='text'>Analisa Tafsir Ayat-Ayat Homoseksual Dalam AL Qur’an</title><content type='html'>SALAH satu hambatan terbesar dalam advokasi hak-hak homoseksual adalah tafsir homofobia terhadap ayat-ayat Alquran yang bercerita tentang hubungan seksual sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir model ini merupakan tafsir literal yang menegasikan sisi sosial-kultural- politik di balik difirmankannya ayat-ayat itu. Padahal, Alquran, seperti ditunjukkan dengan adanya asbab an-nuzul, mengekspresikan situasi sosial tertentu yang mengilhami ayat-ayat itu diwahyukan, dan selalu menyertakan faktor sosial-kultural ini dalam proses pewahyuannya itu. Ada sekitar 85 ayat dalam 12 surat yang terdapat dalam Alquran yang bercerita mengenai Kaum Lut (the People of Lot), sebagai “ilustrasi” komunitas homoseksual dalam sejarah umat manusia. Karena penggambaran Alquran mengenai orang-orang Lut yang (seakan-akan) homofobia itulah, umat Islam menjadi sangat percaya bahwa agama penuh kasih ini melarang hubungan sesama jenis; dengan cerita ini pula, umat Islam menyandarkan legitimasi teologisnya untuk “menghukum” dan memperlakukan secara diskriminatif mereka yang terlibat dalam pengalaman hubungan sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mencari solusi terhadap problem teologis ini? Yang paling penting dan utama adalah mencoba menerapkan pendekatan kontekstual terhadap ayat-ayat tersebut; “membayangkan” situasi sosial-kultural pada saat ayat-ayat itu diwahyukan. Pertama, dalam pendekatan ini, kita perlu menekankan bahwa Alquran bukanlah buku atau kitab sejarah (historical book). Alquran adalah kitab suci agama (religious book atau holy book). Apa implikasi dari cara pandang ini? Karena Alquran bukan buku atau kitab sejarah, maka beragam cerita dan kisah dalam Alquran tidak selalu terjadi secara faktual. Tidak seperti buku sejarah yang merupakan hasil observasi dan analisis historis, berbagai kisah dalam Alquran (hanya) merupakan ilustrasi sosial-politik- kultural sebuah kondisi masyarakat tertentu yang kejadian aslinya tidak selalu “akurat” dideskripsikan oleh Alquran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh saja adalah kisah “pengusiran” Nabi Adam dan Siti Hawa dari swargaloka. Karena Alquran bukan kitab sejarah, maka kisah “pengusiran” Adam dan Hawa di situ merupakan ilustrasi karikaturistik tentang “balasan” Tuhan bagi umat-Nya yang mencoba tidak taat terhadap perintah-Nya. Karena Alquran bukan kitab sejarah, maka kejadian tersebut tidaklah benar-benar terjadi secara nyata dan faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, karena Alquran adalah kitab suci agama atau kitabullah, maka upaya manusia untuk memahami isinya tidak bisa dilepaskan dari keharusan melakukan penafsiran. Kita membutuhkan penafsiran untuk bisa “menerapkan” firman-firman Allah itu. Karena manusia bukan Allah, maka yang kita fahami dari ayat-ayat dalam Alquran adalah pemahaman manusiawi, yang (bisa jadi) tidak sepenuhnya memenuhi tujuan teologis yang ditetapkan Allah. Dalam bahasa yang lebih singkat, Alquran adalah kitabullah, sementara proses pemahaman terhadap Alquran adalah proses manusiawi, di mana logika kemanusiaan berperan penting dalam proses pemahaman itu. Dengan landasan ini pula, menurut saya, cerita mengenai Kaum Lut yang dibinasakan oleh Allah karena terlibat dalam hubungan seksual sesama jenis dalam kenyataan faktualnya tidak terjadi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu merupakan ilustrasi sebuah kelompok masyarakat yang tidak sudi tunduk terhadap ajaran ketuhanan dan kenabian serta menolak visi dan misi kenabian yang dibawa oleh Nabi Lut utusan-Nya. Faktanya, dalam kisah mengenai hubungan sesama jenis yang dilakukan oleh orang-orang Lut, Alquran juga bercerita mengenai perilaku buruk mereka yang lain, seperti merampok, bergunjing, mabuk-mabukan; gambaran masyarakat yang tidak tertib, tidak “berperaturan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penafsiran-penafsiran yang homofobia akan langsung menunjuk kalau mereka dihancurkan karena perilaku homoseksualitasnya itu. Padahal, sangat mungkin mereka dihancurkan lebih karena perilaku negatifnya yang lain serta penentangannya terhadap misi kenabian Lut. Yang kedua, menurut saya, sangat tidak “Islami”, dalam artian bertentangan dengan misi Islam sebagai agama damai, agama penuh kasih, agama yang disebarkan dengan cara-cara tanpa kekerasan, agama kaum terpinggirkan, jika Islam “semena-mena” menghancurkan orang-orang Lut karena alasan mereka terlibat dalam hubungan seksual sesama jenis. Padahal, Islam sendiri “belum pernah memberikan ajaran dan “pelajaran” mengenai masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin, sesuatu yung belum diajarkan kebaikan dan keburukannya menjadi target “pembinasaan” seperti itu? Mungkin hal ini bisa diterima oleh akal sehat kita jika sejak awal Islam memang lebih ingin menggambarkan diri sebagai agama penuh kekerasan, agama tanpa toleransi. Tetapi, Islam yang saya yakini, adalah Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam pembawa misi kasih dan damai bagi seluruh umat. Karena itu kisah pembinasaan orang-orang Lut dengan alasan terlibat hubungan homoseksualitas menjadi tidak masuk akal keislaman saya dan bertentangan dengan logika Islam rahmatan lil’alamin itu. Yang ketiga, istilah homoseksual adalah penemuan modern untuk mendefiniskan hubungan seksual sesama jenis kelamin. Hubungan seksual homoseksual berbeda dengan hubungan seksual heteroseksual, yang berlawanan jenis kelamin. Yang menjadi janggal, istilah modern ini juga diterapkan untuk menyebut perilaku seksual orang-orang Lut, untuk menguatkan pandangan homofobia berdasarkan ajaran keagamaan, termasuk Islam. Padahal perilaku seksual orang-orang Lut itu berbeda dengan hubungan sesama jenis di masa modern ini. Contohnya saja, seperti disebutkan dalam salah satu ayat, Ata’tuna adz-dzukran fi al-‘alamin, “Apakah kamu (laki-laki) mendatangi (approaching) laki-laki (lain) yang ada di jagat raya ini?” (QS. Asy-Syuara [27]: 165). Dalam ayat tersebut, Alquran menggunakan kata al-‘alamin, alam raya. Artinya, dalam pemahaman saya, orang-orang Lut itu juga terlibat dalam hubungan sesama jenis dengan spesies lain, selain manusia, seperti dengan binatang, dan benda-benda lain yang menggambarkan maskulintas (ad-dzakr), termasuk batu-batuan dan pepohonan. Karena itu, dalam pemikiran saya, perilaku seksual Kaum Lut lebih dari sekedar perilaku homoseksualitas dalam definisi masyarakat kontemporer sekarang ini. Karena beda, maka tidak seharusnya menjadikan cerita orang-orang Lut untuk bertindak tidak adil dan menghalalkan kekerasan terhadap kaum gay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ilustrasi homofobia dalam cerita Kaum Lut yang diangkat Alquran itu terkait dengan politik pencitraan teologi Islam (the politics of Islamic theology). Sebagai agama dan kepercayaan baru, Islam tentu saja berkeinginan menghadirkan sebuah citra sebagai agama yang berbeda, yang lebih baik, dari praktik keagamaan yang berkembang di masa sebelumnya. Cerita pembinasaan Kaum Lut, menurut saya, terkait dengan politik pencitraan ini. Islam ingin mencitrakan diri sebagai agama yang “bersih” dari pengaruh praktik-praktik keagamaan, kegiatan ritual, yang dilakukan kelompok masyarakat sebelum Islam. Politik pencitraan ini sangat penting untuk menarik minat dan ketertarikan publik terhadap Islam, sehingga akan lebih banyak orang memeluk agama baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kajian sejarah menyebutkan kalau masyarakat purba dan masyarakat pra Islam sangat kuat memasukkan unsur pengalaman seksual ke dalam ritual keagamaan mereka. Seorang lelaki tokoh “agama” purba sangat biasa melakukan praktik ritual keagamaan dengan cara menyetubuhi anak lelaki untuk mencapai orgasme teologisnya. Praktik seksual ala orang-orang Lut adalah cerita lain bagaimana unsur pengalaman seksual terkait dengan pandangan dan praktik agama tertentu, dalam sebuah periode sejarah manusia. Nyatanya, seperti saya pernah menuliskannya dalam sebuah artikel “Changing Needed to Islamic Views on Homosexuality” di Jakarta Post, para filsuf Yunani semacam Plato dan Socrates juga terlibat dalam pengalaman seksual sesama jenis ini, yang menandakan adanya sebuah kondisi sosial yang sangat terbuka dan “melumrahkan” praktik-praktik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik teologi Islam yang ingin murni dari pengaruh praktik keagamaan ala masyarakat pra Islam itulah cerita tentang Kaum Lut ditonjolkan dalam Alquran, sebagai strategi bagi penguatan citra bahwa Islam adalah agama yang lebih baik, dan “bersih” dari pengaruh praktik-praktik keagamaan masyarakat sebelumnya. Karena itu, konteks cerita ini bukan dalam hal membinasakan orang-orang dengan perilaku seksual seperti Kaum Lut itu, tetapi dalam rangka menegakkan wajah dan identitas Islam yang bersih-putih dari pengaruh keagamaan orang-orang itu. Karena logika kontekstual inilah, sangat tidak beralasan menggunakan cerita orang-orang Lut untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok homoseksual. Apalagi, kondisi kontemporer yang lebih menuntut kapasitas dan kualitas, politik pencitraan sudah tidak dibutuhkan. Penguatan kapasitas dan kualitas diri setiap individu Muslim jauh dibutuhkan agar Islam bisa menyumbang di berbagai perkembangan zaman demi peningkatan kualitas hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kebutuhan untuk menggunakan pendekatan kontekstual terhadap ayat-ayat homoseksual bukan tanpa alasan. Seperti sedikit disebut di atas, pewahyuan ayat-ayat Alquran memiliki konteks sosial-kultural, dan Alquran tidak resik dari pengaruh sosial-budaya itu. Contoh jelas, cerita tentang hubungan seksual sesama jenis dalam Alquran itu lebih banyak menekankan pada kisah hubungan seksual antara laki-laki dan laki-laki (men who have sex with men), dan tidak banyak bertutur tentang hubungan sesama jenis antara perempuan dan perempuan (women who have sex with women). Karena Alquran sangat terpengaruh cara pandang sosial-budaya patriarkhal, perspektif sosial-budaya yang dominan di saat ia diturunkan, maka, mengikuti cara pandang dominan itu, ayat-ayat tentang hubungan seksual sejenis itupun lebih banyak menekankan hubungan di antara laki-laki, dan “menyembunyikan” hubungan seksual sejenis di kalangan perempuan. Atas dasar pandangan-pandangan di atas, saya lebih percaya kalau Islam tetap merupakan sebuah agama rahmatan lil’alamin, agama penuh kasih termasuk terhadap kelompok homoseksual. Saya juga lebih percaya, kalau sikap homofobia di kalangan muslim selama ini lebih karena mereka menomorsatukan pendekatan literal terhadap ayat-ayat Alquran tentang Kaum Lut itu, yang mengabaikan sisi sosial-kultural- politik di balik ayat-ayat itu. Dengan dasar pandangan ini pula, tidak perlu takut dianggap melakukan dosa (fakhisyah) atau melanggar moral ketika kita hendak menjalin hubungan seksual sesama jenis. Semoga, pandangan dalam tulisan ini, bisa menjadi alternatif cara pandang keislaman kita terhadap hubungan seksual sesama jenis, selain jalan literal yang nyatanya memunculkan wajah Islam yang tidak adil terhadap kelompok homoseksual. Wallahu’alam.*** *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid Mutaqqin adalah alumnus Pesantren Darussalam, Ciamis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Pernah aktif di PUAN Amal Hayati, Jakarta. Ia juga mengelola forum diskusi online tentang isu-isu jender dan perempuan, dan berbasis di Banda Aceh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6764399381546188536?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1243&amp;Itemid=97' title='Analisa Tafsir Ayat-Ayat Homoseksual Dalam AL Qur’an'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6764399381546188536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6764399381546188536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6764399381546188536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6764399381546188536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/11/analisa-tafsir-ayat-ayat-homoseksual.html' title='Analisa Tafsir Ayat-Ayat Homoseksual Dalam AL Qur’an'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7390506314442534793</id><published>2010-10-29T12:35:00.002+07:00</published><updated>2010-10-29T12:39:44.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gebyar budaya indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bantuan bencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsunami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mentawai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berdoa'/><title type='text'>Korban Jiwa Tsunami Mentawai Hampir Tembus 400 Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://d.yimg.com/hb/ng/co/repu/20101029/04/2685065365-korban-jiwa-tsunami-mentawai-hampir-tembus-400-orang.jpg?x=213&amp;y=153&amp;sig=ClZNWqqsIjBSJGyVorGmTw--"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 153px;" src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/repu/20101029/04/2685065365-korban-jiwa-tsunami-mentawai-hampir-tembus-400-orang.jpg?x=213&amp;y=153&amp;sig=ClZNWqqsIjBSJGyVorGmTw--" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, mengatakan saat ini korban jiwa akibat bencana tsunami di Mentawai, Sumatera Barat mencapai 394 orang. Sementara, korban yang mengalami luka berat sebanyak 267 orang, sedangkan luka ringan 142 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengungsi yang berada di titik-titik lokasi pengungsian tercatat 12.865 orang. "Data diperoleh dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumatera Barat pada pukul 08.00 WIB," kata Andi melalui pesan singkat, Jumat (29/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Andi bersama asistennya berada di Padang setelah meninjau Mentawai. Dia juga memberi perkembangan jumlah korban bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Korban jiwa sudah tercatat sebanyak 33 orang dan luka sebanyak 10 orang. "Jumlah pengungsi di Kabupaten Sleman sebanyak 17.776 orang dan Kabupaten Magelang sebanyak 13.757 orang," kata Andi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7390506314442534793?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/repu/20101029/tpl-korban-jiwa-tsunami-mentawai-hampir-97b2f71.html' title='Korban Jiwa Tsunami Mentawai Hampir Tembus 400 Orang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7390506314442534793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7390506314442534793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7390506314442534793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7390506314442534793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/korban-jiwa-tsunami-mentawai-hampir.html' title='Korban Jiwa Tsunami Mentawai Hampir Tembus 400 Orang'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-184058953995446494</id><published>2010-10-29T12:31:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T12:34:29.727+07:00</updated><title type='text'>Ponimin, Seorang pengganti sosok Mbah Maridjan</title><content type='html'>Sepeninggal Mbah Maridjan, praktis kini tak ada lagi seorang yang kini bertugas sebagai juru kunci dan 'menjaga' Gunung Merapi. Namun, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat telah meminta agar seorang pria bernama Ponimin, tetangga almarhum Mbah Maridjan, yang selamat dari letusan Gunung Merapi menjadi penunggu gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengatakan hal itu ketika mengunjungi Ponimin yang mengungsi di rumah kerabatnya di Dusun Ngenthak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yo wis, kowe saiki sing tunggu Merapi (ya sudah kamu sekarang yang menunggu Merapi)," kata GKR Hemas kepada Ponimin usai mendengarkan cerita Ponimin bersama istrinya perihal bagaimana keluarga tersebut menyelamatkan diri dari letusan Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat itu, Ponimin tidak segera menyanggupi permintaan GKR Hemas dan mengatakan bahwa dirinya tak bisa memberikan jawaban saat ini, dan hal itu bisa dipahami oleh GKR Hemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini mengunjungi tempat tinggal sementara Ponimin di Desa Umbulmartani Kabupaten Sleman bersama empat anggota DPD RI yakni Hafidh Asrom, Bambang Suroso, Supardi, dan Nurmawati. (antara/bun)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-184058953995446494?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.omg.yahoo.com/news/tetangga-mbah-maridjan-diminta-jadi-juru-kunci-merapi-khjx-0000346522.html' title='Ponimin, Seorang pengganti sosok Mbah Maridjan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/184058953995446494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=184058953995446494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/184058953995446494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/184058953995446494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/ponimin-seorang-pengganti-sosok-mbah.html' title='Ponimin, Seorang pengganti sosok Mbah Maridjan'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-242338886116160830</id><published>2010-10-29T12:26:00.001+07:00</published><updated>2010-10-29T12:31:19.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Merapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosok Hantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salatiga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boyolali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UKSW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Klaten'/><title type='text'>Misteri Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://image.tempointeraktif.com/?id=51837&amp;width=274"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 157px;" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=51837&amp;width=274" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Sleman - Sosok misterius itu muncul beberapa saat sebelum Merapi memuntahkan isi perutnya, Selasa (26/10/2010) lalu. Ponimin --orang yang diminta GKR Hemas menjadi juru kunci Merapi menggantikan Mbah Maridjan-- dan istrinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya yang terletak di Dusun Kinahrejo atau kurang lebih 100 meter dari rumah Mbah Maridjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin, 50-an tahun, memegang gepokan uang sebesar Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 15 juta diberikan isterinya untuk membayar hutang bisnis kayu yang ditekuninya selama ini. Sedangkan sisanya, Rp 10 juta baru saja akan dimasukkan ke tas ketika suara gemuruh tedengar dari Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin dan istrinya bangkit dari duduknya. Bukan untuk mengungsi. Ponimin bergegas menuju kebun untuk mengambil daun awar-awar dan dadap serep. Dua daun itu dipercaya bisa digunakan untuk tolak bala. Sedangkan istrinya, Yati, keluar rumah membaca ayat suci al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, Yati berkisah, dirinya dikejutkan kemunculan sosok misterius. "Tiba-tiba ada sosok tua berpakaian Jawa berdiri di depan saya. Orang itu mengatakan akan mengobrak-abrik keraton Yogya,” cerita Yati kepada GKR Hemas yang menemuinya di rumah pengungsiannya di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (28/10) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit gemetaran Yati pun mencegah keinginan sosok orang tua gaib itu. "Ojo (jangan),” kata Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok orang tua dengan api menyala-nyala di belakangnya itu kemudian menghilang. Yati pun masuk ke dalam rumah karena dari atas Gunung Merapi ia melihat ada api yang meluncur ke bawah. Pun Ponimin. Keduanya pun berlindung di dalam rumahnya bersama anak-anaknya. Mereka bersembunyi di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa panas tiba-tiba menerjang disertai angin kencang dan debu. Di dalam rumah, keluarga ini masuk ke kamar dan berlindung di balik rukuh (mukena) milik Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami selamat, meski api berkobar-kobar di sekeliling kami. Atap rumah beterbangan. Kaca-kaca jendela pecah,” cerita Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah awan panas reda, mereka bergerak ke luar rumah. Namun tanah yang diinjak terasa panas. Mereka berhasil naik mobil di halaman rumah yang selamat dari amukan awan panas. Namun baru berjalan beberapa meter, ban mobil pecah karena meleleh. Mereka kembali masuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rumah mereka mengumpulkan tujuh bantal dan satu sajadah. Benda-benda itulah yang kemudian dijadikan “jembatan” untuk keluar dari rumah, menuju tempat aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak jauh dari rumah, mereka ditolong Tris, tetangganya yang juga selamat dan kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho di Pakem. Rukuh yang menyelamatkan nyawa Ponimin dan keluarganya itu kini disimpan. “Sudah ada yang nawar Rp 40 juta. Namun tidak saya kasih,” kata Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin dan keluarga memilih kini mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini. Selama mengungsi, dokter Anna merawat luka bakar di telapak kaki Ponimin. Akibat kedua telapak kakinya yang melepuh, Ponimin hingga saat ini hanya bisa duduk dan berbaring di kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengungsian ini, Yati masih bertanya-tanya, siapa gerangan sosok orang tua misterius yang muncul sebelum Merapi mengamuk itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-242338886116160830?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/10/29/brk,20101029-287976,id.html' title='Misteri Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/242338886116160830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=242338886116160830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/242338886116160830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/242338886116160830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/misteri-sosok-gaib-sebelum-letusan.html' title='Misteri Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7653998385342306441</id><published>2010-10-27T10:25:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T10:37:13.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Merapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merapi Meletus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><title type='text'>Abu Merapi Sampai ke Pangandaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.detik.com/content/2010/10/27/10/covermeletus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 216px;" src="http://images.detik.com/content/2010/10/27/10/covermeletus.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Meskipun berjarak sekitar 795 kilometer dari Yogyakarta, abu Gunung Merapi ternyata mampu mencapai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Gerimis abu Merapi sempat melanda Pangandaran tengah malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu tidak begitu kelihatan. Bentuknya seperti gerimis, turun tengah malam, sekitar 1 jam," ujar salah satu pembaca detikcom, Taopik, melalui fasilitas Info Anda, Rabu (27/10/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat abu tersebut, genteng dan pohon-pohon menjadi kotor. "Saat itu tebalnya kira-kira 1 cm," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, hal ini tak berlangsung lama. Hujan kemudian turun dan abu menjadi tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sekarang bentuknya abu kecil seperti debu. Belum terlalu mengotori pernapasan. Pandangan mata tidak terganggu," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini merupakan pertama kalinya abu Merapi sampai ke Pangandaran. Saat Merapi meletus tahun 2006 lalu, abunya tidak mencapai daerah yang terletak di Jawa Barat ini.`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun 2006 tidak sampai ke sini, baru kali ini," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Merapi juga berhembus ke Gombong (Kebumen) dan Cilacap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7653998385342306441?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/075054/1476165/10/abu-merapi-sampai-ke-pangandaran?nd992203605' title='Abu Merapi Sampai ke Pangandaran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7653998385342306441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7653998385342306441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7653998385342306441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7653998385342306441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/abu-merapi-sampai-ke-pangandaran.html' title='Abu Merapi Sampai ke Pangandaran'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1917867916980582940</id><published>2010-10-27T10:19:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T10:22:34.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muntilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kraton'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merapi Meletus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salatiga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbah Maridjan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksplosif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Klaten'/><title type='text'>Letusan Merapi Bersifat Eksplosif, Sebabkan Banyak Korban Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.detik.com/content/2010/10/27/10/merapi-reutersdlm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 190px;" src="http://images.detik.com/content/2010/10/27/10/merapi-reutersdlm.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta - Jumlah korban tewas akibat awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi, sedikitnya 19 orang, kemarin lebih besar dibandingkan peristiwa letusan Merapi 2006 lalu. Sebab letusan 2010 lebih besar daripada 2006 yang menewaskan 2 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu 2006 letusan Merapi masih tergolong normal. Sedangkan 2010 kemarin letusan Merapi berjenis eksplosif," kata kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/10/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi letusan eksplosif, dia melanjutkan, sudah terlihat dengan fenomena gelombang awan panas yang mengarah ke dusun sekitar Merapi. Ditambah lagi dengan dentuman yang beberapa kali terdengar saat erupsi terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jalur ke Kali Kuning itu yang paling rawan meski selama ini di situ relatif aman," tutur Subandriyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menampik jika korban tewas tersebut dikarenakan tidak ada peringatan dari pihak berwenang kepada masyarakat. "2-3 hari sebelum letusan sudah disosialisasikan ke warga dan meminta mengungsi, karena sudah diperkirakan berbahaya dengan status awas," sanggahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Subandriyo, kondisi Merapi saat ini relatif aman dibandingkan dengan hari kemarin. Proses evakuasi masih dilakukan tim SAR di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Desa ini merupakan kampung Mbah Mardjan. Di desa ini sekitar 16 jenazah ditemukan hingga semalam, belum termasuk Mbah Maridjan yang ditemukan tadi pagi.&lt;br /&gt;(ahy/nrl)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1917867916980582940?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/080508/1476168/10/letusan-merapi-bersifat-eksplosif-sebabkan-banyak-korban-tewas?nd992203605' title='Letusan Merapi Bersifat Eksplosif, Sebabkan Banyak Korban Tewas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1917867916980582940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1917867916980582940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1917867916980582940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1917867916980582940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/letusan-merapi-bersifat-eksplosif.html' title='Letusan Merapi Bersifat Eksplosif, Sebabkan Banyak Korban Tewas'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7496387228866179021</id><published>2010-10-06T09:36:00.002+07:00</published><updated>2010-10-06T09:52:10.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satya wacana carnival 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja Java Carnival 2010'/><title type='text'>Satya Wacana Carnival akan tampil di Jogja Java Carnival 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jogjajavacarnival.com/wp-content/uploads/2010/09/Harmonight-Map-Small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 848px;" src="http://www.jogjajavacarnival.com/wp-content/uploads/2010/09/Harmonight-Map-Small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka melakukan promosi Satya Wacana Carnival yang memasuki tahun kedua ini, SATYA WACANA CARNIVAL akan terlibat dalam perhelatan akbar Ulang Tahun Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di tahun 2010. Dalam perhelatan yang bertajuk "HARMONIGHT', Satya Wacana Carnival akan menampilkan 20 talent / model dari mahasiswa UKSW yang tergabung dalam Satya Wacana Carnival Community. seluruh model akan dibagi dalam tiga bagian yaitu Guest Arrival, Garuda Indonesia, dan Fire. 20 Talent dari Satya Wacana Carnival ini akan bergabung dengan seluruh talent Jogja Java Carnival. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 16 Oktober 2010 pukul 19.00 wib dan berada di jantung kota Yogyakarta yaitu Jalan malioboro hingga Kraton Yogyakarta. Saksikan kami dalam seluruh paduan fashion, koreografi, makeup, hairstyle, dan runway yang dikemas secara apik!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7496387228866179021?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.jogjajavacarnival.com/' title='Satya Wacana Carnival akan tampil di Jogja Java Carnival 2010'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7496387228866179021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7496387228866179021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7496387228866179021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7496387228866179021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/10/satya-wacana-carnival-akan-tampil-di.html' title='Satya Wacana Carnival akan tampil di Jogja Java Carnival 2010'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7830594523628121213</id><published>2010-09-29T12:47:00.002+07:00</published><updated>2010-09-29T12:55:53.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='theodurus gary natanael'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satya wacana carnival 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wangwung Perkusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='festival mata air 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas kristen satya wacana'/><title type='text'>Festival Mata Air 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs208.ash2/47155_100435916686819_100001612321301_1466_6154031_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 540px; height: 720px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs208.ash2/47155_100435916686819_100001612321301_1466_6154031_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk dukungan kepada program komunitas Tanam Untuk Kehidupan Salatiga. Yang akan menggelar acara FESTIVAL MATA AIR 2010 yang diselenggarakan pada tanggal 1 - 3 Oktober 2010 di Kampung Seni Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Maka Satya Wacana Carnival akan ikut terlibat dalam performing FASHION CARNIVAL pada tanggal 1 Oktober 2010. Dalam acara ini Satya Wacana Carnival akan menampilkan 4 model dalam 3 kostum yang berbeda. 1 kostum berupa kostum kecintakan dan suasana biru laut dan langit yang selalu indah. ditambah 2 kostum garuda Indonesia sebagai lambang Negara Indonesia. dan 1 buah kostum bertema Api sebagai kekuatan dan pengobar semangat saling memahami lingkungan. Selamat menyaksikan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7830594523628121213?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7830594523628121213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7830594523628121213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7830594523628121213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7830594523628121213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/09/festival-mata-air-2010.html' title='Festival Mata Air 2010'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-702150755881984968</id><published>2010-09-29T12:42:00.001+07:00</published><updated>2010-09-29T12:46:47.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='theodurus gary natanael'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satya wacana carnival 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas kristen satya wacana'/><title type='text'>PAWAI BUDAYA SATYA WACANA CARNIVAL 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TKLSkYKizKI/AAAAAAAAAO0/lpwIfZFWZZg/s1600/61266_105824262814651_100001612321301_42670_7459981_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TKLSkYKizKI/AAAAAAAAAO0/lpwIfZFWZZg/s320/61266_105824262814651_100001612321301_42670_7459981_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522207615513447586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan wayang secara simbolis oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D kepada Adita Sutresno, S.Si., M.Sc ketua panitia Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2010 menjadi tanda dibukanya acara Pawai Budaya Program OMB UKSW 2010, Sabtu siang (25/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 1500 mahasiswa baru mengikuti pawai budaya kemarin. Berbagai kostum hasil kreativitas mahasiswa baru dengan mengangkat sub tema Garuda Indonesia dan Api disuguhkan dalam pawai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima etnis yang menggambarkan kemajemukan budaya di UKSW meliputi etnis Batak, Jawa, Kalimantan, Poso dan Papua ikut mewarnai barisan pawai. Selain 5 etnis tersebut, turut ditampilkan sejumlah pasangan adat dari daerah Sulawesi Selatan, Betawi, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Padang, Toraja dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Replika fakultas-fakultas yang ada di UKSW juga ditampilkan dalam pawai yang menempuh rute hampir 2,5 kilometer ini. Enam tema dunia juga diusung dalam pawai tahun ini, meliputi eksploitasi anak, kemiskinan, mistik, global warming, terorisme dan korupsi. Mewakili Kelompok Bakat Minat (KBM) yang ada di UKSW, turut tampil KBM Taekwondo, KBM Wushu dan KBM Teater Tilar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mahasiswa baru UKSW, sejumlah siswa SMA Kristen Satya Wacana juga ikut ambil bagian dalam barisan pembawa bendera pataka fakultas di UKSW. Dua kelompok drumband masing-masing dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Salatiga dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Stella Matutina ikut menyemarakkan pawai budaya yang tahun ini memasuki tahun ke-2 penyelenggaraanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang mengguyur Salatiga tidak menyurutkan peserta pawai dan masyarakat kota Salatiga untuk menyaksikan rangkaian pawai yang melewati Jalan Diponegoro-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Sukowati dan berakhir di Lapangan Pancasila tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopsi Pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pawai budaya, pada hari yang sama juga digelar kegiatan penanaman pohon oleh sebagian mahasiswa baru UKSW. Kegiatan yang berlangsung Sabtu pagi (25/9) tersebut mengambil lokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Tegalsari, Salib Putih dan sebuah lokasi di Blotongan yang direncanakan akan menjadi lokasi kampus UKSW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 1241 pohon jenis Trembesi, Mahoni dan Kenari ditanam mahasiswa baru dalam kegiatan tersebut. Konsep yang dipakai dalam kegiatan penanaman pohon kali ini adalah satu mahasiswa satu pohon. Kegiatan tidak berhenti dipenanaman pohon saja, mahasiswa baru akan melakukan adopsi pohon selama satu semester kedepan untuk memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kegiatan penanaman pohon sebelumnya, pembuatan lubang tanam telah dipersiapkan panitia beberapa hari sebelum penanaman untuk meminimalisasi jumlah pohon yang tidak tumbuh. Selain pembuatan lubang tanam, jarak tanaman juga dipersiapan panitia dengan pemasangan acir dilokasi penanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang ditanam mahasiswa baru UKSW merupakan bentuk investasi UKSW untuk Kota Salatiga tercinta dimasa mendatang. Diharapkan dengan kegiatan penanaman pohon dan adopsi selama 1 semester, kesejukan kota Salatiga tetap terjaga dimasa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai Budaya Program OMB 2010 dan Penanaman dan Adopsi Pohon merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa baru UKSW. (dan/upk_panomb2010/ft:upk).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-702150755881984968?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.uksw.edu/id/artikel.asp?m=berita&amp;p=baca&amp;nmr=1940' title='PAWAI BUDAYA SATYA WACANA CARNIVAL 2010'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/702150755881984968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=702150755881984968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/702150755881984968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/702150755881984968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/09/pawai-budaya-satya-wacana-carnival-2010.html' title='PAWAI BUDAYA SATYA WACANA CARNIVAL 2010'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/TKLSkYKizKI/AAAAAAAAAO0/lpwIfZFWZZg/s72-c/61266_105824262814651_100001612321301_42670_7459981_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6350088297024316887</id><published>2010-09-09T22:44:00.002+07:00</published><updated>2010-09-09T22:48:22.283+07:00</updated><title type='text'>PRESS RELEASE PAWAI BUDAYA 2010 DALAM PROGRAM ORIENTASI MAHASISWA BARU UKSW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sU5tXM5mnDg/TE_RI9wXzHI/AAAAAAAAAOc/i7sWuhNWLFg/S760/spanduk-pawai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 760px; height: 380px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sU5tXM5mnDg/TE_RI9wXzHI/AAAAAAAAAOc/i7sWuhNWLFg/S760/spanduk-pawai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kehormatan dan keagungan bahwa PAWAI BUDAYA PROGRAM ORIENTASI MAHASISWA BARU kembali digelar untuk kedua kalinya. Dengan meningkatkan produktivitas dan kreatifitas generasi muda melalui fashion carnival. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAWAI BUDAYA PROGRAM ORIENTASI MAHASISWA BARU 2010 memasuki tahun penyelenggaran kedua, diselenggarakan di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia pada Hari Sabtu, 25 September 2010, pada pukul 10.00 wib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia mengundang media elektronik dan cetak serta fotografer Nasional maupun Internasional karena Pawai Budaya Program Orientasi Mahasiswa Baru 2010 merupakan acara yang unik, fantastik, spectakuler dan amazing dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Peserta tampil dengan kostum hasil rancangan sendiri dengan fashion run way dan fashion dance serta ditonton oleh ratusan ribu orang baik dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini Pawai Budaya akan mengangkat tema utama, “JAYALAH INDONESIAKU!!!”, yang berarti mengangkat kembali kejayaan Indonesia yang akan menjadi inspirasi fashion dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai Budaya Program Orientasi Mahasiswa Baru 2010 dipresentasikan dengan catwalk sepanjang 2,5 KM. Dengan penataan musik jalan yang selalu membawa penonton untuk menari dan berjoget bersama. Seluruh sub tema yang akan ditampilkan merupakan cerminan perbedaan yang ada di Salatiga yang memiliki kampus terbesar dan terbaik yaitu Universitas Kristen Satya Wacana yang mendapatkan julukan sebagai Indonesia Mini. Dengan mengambil sub tema :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- GARUDA INDONESIA : Sebagai lambang negara Indonesia, maka Pawai Budaya Program Orientasi Mahasiswa Baru 2010 mecoba mengimplementasikan serta mempresentasikan dalam bentuk kostum fashion carnival. Dengan mengambil warna merah, putih, coklat, dan keemasan menjadi ciri utama dalam kostum fashion karnaval nantinya.&lt;br /&gt;- FIRE : Diambil dalam logo Universitas Kriten Satya Wacan yang berupa Api dengan 7 buah nyala api memberikan semangat yang membara untuk generasi muda terus berkarya. Dengan mengambil warna Merah, Emas, Orange, dan hitam menjadikan ciri utama dalam fashion karnaval nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sub tema diatas dirancang secara bebas dan penuh kreatif dalam busana, musik, makeup, dan runway oleh 300 peserta karnaval dari Mahasiswa Baru. Selama satu bulan peserta karnaval dididik dengan cuma-cuma, melalui persiapan yang matang mulai dari kostum karnaval hingga fashion runway serta makeup yang digarap dan dirancang sendiri. Seluruh peserta yang pada umumnya tidak pernah menempuh pendidikan fashion desaign. Maka di tahun ini dengan mengangkat tema kekayaan Indonesia melalui budayanya yang sangat kental dan energik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Pawai Budaya pada tahun ini akan melibatkan 1500 Mahasiswa Baru  yang akan menampilkan tarian massal rainbow flag, tarian massal etnis, replika fakultas di UKSW, grup-grup Drumband SD-SMP se-Kota Salatiga, replika Fakultas di UKSW, serta Produk Unggulan UKSW. Dan yang pasti akan menampilkan lebih dari 300 orang dalam Fashion Catwalk Carnival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini diharapkan cukup untuk menggugah masyarakat dunia betapa cantik dan menariknya untuk berkunjung di Indonesia khususnya Kota Salatiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus panitia berterima kasih kepada seluruh media cetak maupun elektronik serta fotografer yang telah menghantarkan kami di beberapa event nasional maupun dunia seperti penutupan Q Film Festival di BOSHE VVIP Club, Yogyakarta, Pembukaan Jogja Fashion Weeks, Pembukaan Gebyar Budaya Indonesia 2010. Dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan jajarannya, dan kedutaan besar negara-negara tetangga, serta seluruh pimpinan pemerintah kota ataupun kabupaten di seluruh Indonedia. Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih dan memberikan rasa hormat sebesar-besarnya kepada Walikota Salatiga yang telah memberikan ruang kepada generasi muda untuk memajukan kotanya sendiri. Dan juga sebagai persembahan rasa hormat kami kepada Pimpinan UKSW dan SMU UKSW serta seluruh panitia Orientasi Mahasiswa Baru 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati dan menyaksikan acara kami ini, semoga kasih Tuhan selalu menyertai kita. Sampai bertemu di Pawai Budaya Program Orientasi Mahasiswa Baru 2011 berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Budaya,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6350088297024316887?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6350088297024316887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6350088297024316887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6350088297024316887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6350088297024316887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/09/press-release-pawai-budaya-2010-dalam.html' title='PRESS RELEASE PAWAI BUDAYA 2010 DALAM PROGRAM ORIENTASI MAHASISWA BARU UKSW'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sU5tXM5mnDg/TE_RI9wXzHI/AAAAAAAAAOc/i7sWuhNWLFg/s72-c/spanduk-pawai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7133795953801680459</id><published>2010-05-24T19:34:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T19:35:21.879+07:00</updated><title type='text'>WARIA DIHARAMKAN DI SALON WANITA</title><content type='html'>Kediri - Forum diskusi yang dilakukan para santri atau Bahtsul Masail Ke-22 di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengharamkan pemilik usaha kecantikan (salon) mempekerjakan waria. Meski memiliki sikap seperti perempuan, para waria tetap dinyatakan sebagai laki-laki dan tidak boleh bersentuhan dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Pondok Pesantren Al Falah Abdul Manan mengatakan rekomendasi ini ditujukan kepada para pemilik usaha salon wanita saja. Dengan mempekerjakan waria, pemilik salon dianggap membiarkan terjadinya perbuatan maksiat karena melakukan kontak fisik dengan perempuan sebagai konsumennya. “Pada prinsipnya waria adalah tetap laki-laki dan dilarang bersentuhan dengan perempuan di luar muhrim,” kata Abdul Manan, Jumat (21/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, rekomendasi ini perlu disampaikan kepada masyarakat mengingat semakin banyaknya komunitas waria di tanah air. Bahkan keberadaan mereka kerap dijumpai di tempat usaha kecantikan dan melakukan perbuatan yang dilarang syara’ kepada konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum diskusi yang dihadiri 125 delegasi pondok pesantren se-Jawa dan Madura itu meminta kepada pengusaha salon untuk mempekerjakan waria di tempat usaha laki-laki sesuai jenis kelaminnya. Mereka juga berharap keberadaan para waria ini bisa dikurangi dengan memberikan pengetahuan agama sejak dini. “Kami minta masyarakat bisa menerima masukan ini dengan bijak,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahtsul Masail pria ke-22 ini diselenggarakan selama dua hari sejak tanggal 19 – 20 Mei 2010. Selain merumuskan tenaga kerja waria, forum itu juga memperkuat hubungan pernikahan siri sebagai perbuatan yang sah. Rencananya seluruh rekomendasi tersebut akan diberikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta untuk ditindaklanjuti secara politik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7133795953801680459?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7133795953801680459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7133795953801680459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7133795953801680459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7133795953801680459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/05/waria-diharamkan-di-salon-wanita.html' title='WARIA DIHARAMKAN DI SALON WANITA'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-195143883157021905</id><published>2010-05-17T21:43:00.001+07:00</published><updated>2010-05-17T21:58:33.970+07:00</updated><title type='text'>(Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S_FXSE9SG-I/AAAAAAAAAOU/MKz8jhsiQlI/s1600/17169_103139393041831_100000373135188_82316_3499024_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S_FXSE9SG-I/AAAAAAAAAOU/MKz8jhsiQlI/s320/17169_103139393041831_100000373135188_82316_3499024_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472250990311906274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Setiap manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai hak dan martabat yang sama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini 17 Mei, masyarakat dunia yang peduli akan hak-hak kelompok Lesbian,Gay, Biseksual, Transgender/ Transeksual, Intersex (LGBTIQ) meyuarakan kepada pemimpin dunia dan masyarakat untuk melawan segala bentuk kebencian terhadap homoseksual. Pada 17 Mei 1990 Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menghapuskan homoseksual sebagai klasifikasi penyakit .  Kemudian pada  Deklarasi Montreal di  Kanada 26-29 Juli 2006 merekomendasikan agar semua negara dan PBB mengakui dan mempromosikan 17 Mei sebagai Hari Internasional Melawan Kebencian Terhadap Homoseksual.  Keputusan WHO tersebut juga telah diadopsi oleh Departemen Kesehatan RI dalam Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ) III tahun 1993 juga mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia dalam kebijakannya baik tingkat nasional (Pasal 4 ayat 1 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi), homoseksual termasuk dalam persenggamaan meyimpang. Ada sekitar 10 peraturan daerah meyamakan homoseksual dengan pelacuran, misalnya  Perda Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pemberantasan Pelacuran, pasal 8 ayat 1 dan 2 meyebutkan bahwa yangg termasuk dalam perbuatan pelacuran adalah a. homoseks; b. lesbian; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek kebencian terhadap LGBTIQ di Indonesia sejak tahun 2009-2010 tercatat ada beberapa diantaranya;  13 Februari 2010 Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali mengecam Waria melakukan kegiatan malam amal budaya di Banda Aceh,  dianggap telah menodai pelaksanaan syariat  Islam di Aceh.  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya Achef  Noor Mubarok akan melakukan pembinaan kepada 900 gay yang bekerjasama dengan Departemen Agama (Depag) dan Polisi Resort (Polres) Kota Tasikmalaya, dengan  alasannya karena gay dianggap sebagai penyakit mental dan dinilai sebuah adzab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hangat juga pemberitaan pembubaran oleh kelompok FUI dan FPI pada Konferensi International Gay Lesbian Association (ILGA) Asia  ke-4 26- 28 Maret 2010 di Surabaya Jawa Timur.  Serta yang terakhir pembubaran pelatihan HAM Waria oleh massa FPI di Depok yang diselenggarakan oleh Komnas HAM  29 April- 1 Mei  2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di dunia ada sekitar 80 negara yang mengkriminalisasika n homoseksualitas dan mengutuk prilaku  seks sejenis dengan hukuman penjara, bahkan ada yang menggunakan hukuman mati, seperti Iran, Mauritania, Nigeria, pakistan, Saudi Arabia, Sudan,Emirat Arab dan Yaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kami meminta kepada pemerintah Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Membuat kebijakan khusus sementara (afirmative action)  untuk perlindungan dan keamanan bagi kelompok LGBTIQ sebagai warga negera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Menghapuskan segala kebijakan baik ditingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBTIQ baik yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Menindak tegas kelompok yang melakukan kekerasan terhadap kelompok LGBTIQ untuk berserikat dan berkumpul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Meminta pemerintah  secara aktif mengkampanyekan dan mengadvokasi hak-hak kelompok LGBTIQ ditingkat International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.n Lembaga Ourvoice&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-195143883157021905?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/195143883157021905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=195143883157021905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/195143883157021905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/195143883157021905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/05/deklarasi-universal-hak-hak-asasi.html' title='(Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia)'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S_FXSE9SG-I/AAAAAAAAAOU/MKz8jhsiQlI/s72-c/17169_103139393041831_100000373135188_82316_3499024_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3004606051228426931</id><published>2010-05-05T10:31:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T10:41:15.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='theodurus gary natanael'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='world culture fashion carnival'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gebyar budaya indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salatiga Carnival Center'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas kristen satya wacana'/><title type='text'>PRESS RELEASE SALATIGA CARNIVAL CENTER 2</title><content type='html'>Sebuah kehormatan dan keagungan bahwa Salatiga Carnival Center kembali digelar yang merupakan kerja sama dengan pihak panitia Gebyar Budaya Indonesia 2010. Dengan meningkatkan produktivitas dan kreatifitas generasi muda melalui fashion carnival. Tahun kedua ini bersamaan dengan digelarnya Gebyar Budaya Indonesia 2010 oleh Senat Mahasiswa Universitas Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga Carnival Center berkesempatan untuk tampil dan menjadi ujung tombak pembukaan acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCC memasuki tahun penyelenggaran kedua, diselenggarakan di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia pada Hari Senin, 10 Mei 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCC mengundang media elektronik dan cetak serta fotografer Nasional maupun Internasional karena SCC merupakan acara yang unik, fantastik, spectakuler dan amazing dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Peserta tampil dengan kostum hasil rancangan sendiri dengan fashion run way dan fashion dance serta ditonton oleh sekitar 500 ribu orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini SCC akan mengangkat tema utama ,“INDONESIA HERITAGE”, yang berarti mengakat kembali kekuatan budaya Indonesia yang selalu menginspirasi fashion dunia. Dan jika ingin melihat budaya dunia tak perlu jauh untuk kita datang ke negara tersebut. Hanya di Indonesia semua budaya dunia telah ada. Selalu memberikan kesan menawan, megah, dan memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCC dipresentasikan dengan catwalk terbaik di dunia dengan panjang 2,3 KM. Dengan penataan musik jalan yang selalu membawa penonton untuk menari dan berjoget bersama. Seluruh sub tema yang akan ditampilkan merupakan cerminan perbedaan yang ada di Salatiga yang memiliki kampus terbesar dan terbaik yaitu Universitas Kristen Satya Wacana yang mendapatkan julukan sebagai Indonesia Mini. Dengan mengambil sub tema :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMATERA - Kekayaan Indonesia sebagai pesona yang tidak ada duanya di dunia dengan latar belakang budaya dan sejarah. SUMATERA merupakan The Land of Gold dipresentasikan dalam kesan mewah, fantastis dan monumental. Warna emas, merah, hijau, dan hitam akan mengingatkan kejayaan Indonesia pada Jaman Monarki. Dengan slogan SAVE SUMATERA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWA – Kekayaan Indonesia kedua ini merupakan sebuah pulau yang padat penduduknya dengan kekhasan dan perbedaan yang mencolok. Hadir pula tarian khas Jawa yang menggunakan topeng. Jawa akan dipresentasikan bagaimana topeng Gecul yang merupakan perawakan dari punokawan yang memberikan kesan lucu, elegan, tetapi cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMANTAN – Kekayaan Indonesia satu ini tidak ada duanya. Sebagai inspirasi kostum yang penuh keanekaragaman burung yang selalu tampil cantik dan penuh dengan kelembutan. The Land of Khatulistiwa akan dipresentasikan bagaimana solah-polah burung yang selalu menari kesana dan kesini. Dengan kekhasan warna hitam, merah, emas yang penuh kemegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULAWESI – Kekayaan Indonesia berikutnya penuh dengan ornamen kekhasan yang selalu memukau banyak orang. Dengan wisata bahari yang dikenal dunia yaitu Bunaken membawa SULAWESI sebagai tujuan wisata dunia. Dengan mempresentasikan SULAWESI dengan rumah adat Toraja yang penuh kekhasan dan kemegahannya. Warna Merah, Hitam, dan Emas akan membawa Sulawesi sebagai pulau wisata dunia berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BALI – kekayaan Indonesia satu ini tak boleh ditinggalkan bahwa BALI merupakan tujuan wisata kedua untuk wisatawan mancanegara setelah Hawai. Dengan budaya yang kuat, bali hadir dengan kegagahan dan kecantikan para penarinya. BALI adalah Surga Dunia juga bagi para fotografer dan peselancar dunia. Yang tak boleh ketinggalan adalah bunga kamboja yang selalu menghias di mahkota dara-dara cantik di Bali. Warna kekhasan PULAU SURGA DUNIA ini akan dipresentasikan dengan orange, merah, hitam, putih, dan keemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAPUA – Kekayaan Indonesia yang satu ini merupakan omega dan budaya terbaik Indonesia. Dengan kekhasan dan pula penuh emas. Membawa PAPUA sebagai inspirasi terbaik di Carnival kali ini. PAPUA merupakan surga bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi budaya asli Indonesia. Warna hitam, coklat, serta kesederhanaan masyarakat papua membawanya tetap tampil megah dan memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHINA – Budaya satu ini diambil dikarenakan adanya masyarakat Indonesia yang enuh dengan keanekaragaman. Maka CHINA merupaka tema kostum tamu di karnaval tahun ini. Dengan warna kekhasan merah, hitam, emas, dan putih serta dengan ornamen yang megah mengantarkan presentasi kostum karnaval china sebagai kostum karnaval yang penuh suara dan kelincahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEO HERITAGE – Merupakan tema pendukung untuk karnaval tahun ini. Neo Heritage merupakan penggabungan 7 tema sebelumnya yang selalu memberikan ciri khas megah, menawan, tetapi tetap tampil cantik. Akan dipresentaikan dengan warna hitam, emas, dan penggabungan 7 unsur budaya yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sub tema diatas dirancang secara bebas dan penuh kreatif dalam busana, musik, makeup, dan runway oleh 200 peserta karnaval. Selama 4 bulan lebih peserta karnaval dididik dengan cuma-cuma, melalui persiapan yang matang mulai dari kostum karnaval hingga fashion runway serta makeup yang digarap dan dirancang sendiri. Seluruh peserta yang pada umumnya tidak pernah menempuh pendidikan fashion desaign. Maka di tahun ini dengan mengangkat tema kekayaan Indonesia melalui budayanya yang sangat kental dan energik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini diharapkan cukup untuk menggugah masyarakat dunia betapa cantik dan menariknya untuk berkunjung di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus Salatiga Carnival Center berterima kasih kepada seluruh media cetak maupun elektronik seta fotografer yang telah menghantarkan kami di beberapa event nasional maupun dunia seperti penutupan Q Film Festival di BOSHE VVIP Club, Yogyakarta serta Pembukaan Jogja Fashion Weeks. Dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan jajarannya, dan kedutaan besar negara-negara tetangga, serta seluruh pimpinan pemerintah kota ataupun kabupaten di seluruh Indonedia. Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih dan memberikan rasa hormat sebesar-besarnya kepada Walikota Salatiga yang telah memberikan ruang kepada generasi muda untuk memajukan kotanya sendiri. Dan juga sebagai persembahan rasa hormat kami kepada Pimpinan UKSW dan SMU UKSW serta seluruh panitia Gebyar Budaya Indonesia 2010. Sebagai kebanggaan kami dapat diundang dan bergabung diacara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati dan menyaksikan acara kami ini, semoga kasih Tuhan selalu menyertai kita. Sampai bertemu di SCC berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Budaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theodurus Gary Natanael&lt;br /&gt;President Directur Salatiga Carnival Center&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3004606051228426931?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3004606051228426931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3004606051228426931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3004606051228426931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3004606051228426931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/05/press-release-salatiga-carnival-center.html' title='PRESS RELEASE SALATIGA CARNIVAL CENTER 2'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-4273222429404220875</id><published>2010-04-21T17:13:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T17:17:51.554+07:00</updated><title type='text'>Call for applications to the CSBR Sexuality Institute</title><content type='html'>***Deadline for Applications: May 21, 2010***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Coalition for Sexual and Bodily Rights in Muslim Societies (CSBR)&lt;br /&gt;is pleased to announce the 3rd CSBR Sexuality Institute 2010 to be held&lt;br /&gt;between September 18th and 25th 2010 in Jakarta, Indonesia. Designed as&lt;br /&gt;a comprehensive curriculum on sexuality, sexual and reproductive health&lt;br /&gt;and rights with an in depth discussion on the linkages between research&lt;br /&gt;and practice, the CSBR Sexuality Institute offers a holistic&lt;br /&gt;interdisciplinary program combining history, theory, research and&lt;br /&gt;politics of sexuality with applications of advocacy, and fieldwork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The CSBR Sexuality Institute brings together leading leading sexual and&lt;br /&gt;reproductive rights activists, academics and researchers. Held&lt;br /&gt;previously in Malaysia (2008) and Turkey (2009) with participants from&lt;br /&gt;20 countries throughout Asia, Africa and the Middle East, the&lt;br /&gt;institutes include lectures, group work, roundtables, panels, site&lt;br /&gt;visits and film screenings, as well as a methodology to engage&lt;br /&gt;participants’ own experiences around sexuality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Background&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I would summarize the experience I had at the CSBR Institute in one&lt;br /&gt;word - that is: LIBERATING. The novelty of this [CSBR’s] discourse in&lt;br /&gt;our socio-cultural context is certainly one important aspect, but more&lt;br /&gt;importantly, the silence that our society harbors around sexuality has&lt;br /&gt;become so “normal” that we often forget how integral it is to our&lt;br /&gt;existence and well-being.” (Mahrukh Mouhiddin, BRAC University –&lt;br /&gt;Bangladesh, CSBR Sexuality Institute 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“In one sentence; the Institute has shown me that sexuality is not only&lt;br /&gt;about problems, ill-being and repercussion; it is also about pleasure,&lt;br /&gt;happiness, well being and CHANGE” (Gulalai Ismail, Aware Girls –&lt;br /&gt;Pakistan, CSBR Sexuality Institute 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The realization of sexual and reproductive health and rights is an&lt;br /&gt;integral part of gender equality, development and social justice.&lt;br /&gt;However, sexuality continues to be a contested site of political&lt;br /&gt;struggles both in Muslim societies and across the globe. Increasing&lt;br /&gt;global militarism, conservatism, and nationalism over the last decades&lt;br /&gt;provoked a serious backlash on sexual and reproductive health and&lt;br /&gt;rights, both at national and global levels. Given the current&lt;br /&gt;polarizations, it is more pertinent than ever to strengthen critical&lt;br /&gt;insight, further research, enhance knowledge and capacity on sexual and&lt;br /&gt;reproductive health and rights, and build an inclusive and affirmative&lt;br /&gt;discourse on sexuality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the above mentioned context, the aims of the CSBR Sexuality&lt;br /&gt;Institute are:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To further knowledge on the multi-dimensional and intersecting aspects&lt;br /&gt;of sexuality, health and rights;&lt;br /&gt;To develop a deeper theoretical understanding of sexuality through a&lt;br /&gt;historical overview and analysis of current debates and research at the&lt;br /&gt;global level;&lt;br /&gt;To provide a comprehensive and holistic understanding of sexuality in&lt;br /&gt;Muslim societies through a discussion of the history, legal frameworks,&lt;br /&gt;research, and current discourses;&lt;br /&gt;To enhance participants’ sexual and reproductive health and rights&lt;br /&gt;advocacy skills on national and international levels;&lt;br /&gt;To increase participants’ capacity as leading advocates, practitioners&lt;br /&gt;and researchers on sexuality issues at national, regional and&lt;br /&gt;international levels.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-4273222429404220875?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/4273222429404220875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=4273222429404220875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4273222429404220875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4273222429404220875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/call-for-applications-to-csbr-sexuality.html' title='Call for applications to the CSBR Sexuality Institute'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-856124345228622749</id><published>2010-04-21T07:19:00.002+07:00</published><updated>2010-04-21T07:23:10.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tenaga Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPAP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Dibutuhkan Karyawan Pengelola Program KPAP Jawa Timur</title><content type='html'>Dear  All...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan tenaga staf Pengelola Program di Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Timur. Kualifikasi dan Rincian Tugas dapat dilihat pada lampiran.&lt;br /&gt;Lamaran ditujukan kepada : Sekretaris KPA Provinsi Jawa Timur melalui Email dan Surat ke alamat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;d/a Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlwan No 110 Lt 1 Surabaya&lt;br /&gt;no telp. 3575547&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;KPAP Jatim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-856124345228622749?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/856124345228622749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=856124345228622749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/856124345228622749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/856124345228622749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/dibutuhkan-karyawan-pengelola-program_21.html' title='Dibutuhkan Karyawan Pengelola Program KPAP Jawa Timur'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5454881429567243765</id><published>2010-04-21T07:19:00.001+07:00</published><updated>2010-04-21T07:23:07.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tenaga Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPAP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Dibutuhkan Karyawan Pengelola Program KPAP Jawa Timur</title><content type='html'>Dear  All...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan tenaga staf Pengelola Program di Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Timur. Kualifikasi dan Rincian Tugas dapat dilihat pada lampiran.&lt;br /&gt;Lamaran ditujukan kepada : Sekretaris KPA Provinsi Jawa Timur melalui Email dan Surat ke alamat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;d/a Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlwan No 110 Lt 1 Surabaya&lt;br /&gt;no telp. 3575547&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;KPAP Jatim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5454881429567243765?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5454881429567243765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5454881429567243765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5454881429567243765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5454881429567243765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/dibutuhkan-karyawan-pengelola-program.html' title='Dibutuhkan Karyawan Pengelola Program KPAP Jawa Timur'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3477590453116647963</id><published>2010-04-21T07:17:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T07:19:33.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIV +. Walikota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIV/AIDS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dukung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aids'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Bubar'/><title type='text'>Amerika Dukung Program HIV/AIDS di Indonesia</title><content type='html'>Jakarta, KabariNews.com - Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasionalnya (USAID) terus mendukung program pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk nyata yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat tersebut di antaranya adalah dengan meluncurkan program baru nya yang diberi nama Scaling Up for Most-at-risk Populations untuk jangka waktu lima tahun kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek senilai US$ 35 juta tersebut akan memfokuskan diri di delapan provinsi di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Kedutaan Besar Amerika Serikat, provinsi yang akan menjadi fokus program ini di antaranya adalah Jawa, Sumatera dan Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini isi siaran pers tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) hari ini meluncurkan sebuah program pencegahan HIV/AIDS yang baru untuk kurun lima tahun di Indonesia. Proyek yang diberi nama Scaling Up for Most-at-risk Populations merupakan bagian dari upaya Pemerintah AS senilai 35 juta dollar AS untuk membantu Pemerintah Indonesia mencegah penyebaran HIV/AIDS. Proyek ke-dua yang fokus pada peningkatan kapasitas LSM bagi HIV/AIDS juga akan diumumkan. Kedua proyek ini akan dijalankan secara terpadu dan kemitraan dengan Pemerintah Indonesia di bawah naungan Rencana Aksi Strategis Nasional bagi HIV/AIDS untuk 2010-2014. Proyek ini akan dipusatkan di delapan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatra Utara, Papua dan Papua Barat, dan DKI Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3477590453116647963?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3477590453116647963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3477590453116647963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3477590453116647963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3477590453116647963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/amerika-dukung-program-hivaids-di.html' title='Amerika Dukung Program HIV/AIDS di Indonesia'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6096215924537299275</id><published>2010-04-20T06:11:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T07:17:45.900+07:00</updated><title type='text'>LGBT Coming Out</title><content type='html'>Selamat Pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Terkait dengan kegagalan kongres Gay &amp; Lesbian di Surabaya ini,&lt;br /&gt;sebenarnya bagaimana menurut bu Soe Tjen Masyarakat seharusnya&lt;br /&gt;menyikapi hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya herankan dari masyarakat Indonesia adalah bila mereka bilang&lt;br /&gt;kalau LGBT (Lesbian gay biseksual transseksual) ini bukan bagian budaya&lt;br /&gt;Indonesia. Orientasi seksual ini harus ditolak karena merupakan&lt;br /&gt;kebudayaan asing. Ini hal yang salah kaprah bagi saya. Misalnya, di&lt;br /&gt;Ponorogo. Di situ ada warok, yang mempunyai gemblak yaitu lelaki muda&lt;br /&gt;yang biasanya cakap parasnya. Dan ini amat diterima di Ponorogo. Bahkan&lt;br /&gt;warok itu amat dihormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Sulawesi, ada Bissu. Dia adalah lelaki yang mirip perempuan dan&lt;br /&gt;berpakaian perempuan. Dan dia adalah pendeta di sana. Mereka juga&lt;br /&gt;mengenal Calalai dan Calabai, yaitu gender-gender yang lain. Tidak&lt;br /&gt;hanya lelaki dan perempuan saja. Bahkan pada abad 17, 18 bahkan sampai&lt;br /&gt;awal abad ke-19, ada catatan-catatan dari misionaris Eropa tentang&lt;br /&gt;keberagaman orientasi seksual di Nusantara ini. Dan justru mereka ini&lt;br /&gt;yang mengecam bahwa orang-orang di Nusantara ini tidak bermoral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di Asia Tenggara sendiri orientasi seksual seperti itu diterima&lt;br /&gt;pada jaman dulu. Sekarang malah kebalikannya. Banyak orang Indonesia&lt;br /&gt;yang bilang kalau LGBT itu dari Barat dan tidak bermoral. Gimana ini&lt;br /&gt;sekarang? Jadi yang namanya moral itu sangat rancu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Bu Soe Tjen, tapi apakah karena kebudayaan itu sudah mengakar dan&lt;br /&gt;sudah menjadi sebuah kultur dari masyarakat. Jadi, kalau ada LGBT yang&lt;br /&gt;come out atau menampilkan diri, justru ini yang dirasa mengganggu bagi&lt;br /&gt;mereka. Apa benar begitu, ibu Soe Tjen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak budaya yang bukan merupakan akar dari masyarakat itu.&lt;br /&gt;Tidak ada budaya yang asli sama sekali – biasanya budaya sekarang sudah&lt;br /&gt;merupakan campuran di sana-sini dan dipengaruhi oleh berbagai budaya&lt;br /&gt;lain. Bahkan suatu budaya seringkali adalah comotan dari budaya lain&lt;br /&gt;dan Negara lain. Jadi, kalau ada yang bilang hal ini budaya asli&lt;br /&gt;Indonesia, aduh, ini pernyataan yang tidak masuk akal sama sekali dan&lt;br /&gt;bahkan bodoh sekali. Ini adalah pernyataan orang yang jarang membaca.&lt;br /&gt;Akhirnya inilah yang menyudutkan para LGBT ketika mereka come out,&lt;br /&gt;mereka akhirnya ditolak karena anggapan tidak sesuai dengan akar budaya&lt;br /&gt;Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa orang juga sempat bertanya apa saya ini lesbian. Saya&lt;br /&gt;biasanya tidak menolak dianggap lesbian. Karena menurut saya, orientasi&lt;br /&gt;seksual itu tidak sepatutnya dipermasalahkan. Itu hak pribadi&lt;br /&gt;seseorang. Kalau ada orang yang bilang saya lesbian, ya terserah. Tapi&lt;br /&gt;saya sekarang mau menyatakan bahwa saya adalah heteroseks yang&lt;br /&gt;pro-LGBT. Mengapa? Karena saat ini, saya merasa malu menjadi&lt;br /&gt;heteroseks, kalau heteroseks hanyalah dibuat sebagai tanda kenormalan&lt;br /&gt;dan bisa mengintimidasi LGBT. Karena itu sekali lagi saya menyatakan&lt;br /&gt;bahwa saya malu menjadi heteroseks, kalau mereka merasa mempunyai hak&lt;br /&gt;melecehkan para LGBT. Saya benar-benar malu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Ibu Soe Tjen, golongan LGBT ini juga sering menerima hambatan dari golongan agama. Menurut ibu Soe Tjen ini bagaimana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita bicara tentang agama Islam dulu. Di Alquran, tidak&lt;br /&gt;ada pengutukan terhadap lesbian. Sama sekali tidak. Baca deh, kalau&lt;br /&gt;nggak percaya. Yang dipakai sebagai referensi pengutukan gay lelaki&lt;br /&gt;selalu Sodom dan Gomorah, dan Nabi Lut. Tapi Alquran itu ayatnya banyak&lt;br /&gt;sekali. Jadi tidak saja Sodom dan Gomorah saja yang seharusnya menjadi&lt;br /&gt;referensi. Tapi kisah Sodom dan Gomorah itu sebenarnya dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;budaya saat itu dan juga interpretasi manusia yang menuliskannya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada beberapa hal yang aneh pada kisah itu: Pertama, kalau memang&lt;br /&gt;gay lelaki yang dikutuk, kenapa istri-istri mereka juga dikutuk oleh&lt;br /&gt;Allah? Ini mengherankan sekali. Dan dalam Islam itu ada ijtihad. Yaitu,&lt;br /&gt;kita berpikir sesuai dengan hati nurani dan konteks. Jadi, konteks&lt;br /&gt;Sodom dan Gomorah ini sebenarnya sudah tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Baik, tapi ini bukan cuma dari satu agama saja, ya bu Soe Tjen. Bukan&lt;br /&gt;hanya agama Islam tapi beberapa golongan lain juga menolak keberadaan&lt;br /&gt;LGBT ini dengan mengatasnamakan agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dari golongan Kristen juga banyak sekali. Sama juga,&lt;br /&gt;referensinya itu juga Sodom dan Gomorah itu. Jawaban saya sebenarnya&lt;br /&gt;hampir sama dengan di Alquran itu dan yang . . . (diputus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Baik, bu Soe Tjen. Apakah menurut bu Soe Tjen kebudayaan LGBT ini&lt;br /&gt;diimpor dari luar Negeri atau dasarnya itu sudah ada di Indonesia&lt;br /&gt;aslinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya katakan: Masalah kebudayaan itu amat rancu.&lt;br /&gt;Jadi kebudayaan itu tidak ada yang asli, tidak ada yang bisa disebut&lt;br /&gt;hal ini kebudayaan Indonesia saja. Kebudayaan itu tidak pernah dari&lt;br /&gt;satu sisi. Tapi, LGBT itu ada, dan sempat diterima dalam kebudayaan&lt;br /&gt;kita, bahkan sempat dikecam oleh pihak luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Bu Soe Tjen, sekarang saatnya kita terima komentar dan pertanyaan dari pendengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dan komentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Begini, mbak, saya melihat di Indonesia ini sudah keblinger. Anda&lt;br /&gt;mengatasnamakan budaya, dan dengan ini mereka bisa menentang agama.&lt;br /&gt;Justru lelaki perempuan ini sudah ditakdirkan oleh Allah untuk para&lt;br /&gt;mahluknya. Kita melihat binatang saja tidak ada yang begitu kok.&lt;br /&gt;Apalagi manusia yang sudah mempunyai aturan-aturan agama. Ketika anda&lt;br /&gt;berbicara agama dan budaya, semua disalahkan untuk membenarkan suatu&lt;br /&gt;hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurut saya, ini harus dipahami dulu oleh ibu. Keberadaan lesbian&lt;br /&gt;dan gay ini apakah hasil kebudayaan, kebiasaan, atau apa saja, ini&lt;br /&gt;harus kita tolak. Ini merupakan penyakit. Seperti yang telah dinyatakan&lt;br /&gt;oleh Profesor Naya Sujana di radio ini. Penyakit ini real, penyakit ini&lt;br /&gt;ada di masyarakat. Jadi, hal ini penyakit. Masyarakat harus&lt;br /&gt;menyembuhkannya. Jadi ibu jangan hanya hantam kromo begitu. Ini masalah&lt;br /&gt;real. Ini memang betul-betul penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saya menolak homo dan lesbian. Coba buka Alquran dan Hadis. Itu ada&lt;br /&gt;di ALquran dan Hadis. INi penyakit social. Ini adalah penyakit yang&lt;br /&gt;berbahaya. Oleh Rasul Allah kita dianjurkan untuk menikah. Ini sudah&lt;br /&gt;diatur oleh agama dan moral itu sangat penting. Sampai kapan pun saya&lt;br /&gt;tolak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan, jadi jangan&lt;br /&gt;merakayasa Alquran dan membuatnya mengikuti aturan manusia. Karena&lt;br /&gt;hanya manusia aneh yang berbuat demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekarang tentang Alquran dan Islam dulu. Tapi dalam Islam itu ada&lt;br /&gt;yang namanya Khuntsa. Ini munculnya pada abad-8, saat ada reformasi&lt;br /&gt;pengetahuan dalam dunia Islam. Dan ini tertulis dalam Fikh. Khuntsa itu&lt;br /&gt;artinya lelaki yang keperempuanan. Jadi ada gender-gender yang lain,&lt;br /&gt;ada yang berkelamin ganda juga. Jadi, Quran itu tidak bisa dibaca satu&lt;br /&gt;ayat saja, lalu dicuplik dan dilepaskan dari keseluruhan Alquran. Ini&lt;br /&gt;yang menyebabkan kekerasan dan kebencian. Padahal saya yakin, Islam itu&lt;br /&gt;agama yang penuh cinta kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tentang kebudayaan, kalau ada pemirsa yang bilang budaya kita&lt;br /&gt;tidak bisa diterima. Aduh, saya sudah berkali-kali berkata bahwa&lt;br /&gt;kebudayaan itu tidak ada yang asli. Budaya selalu berubah. Seperti yang&lt;br /&gt;saya sebut, dulu orientasi seksual yang berbeda itu cukup diterima di&lt;br /&gt;Nusantara dan bahkan sempat dikecam oleh orang-orang Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Baik, ibu Soe Tjen. Jadi, kesimpulannya LGBT belum diterima secara&lt;br /&gt;bebas di Indonesia ya. Kalau sembunyi-sembunyi mungkin tidak apa-apa&lt;br /&gt;ya. Tapi kalau come out, di Indonesia ini mungkin masih belum bisa.&lt;br /&gt;Baik, ibu Soe Tjen Makasih atas waktunya yang diberikan untuk radio&lt;br /&gt;Elshinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6096215924537299275?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6096215924537299275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6096215924537299275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6096215924537299275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6096215924537299275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/lgbt-coming-out.html' title='LGBT Coming Out'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-4188171816551934855</id><published>2010-04-20T06:02:00.001+07:00</published><updated>2010-04-20T06:10:24.308+07:00</updated><title type='text'>Solidarität mit ILGA Asien</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8ziufzmA2I/AAAAAAAAAOE/Sk7lWAFWB5Y/s1600/Ilga.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 70px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8ziufzmA2I/AAAAAAAAAOE/Sk7lWAFWB5Y/s320/Ilga.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461989736533328738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Der Lesben- und Schwulenverband (LSVD) fordert die Bundesregierung auf,&lt;br /&gt;gegenüber der Regierung Indonesiens auf die Wahrung der vollen&lt;br /&gt;Menschen- und Bürgerrechte für Lesben und Schwule zu pochen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Am 26. März 2010 verhinderte eine Gruppe islamistischer&lt;br /&gt;Fundamentalisten im indonesischen Surabaya eine Konferenz der&lt;br /&gt;asiatischen Region der International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and&lt;br /&gt;Intersex Association (ILGA). Die mehr als 100 Konferenzteilnehmer innen&lt;br /&gt;und –teilnehmer aus zwölf Staaten wurden belagert, bedroht und&lt;br /&gt;eingeschüchtert. Die 4. ILGA Asien Konferenz sollte vom 26. bis 28.&lt;br /&gt;März in der zweitgrößten Stadt Indonesiens stattfinden. Gastgeber der&lt;br /&gt;Veranstaltung war Indonesiens älteste schwullesbische Organisation GAYa&lt;br /&gt;NUSANTARA, deren Gründer und Direktor, Dede Oetomo, im internationalen&lt;br /&gt;Beirat der Hirschfeld-Eddy- Stiftung vertreten ist. ILGA Asien zählt&lt;br /&gt;mehr als 160 Mitgliedsorganisati onen aus 17 asiatischen Staaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obwohl die örtlichen Polizeibehörden den Organisatoren zunächst ihre&lt;br /&gt;Unterstützung zugesagt hatten, machten sie einen Rückzieher, als die&lt;br /&gt;Fundamentalisten vor Ort massive Proteste ankündigten. Man sehe sich&lt;br /&gt;nicht in der Lage, die Konferenzteilnehmer innen und -teilnehmer zu&lt;br /&gt;schützen. ILGA Asien wurde zu einer öffentlichen Erklärung gezwungen,&lt;br /&gt;wonach die Konferenz offiziell abgesagt werden. Bereits am 24. März&lt;br /&gt;hatte das Mercure Hotel die Gäste wieder ausgeladen, obwohl Zimmer und&lt;br /&gt;Konferenzräume bereits bezahlt waren. Die zahlreichen Aktivistinnen und&lt;br /&gt;Aktivisten mussten in ein anderes Hotel ausweichen. Am 29. März soll&lt;br /&gt;laut Presseberichten das indonesische Ministerium für religiöse&lt;br /&gt;Angelegenheit angekündigt haben, gerichtlich gegen die Organisatoren&lt;br /&gt;der Konferenz vorzugehen wegen „antireligiöser Aktivitäten“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das Vorgehen der indonesischen Behörden ist mit der Verfassung des&lt;br /&gt;Landes, die auf weltlichen Prinzipien beruht und den&lt;br /&gt;Gleichheitsgedanken hochhält, unvereinbar. Zudem widerspricht das&lt;br /&gt;Vorgehen der Behörden den demokratischen Prinzipien der Versammlungs-&lt;br /&gt;und Demonstrationsfreih eit und mehreren UN Menschenrechtsabkom men, die&lt;br /&gt;auch Indonesien unterzeichnet hat. Antihomosexuelle Übergriffe&lt;br /&gt;verletzen elementare Menschenrechte wie sie in der Allgemeinen&lt;br /&gt;Erklärung der Menschenrechte und im Internationalen Pakt über&lt;br /&gt;bürgerliche und politische Rechte festgelegt sind. Das Recht auf ein&lt;br /&gt;Leben ohne Diskriminierung schließt den Schutz vor Diskriminierung&lt;br /&gt;aufgrund der sexuellen Identität mit ein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Der LSVD hat das Auswärtige Amt am 30. März bereits über die Vorfälle&lt;br /&gt;informiert und auf die weiterhin bestehende Gefahr für die&lt;br /&gt;Aktivistinnen und Aktivisten von GAYa NUSANTARA hingewiesen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wir fordern die Bundesregierung auf, gegenüber der indonesischen&lt;br /&gt;Regierung gegen das Vorgehen der Behörden in Surabaya zu protestieren&lt;br /&gt;und klarzustellen, dass die Menschenrechte universell und unteilbar&lt;br /&gt;sind, für alle gelten, auch für Lesben und Schwule. Die Frage, wie mit&lt;br /&gt;sexuellen Minderheiten in einer Gesellschaft umgegangen wird, ist immer&lt;br /&gt;ein Lackmustest für den Freiheits- und Reifegrad eines Gemeinwesens. In&lt;br /&gt;der Frage der Achtung der Menschenrechte darf es keine&lt;br /&gt;Hierarchisierungen geben, der eine darf nicht mehr Menschenrechte oder&lt;br /&gt;größeren Schutz genießen als der andere.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-4188171816551934855?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/4188171816551934855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=4188171816551934855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4188171816551934855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4188171816551934855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/solidaritat-mit-ilga-asien.html' title='Solidarität mit ILGA Asien'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8ziufzmA2I/AAAAAAAAAOE/Sk7lWAFWB5Y/s72-c/Ilga.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7088656830228211196</id><published>2010-04-20T05:59:00.001+07:00</published><updated>2010-04-20T06:02:35.512+07:00</updated><title type='text'>Seorang Gay Muslim dan Sekretaris Umum Ourvoice</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8zg7yhxFBI/AAAAAAAAAN8/eKjm9gICKHY/s1600/1_435973088l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8zg7yhxFBI/AAAAAAAAAN8/eKjm9gICKHY/s320/1_435973088l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461987765873873938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi International Gay Lesbian Association (ILGA) Asia ke-4 batal&lt;br /&gt;dilaksanakan 26- 28 Maret 2010 di Surabaya Jawa Timur akibat tekanan &lt;br /&gt;dari kelompok garis keras yang tergabung dalam FUI dan FPI. Padahal &lt;br /&gt;Konferensi itu telah mendapat rekomendasi dari Kepolisian Daerah Jatim &lt;br /&gt;Wilayah Kota Besar Resor Surabaya Selatan REKOM/67/III/ 2010/POLRES &lt;br /&gt;tanggal 3 Maret 2010. Anehnya polisi memilih tunduk pada intimidasi &lt;br /&gt;kelompok garis keras dibandingkan mempertahankan rekomendasi yang mereka&lt;br /&gt;keluarkan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan kegagalan kepolisian dalam melindungi setiap warga &lt;br /&gt;negaranya untuk berkumpul dan berekspresi. Hak kami sebagai warga &lt;br /&gt;negara yang diatur dalam UUD 45 telah dikalahkan oleh kelompok garis &lt;br /&gt;keras. Tindakan mereka jelas-jelas melanggar hukum telah memaksakan &lt;br /&gt;kehendak pada orang lain dengan menggunakan kekerasan. Sulit dipikirkan &lt;br /&gt;mengapa polisi sebagai aparat negara telah kehilangan wibawa dan &lt;br /&gt;kekuatan di hadapan kelompok pelaku kekerasan. Bahkan Menteri Agama RI &lt;br /&gt;Surya Dharma Ali menyatakan pelaksana konferensi ILGA Asia dapat &lt;br /&gt;dipidanakan. Karena dapat dianggap sebagai bentuk penodaan agama dan &lt;br /&gt;pelecehan susila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pelarangan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Kita masih ingat pada tanggal 13 Februari 2010 para waria di Banda &lt;br /&gt;Aceh melakukan kegiatan malam sosial mendapatkan kecaman dari para ulama&lt;br /&gt;di Aceh. Menurut Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali&lt;br /&gt;di Banda Aceh bahwa “kegiatan itu telah menodai pelaksanaan syariat &lt;br /&gt;Islam di Aceh”. Demikian juga dengan kejadian di Tasikmalaya, yaitu &lt;br /&gt;ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya Achef Noor Mubarok&lt;br /&gt;akan melakukan pembinaan kepada 900 gay yang bekerjasama dengan &lt;br /&gt;Departemen Agama (Depag) dan Polisi Resort (Polres) Kota Tasikmalaya, &lt;br /&gt;dengan alasannya karena gay dianggap sebagai penyakit mental dan &lt;br /&gt;dinilai sebuah adzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeliruan umum dalam memahami homoseksualitas di Indonesia masih &lt;br /&gt;sangat kuat. Meskipun tuduhan bahwa homoseksualitas itu sama dengan &lt;br /&gt;“penyakit mental” “kelainan jiwa” dan beberapa keliruan lainnya &lt;br /&gt;sebenarnya telah lama dianulir. Pada tahun 1973 American Psychiatric &lt;br /&gt;Association (APA) menghapus kategori homoseksual sebagai gangguan jiwa. &lt;br /&gt;Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 17 Mei 1990 &lt;br /&gt;secara resmi mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit. Sehingga 17 Mei &lt;br /&gt;dijadikan momentum peringatan International Day Against Homophobia &lt;br /&gt;(IDAHO), hari melawan kebencian terhadap homoseksual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis &lt;br /&gt;Gangguan Jiwa, Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tahun &lt;br /&gt;1983 (PPDGJ II) dan (PPDGJ III) 1993, pada point F66 meyebutkan bahwa &lt;br /&gt;orientasi seksual (homoseksual, heteroseksual, biseksual) jangan &lt;br /&gt;dianggap sebagai suatu gangguan. PPDGJ I-III oleh Depkes ditetapkan &lt;br /&gt;sebagai acuan profesi kesehatan jiwa dan akademisi di seluruh Indoensia.&lt;br /&gt;Sehingga tuduhan oleh orang atau kelompok bahwa homoseksual selalu &lt;br /&gt;dikaitkan dengan gangguan jiwa ataupun penyakit hanya sebuah asumsi dan &lt;br /&gt;tuduhan yang tidak berasalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi adalah seorang gay yang hingga saat ini terus menghayati &lt;br /&gt;keislaman saya. Saya dibesarkan di keluarga dan masyarakat muslim &lt;br /&gt;Muhammadiyah. Saya muslim yang meyakini ajaran yang diperintahkan oleh &lt;br /&gt;Allah Swt dan Rasul-Nya: Muhammad Saw seperti sholat, puasa dan juga &lt;br /&gt;berbuat baik pada orang lain. Tidak ada perbedaan ritual ibadah yang &lt;br /&gt;saya lakukan dengan umat Islam pada umumnya. Keyakinan Islam saya &lt;br /&gt;bukanlah seperti keyakinan yang dituduh “sesat” oleh ulama, seperti &lt;br /&gt;Ahmadiyah, Lia Eden, Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sering mengganggu saya adalah mengapa kebencian sebagian&lt;br /&gt;ulama yang dalam hal ini diwakili kelompok garis keras sangat besar &lt;br /&gt;kepada homoseksual? Tak hanya sebagian ulama yang memiliki kebencian &lt;br /&gt;terhadap homoseksual, tetapi juga pemerintah. Hampir semua peraturan &lt;br /&gt;daerah tentang pelacuran, maksiat, perbuatan asusila memasukan kelompok &lt;br /&gt;homoseksual sama dengan pelacuran. Seperti yang terdapat pada Perda Kota&lt;br /&gt;Palembang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pemberantasan Pelacuran, pasal 8 &lt;br /&gt;ayat 1 dan 2 meyebutkan bahwa: Pelacuran adalah perbuatan yang &lt;br /&gt;dilakukan setiap orang dan atau sekelompok orang dengan sadar bertujuan &lt;br /&gt;mencari kepuasan syahwat di luar ikatan pernikahan yang sah dengan atau &lt;br /&gt;tanpa menerima imbalan, baik berupa uang maupun bentuk lainnya. Yang &lt;br /&gt;termasuk dalam perbuatan pelacuran adalah a. homoseks; b. lesbian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan keagamaan dan peraturan di atas mengingatkan saya ketika &lt;br /&gt;belajar agama pada masa saya kecil bahwa Allah Swt menjanjikan surga &lt;br /&gt;bagi seorang muslim. Rasulullah Saw bersabda melalui Abu Dzar: “Jibril &lt;br /&gt;berkata kepadaku, ‘Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak &lt;br /&gt;mempersekutukan sesuatu kepada Allah maka dia pasti masuk surga atau &lt;br /&gt;tidak masuk neraka” (HR. Bukhari). Di dalam Al-Quran sendiri terdapat &lt;br /&gt;teks yang tertulis: “Adapun orang – orang yang kafir dan mendustakan &lt;br /&gt;ayat – ayat kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” &lt;br /&gt;(QS Al Baqarah: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang kafir” dalam pemahaman yang saya adalah orang-orang yang tidak &lt;br /&gt;percaya kepada ajaran Allah Swt dan Muhammad Saw. Artinya kalau dikaji &lt;br /&gt;secara sederhana walau saya seorang gay tetapi sepanjang saya beriman &lt;br /&gt;saya tetap bersangka baik pada Allah bahwa saya termasuk yang dijanjikan&lt;br /&gt;masuk surga. Walau doktrin surga yang dijanjikan selama ini tidak &lt;br /&gt;begitu menarik bagi saya. Surga yang digambarkan dengan &lt;br /&gt;bidadari-bidadari yang cantik dan awet muda. Padahal saya tidak ada &lt;br /&gt;ketertarikan sama sekali dengan perempuan. Surga yang terbayangkan oleh&lt;br /&gt;saya adalah surga yang berisi laki-laki dewasa yang ganteng dan &lt;br /&gt;baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu hal yang sangat sulit dan mungkin mustahil kalau saya harus &lt;br /&gt;meninggalkan rasa cinta dan ketertarikan kepada laki-laki. Sama sulitnya&lt;br /&gt;ketika saya harus meninggalkan Islam sebagai agama yang saya yakini. &lt;br /&gt;Dua hal ini tak mungkin dilepaskan dari saya meskipun dengan paksaan, &lt;br /&gt;kekerasan hingga kehilangan jiwa. Dalam situasi ini apakah kemudian saya&lt;br /&gt;akan meyalahkan Allah Swt yang telah menciptakan saya sebagai seorang &lt;br /&gt;gay?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa non-muslim yang katanya “kafir” jauh dipandang lebih “baik” &lt;br /&gt;oleh para ulama dan masyarakat muslim di Indonesia dibanding kami: &lt;br /&gt;kalangan homoseksual yang masih beriman? Meskipun saya sadari tidak &lt;br /&gt;sepenuhnya teman-teman non muslim mendapatkan hak-hak yang sama, tetapi &lt;br /&gt;minimal jauh lebih baik dibandingkan dengan saya sebagai seorang gay. &lt;br /&gt;Teman-teman non muslim masih memiliki perlindungan hukum yang jelas, &lt;br /&gt;baik di ruang politik maupun ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sudah banyak kebijakan nasional maupun international yang &lt;br /&gt;menghargai dan melindungi perbedaan karena keyakinan agamanya, tetapi &lt;br /&gt;nasib ini belum berlaku untuk kami sebagai homoseksual. Jangankan &lt;br /&gt;dipenuhi dan dilindungi hak-haknya, malah mengkriminalkan homoseksual &lt;br /&gt;sebagai seorang pelacur, sakit jiwa dan tuduhan yang menyeramkan &lt;br /&gt;lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hujatan dan hinaan terus dilekatkan kepada kami sebagai kelompok&lt;br /&gt;pendosa dan pembawa bencana bagi kehidupan manusia? Bukankah semua &lt;br /&gt;muslim bersaudara? Bukankah penghormatan kepada setiap orang adalah &lt;br /&gt;esensi dari ajaran Islam? pertanyaan-pertanya an tadi terus berkecamuk &lt;br /&gt;dalam sanubari saya, tetapi saya percaya bahwa hanya Allah Swt yang &lt;br /&gt;paling berhak apakah homoseksual itu berdosa atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7088656830228211196?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7088656830228211196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7088656830228211196' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7088656830228211196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7088656830228211196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/seorang-gay-muslim-dan-sekretaris-umum.html' title='Seorang Gay Muslim dan Sekretaris Umum Ourvoice'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S8zg7yhxFBI/AAAAAAAAAN8/eKjm9gICKHY/s72-c/1_435973088l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2326687508304369813</id><published>2010-04-14T19:04:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T19:08:38.970+07:00</updated><title type='text'>Jenazah Gay Diamuk Massa di Senegal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://f765.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1192284%5fACt7bHwAAWCfS8WM0g3RDHzp%2fIY&amp;pid=2.2&amp;fid=Inbox&amp;inline=1"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 354px;" src="http://f765.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1192284%5fACt7bHwAAWCfS8WM0g3RDHzp%2fIY&amp;pid=2.2&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Mei thn lalu, tindakan anarkis pada jenazah gay - Madieye Diallo -diabadikan sebaagi video di ponsel agar bisa disebar. Jenazah Madieye baru dikubur beberapa jam ketika massa mengamuk dan membobol makamnya dng sekop. Mereka menyeret mayat Madieye dan meludahi badannya. Mayat itu diseret kedepan rumah panti jompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madieye sendiri adalah penderita HIV yg tewas krn dihalangi berobat dng intimidasi. Kebetulan, dia adalah seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa jam setelah Madieye meninggal, keluarganya membawanya ke mesjid untuk dimandikan dan dikafani. Namun sebelum jenazah sampai, berita bahwa dia gay sudah telanjur tersebar. Pihak mesjid menolak menerima jenazah dan malah mengusirnya! Famili Madieyeterpaksa membungkus jenazah Madieye seadanya dan membawanya ke pemakaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang homophobia bernama Sene mendukung sikap anarkis mereka. “Seorang gay gak boleh dikubur di pemakaman. Jenazahnya ahrus dibuang bagaikan sampah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orangtuanya tau anaknya gay tapi tidak berbuat apa2. Kami hanya ingin memastikan mereka tahu bahwa kini mereka dihukum!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2326687508304369813?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2326687508304369813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2326687508304369813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2326687508304369813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2326687508304369813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/jenazah-gay-diamuk-massa-di-senegal.html' title='Jenazah Gay Diamuk Massa di Senegal'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2908850078306291431</id><published>2010-04-14T17:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-14T17:59:09.655+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Perempuan Pekerja Sexz..</title><content type='html'>Suamiku mantan aparat TNI yg ditahan slma 1 thun karena Narkoba,aku menyuap aparat hukum 30 jt dri hasil menjual tbuhku untk keringan tahanan. Tpi saya selalu dipukul suamiku. Mau cerai tp suamiku mengancam akan bunuhku. Skrg tiap hari aku menjenguknya dipenjara dgan memberikan makanan n uang 50 ribu/hari.(Pengakua n Pekerja Sex Perempuan di Sumatera).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurku 30 tahun, aku menikahumur 16 tahun. Pada saat umur anakku 17 bulan, selama menunggu hampir 4 tahun  dalam ketidakpastian akhirnya aku mendapatkan kabar bahwa dia telah menikah dengan perempuan lain. Jangan nafkah bertemu anaknya juga tidak dia lakukan. Segala bentuk pekerjaan "halal" telah aku lakukan. Sekarang kedua orang tua saya sakit-sakitan permanen dan anak saya sedang sekolah di bangku SMP kelas 3.  Akhirnya aku memutuskan untuk menjual tubuhku untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Perobatan orang tua dan biaya sekolah anak. Aku jujur semua kepada anakku apa yang aku lakukan. Pekerjaan ini tidak pernah aku bayangi sebelumnya. (Pengakuan Pekerja Sex Perempuan di Jawa Timur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahan lagi kalau harus berhubungan sex untuk melayani dua orang, suamiku dan seorang Waria. Selama 2 tahun aku harus melakukan cara-cara hubungan sex yang diinginkan suamiku. Perbuatan yang menjijikan bagi diriku. Tidak ada pilihan bagi diriku saat ini atas perlakuan suamiku kepada tubuhku.  Suamiku tidak bisa ereksi dan nafsu kalau tidak melakukan hubungan sex bersamaku dan waria. Sampai sekarang aku harus melayani nafsu biadab suamiku secara berulang-ulang. Selain itu aku harus tidur dengan banyak laki-laki lagi untuk mencari nafkah. Saya menjadi benci dan marah kepada semua waria yang aku kenal.(Pengakuan seorang ibu 4 orang anak, Perempuan Pekerja sex di Jawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga penggalan cerita diatas adalah gambaran pengalaman perempuan pekerja sex yang saya ketemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab? Layakkah kita terus mengkriminalkan pekerja sex dan menstigmanya sebagai orang yang tidak bermoral? Hanya  kejujuran hati yang dapat menjawabnya. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Duka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2908850078306291431?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2908850078306291431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2908850078306291431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2908850078306291431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2908850078306291431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/pengalaman-perempuan-pekerja-sexz.html' title='Pengalaman Perempuan Pekerja Sexz..'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1833330493048020549</id><published>2010-04-13T09:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:53:44.762+07:00</updated><title type='text'>Kapan ya selebritis dan politikus Indonesia berani coming out kepublik?</title><content type='html'>VIVAnews - Selama ini, Ricky Martin selalu dikabarkan bila dirinya &lt;br /&gt;adalah pecinta sesama jenis. Tetapi, Ricky Martin selalu menampik kabar &lt;br /&gt;tersebut. Setelah sekian lama, akhirnya penyanyi berdarah Latin tersebut&lt;br /&gt;mengakui bila dirinya adalah gay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky mengakui hal tersebut di&lt;br /&gt;dalam blog pribadinya. Pelantun 'Livin' La Vida Loca' ini menganggap &lt;br /&gt;saat ini adalah momen yang tepat untuk membuat pengakuan tentang sebuah &lt;br /&gt;rahasia yang selama ini selalu dia simpan rapi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari &lt;br /&gt;ini adalah hari buat saya. Ini adalah waktu saya dan ini adalah momen &lt;br /&gt;untuk saya. Selama bertahun-tahun saya diam dan dibayangi justru membuat&lt;br /&gt;saya kuat dan mengingatkan saya atas dukungan yang datang. Dan itu &lt;br /&gt;membuat saya kuat untuk menaklukkan emosi," kata Ricky Martin seperti &lt;br /&gt;dikutip dari Hollyscoop, Selasa 30 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan &lt;br /&gt;itu, Ricky juga mengakui bila dirinya bangga menjadi seorang gay. Dia &lt;br /&gt;merasa bahagia dengan pilihannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bangga &lt;br /&gt;mengatakan bila saya adalah homoseksual. Saya sangat diberkahi dengan &lt;br /&gt;menjadi diri saya," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gosip seputar Ricky Martin adalah &lt;br /&gt;gay sudah lama beredar. Tetapi, Ricky selalu menutupinya. Pada tahun &lt;br /&gt;2000 lalu, penyanyi yang terkenal dengan goyangannya yang seksi itu &lt;br /&gt;diundang menghadiri acara yang dipandu Barbara  Walters.&lt;br /&gt;Barbara memberikan pertanyaan yang sangat mengejutkan terlebih lagi &lt;br /&gt;untuk Ricky Martin. Barbara bertanya kepada pria yang terkenal dengan &lt;br /&gt;tariannya yang seksi itu soal kehidupan pribadi penyanyi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya&lt;br /&gt;bertanya dan mengajukan pertanyaan yang sulit dijawab oleh Ricky. Saya &lt;br /&gt;bertanya apakah dia gay atau tidak. Tetapi, dia membantahnya. Dan &lt;br /&gt;bantahannya itu membuat orang menganggap sebaliknya," ujar Barbara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita&lt;br /&gt;ini yakin bila pertanyaannya itu membuat karir Ricky di dunia &lt;br /&gt;entertainment meredup. Konon, pertanyaan itu kabarnya sangat berpengaruh&lt;br /&gt;pada perjalanan karir musik ayah dua anak tersebut. Sejak tampil di &lt;br /&gt;acara tersebut, nama Ricky Martin semakin hilang dari gemerlapnya &lt;br /&gt;panggung musik dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga jarang tampil di muka publik. Hal &lt;br /&gt;itu meninggalkan perasaan menyesal dalam diri Barbara. Dia merasa sudah &lt;br /&gt;melakukan kesalahan terhadap Ricky.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1833330493048020549?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1833330493048020549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1833330493048020549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1833330493048020549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1833330493048020549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/kapan-ya-selebritis-dan-politikus.html' title='Kapan ya selebritis dan politikus Indonesia berani coming out kepublik?'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1971083609385121806</id><published>2010-04-13T09:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:38:22.142+07:00</updated><title type='text'>Pelibatan Orang Terinfeksi HIV dalam penanggulanan HIV &amp; AIDS di Indonesia</title><content type='html'>Apa sih orang terinfeksi HIV? Tentu saja, ini harus dipahami terlebih dahulu oleh semua orang baik yang sudah berkecimpung dalam pendampingan dan yang tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan dampingan kelompok ini. Orang terinfeksi HIV artinya orang yang secara medis sudah dinyatakan terinfeski di dalam darahnya oleh virus HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Orang seperti ini belum bisa dikategorikan sudah terkena AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), karena ia masih menunjukkan gejala dan fisik yang masih normal seperti umumnya orang sehat. Selama orang yang terinfeksi HIV bisa menjaga aktivitasnya dengan baik seperti : pola makan yang sehat, pola tidur, olah raga, dan aktivitas yang lain, tentu ia akan tetap bisa bertahan hidup lebih lama meskipun virus ini terus menggerogoti kekebalan tubuhnya(CD4 =sel-T CD4+ sekitar 600-1,500/mm3 darah, ini standar orang sehat). Berbeda lagi dengan orang yang sudah masuk tahap AIDS, artinya kekebalan tubuhnya sudah mulai melemah sekitar sel-T CD4+ jatuh di bawah 200 sel/millimeter persegi (mm3) darah. Tentu, saja akan ditandai dengan banyak gejala penyakit yang mulai menyerang dalam tubuhnya seperti TB, demam, flue yang tidak kunjung sembuh dan berbagai macam penyakit yang sudah ada di tubuhnya. Orang dengan HIV/ AIDS ini sudah menunjukkan gejala penurunan yang sangat draktis maka ia sangat sensitive dengan orang yang sedang sakit, karena mudah tertular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pelibatan orang terinfeksi HIV itu sebagai obyek atau subyekkah? Nah, kiranya kita harus memahami posisi orang yang terinfeksi HIV tersebut. Bila dia dalam koridor sebagai seorang pasien yang setiap saat harus berkunjung ke klinik untuk test darah setiap 3 bulan sekali, melakukan proses penyembuhan ataupun sekedar untuk konsultasi kepada para medis yang ada klinik layanan untuk program pencegahan terhadap penularan HIV/AIDS maka ia dapat dikatakan sebagai Obyek.Obyek artinya orang yang dipandang perlu untuk dibantu dalam edukasi, maupun penanganan medis baik berupa test darah (CD4) , tindakan kelanjutan bila dikatakan positip HIV dan atau AIDS. Lain hal, bila orang yang terinfeksi HIV selalu intens berhubungan dengan klinik medis dan kelompok jaringan yang menangani/ mendampingi kelompok dampingan (KD) dalam program HIV/ AIDS. Orang tersebut secara suka rela atau diminta atau dipekerjakan untuk membantu klinik atau kelompok jaringan /LSM yang terlibat dalam dampingan program pencegahan HIV/AIDS. Ia dapat dikai Subyek. Subyek disini artinya orang yang sehat ataupun positip HIV/AIDS terlibat dalam penanggulangan/pencegahan HIV/AIDS. Saya setuju untuk melibatkan orang yang terinfeksi HIV untuk dilibatkan dalam penanggulangan/ gahan HIV/AIDS di Indonesia. Alasannya bahwa : pertama, mereka akan semakin memahami pengetahuan HIV/ AIDS itu sendiri. Kedua, mereka semakin dikuatkan dengan para volunteer yang lain atau sesama HIV+. Ketiga, mereka mempunyai semangat hidup baru setelah dinyatakan HIV+, karena mereka berkumpul dengan lingkungan yang mendukungnya. Keempat, untuk yang orang yang HIV+ yang kehidupannya kurang secara financial mereka akan direkrut dan beri honor setidak dan ini akan memberi peluang untuk mencari nafkah. Sebagai subyek, orang yang HIV+ dapat diharapkan sebagai Peer Edukator untuk melakukan program edukasi ke masyarakat tentang apa itu HIV/AIDS, bagaimana penyebarannya, bagaimana pencegahan; memberikan penguatan/dukungan kepada kelompok yang terinfeksi HIV/AIDS untuk bisa sharing menguatkan antar sesame penderita , bisa membangun kelompok basis. Dengan sebagai PE ini, dia sudah masuk dalam kelompok tertentu yan g dianggap rawan dengan penularan HIV/AIDS. Selain itu orang yang HIV+ dapat diharapkan sebagai konselor artinya dia dapat memberikan konseling kepada temen-temen atau orang lain. Karena tidak semua orang bisa terbuka dengan siapa saja, dia bisa terbuka dengan orang tertentu saja. Untuk membantu , membuka dan memecahkan persoalannya, seseorang ini butuh konselor. Tugas ini memang tidak mudah. Karena , tugas ini dibutuhkan orang yang mau belajar mendengar persoalan orang lain, tidak mencampur adukkan dengan persoalan dalam dirinya kecuali sebatas sharing untuk membantu memecahkan masalah, tidak membuat orang bergantung terus. Sebagai konselor, bagi seorang HIV+ ini akan sangat membantu kepada pihak lain berada dilingkungan yang mudah terinfeksi HIV/AIDS. Ada lagi, seorang yang HIV+ dapat menjadi Buddies adalah petugas pendamping Odha (orang dengan HIV/ AIDS) dan Ohidha (orang hidup disekitar orang yang HIV/AIDS). Adapun Tugas Buddies: Memberikan informasi Rujukan Perawatan dan pengobatan, memberikan dukungan psikologis dan sosial, dan melakukan pemberdayaan ODHA dan keluarganya, Mencatat profil kelompok dampingan , Membuat laporan home visit , Membuat laporan kegiatan KIE (jika melakukan) , Membuat laporan konseling haruan , Membuat laporan pendampingan ODHA , Memberikan rujukan dan membuat laporan rujukan, Membuat rekap standart performance mingguan yang diberikan kepada Koordinator Lapangan, Merekap laporan mingguan untuk dilaporkan kepada Koordinator Lapangan . Orang yang HIV + dapat pula menjadi seorang MK . MK adalah Manager Kasus. Manager kasus ini mempunyai tugas yang cukup rumit antara lain : mengajak odha untuk hidup mandiri dengan mengajak membuat jaduwal untuk minum ARV, menunjukkan cara mengakses obat ARV, menunjukkan dan memberitahu dimana dapat memperoleh ARV, menjelasakan kepada keluarga bila odha sudah siap, menjelaskan kepada lingkungan yang mengetahui kondisi odha, dan sebagainya. Dari semua ini yang perlu diantisipasi dan diajarkan ke masyarakat adalah harus membuka wacana masyarakat untuk tidak stigma dan diskriminasi. Dan itu, tidak selalu ke masyarakat awam, tetapi kepada kalangan yang sudah berkecimpung dalam pendampingan untuk program HIV/AIDSpun juga perlu dibuka kerangka berpikirnya. Karena merekapun masih ada yang melakukan stigma dan diskrimasi. Ini dapat ditunjukan saat mereka bertemu dengan orang yang HIV+ ataupun AIDS. Tentu saja, rekan-rekan di LSM harus bisa membagi-bagi dalam beberapa kelompok kategorial orang-orang yang terinfeksi HIV untuk dilibatkan. Kita bisa membaginya dalam kelompok status social : seperti dari keluarga kaya,sedang, miskin/tak mampu; seperti dari kelompok pekerja, sekolah, atau pengganggur dan sebagainya. Atau kita juga bisa emlihat dari kelompok bagaimana terinfeksinya: seperti ibu rumah tangga biasa, PSK, pengguna Narkoba. Nah, dengan demikian ini akan sangat membantu kemana mereka harus mengedukasi ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tentu berharap bahwa persoalan penyebaran HIV/AIDS di Indonesia dapat di tekan dengan membangun basis kelompok yang terkecil dengan melibatkan orang-orang yang terinfeksi HIV . Menunjukkan pula bahwa orang-orang dengan HIV+ masih mampu untuk berkarya dan bersosialisasi dengan orang lain. Ini juga menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa kita semua harus merangkul orang-orang seperti ini dan menghilangkan stigma dan diskriminasi baik dalam prilaku, perkataan dan perbuatan kepada orang-orang denga HIV+ ataupun odha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Eko Purwanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 22 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1971083609385121806?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jothi.or.id/pelibatan-orang-terinfeksi-hiv-dalam-penanggulanan-hiv-aids-di-indonesia' title='Pelibatan Orang Terinfeksi HIV dalam penanggulanan HIV &amp; AIDS di Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1971083609385121806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1971083609385121806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1971083609385121806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1971083609385121806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/pelibatan-orang-terinfeksi-hiv-dalam.html' title='Pelibatan Orang Terinfeksi HIV dalam penanggulanan HIV &amp; AIDS di Indonesia'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3090121265162025358</id><published>2010-04-13T09:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:34:11.479+07:00</updated><title type='text'>What will be the next violation of human rights in Indonesia?</title><content type='html'>First there was the Aceh Legislative Council that passed the Qanun Jinayat punishing adultery and homosexual conduct with stoning to death and caning. Then there was the Constitutional Court decision upholding the Anti-Pornograhy law that criminalizes homosexuality, and leaves room to criminalize sensuality violating especially cultural minorities’ freedom of expression. Finally there came the mobs attacking the ILGA Asia Conference participants in broad daylight of Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On March 23rd the Indonesian police cancelled the regional Asia Conference of the International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Intersex Association (ILGA) that was to be held in Surabaya through 26 – 28 March and was to be attended by more than 150 activists representing 100 organizations from 16 Asian countries. It is claimed that the police cancelled the conference due to pressures and threat of attacks from conservative Muslim groups, though in fact the duty of the police was to deter such attacks. As the inability of a state and its law enforcement units to protect the freedom of expression and association can only reflect institutional discrimination and systematic intimidation against human rights advocates.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On March 26th these groups did indeed attack the Conference participants in the Oval Hotel where they were trapped, having arrived in Surabaya unaware of the last minute cancelation, and unable to leave the city. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We know that the freedom of association is protected by the law in Indonesia, and we also know that though not required by law, the Organizing Committee had received the permit for the conference and that this permit was withdrawn by the police in Surabaya, which allegedly feared violent attacks by radical Islamic groups. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet the same police had no fear dining with the attackers in the lobby of the Oval Hotel, while the mob harassed the Conference participants subjecting them to verbal and physical abuse. The mob also sealed the office of GAYa NUSANTARA, the local organization that hosted the conference. This office is still closed and human rights activists in Surabaya are still under the threat of further attacks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a country such as Indonesia that prides itself on its diversity, and is supposed to uphold the universal principles of human rights, these acts of violence and intimidation against human rights activists are simply and completely unacceptable. In a democratizing country such as Indonesia, the duty of the state, its legal instruments and its police is to guarantee the constitutional right of association of the people, and not to deprive them of this right by sheltering pressure groups that wrongfully use the name of Islam to further their political agendas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As 38 leading non-governmental organizations and academic institutions from 16 countries in the Middle East, North Africa, South and South East Asia, we call upon the members of the press to spread the news on these outrageous violations of human rights, so that the authorities take immediate and solid action to guarantee the safety of the Conference organizers and participants who are still in Surabaya, and reopen the doors of GAYa NUSANTARA and safeguard the security of all its members&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3090121265162025358?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3090121265162025358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3090121265162025358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3090121265162025358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3090121265162025358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/what-will-be-next-violation-of-human.html' title='What will be the next violation of human rights in Indonesia?'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5143247138121963951</id><published>2010-04-13T09:20:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:21:37.383+07:00</updated><title type='text'>Peran penting ODHA dalam penanggulangan AIDS</title><content type='html'>Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah Suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan/ daya tahan tubuh, sehingga mudah terinfeksi penyakit dan tubuh penderita akan menjadi sarang berbagai penyakit yang tak kunjung sembuh. Kondisi inilah yang disebut AIDS alias Acquired Immunodeficiency Syndrome. HIV menular melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, atau air susu ibu. Ini artinya, perilaku seks bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak steril di kalangan pecandu narkoba , transfusi darah, atau wanita hamil yang terjangkit HIV berisiko memberikan tongkat estafet mewabahnya HIV. Di antara perilaku yang memancing kehadiran HIV ini, Injection Drug Use (IDU) memimpin klasemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Odha setelah pertama kali mendengar bahwa mereka positif HIV, maka segalanya jadi terasa seperti kiamat. Mereka jadi tidak bersemangat untuk bekerja, bergaul, tidak enak makan, depresi dan tidak bersemangat untuk melanjutkan hidup.Namun ketika ODHA telah menyadari keadaannya kemudian mereka bangkit maka ia akan jauh lebih semangat menjalani hidup karena ia mempunyai tanggung jawab moral sebagai orang sakit agar orang lain tidak ikut sakit seperti dirinya. Inilah semestinya yang harus dipahami oleh setiap ODHA bahwa sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan justru datang dari masyarakat yang masih memiliki stigma buruk kepada ODHA. Tak dipungkiri stigma buruk ini memang sengaja dibuat oleh zaman orde baru hingga ODHA mengalami diskriminasi. Anggapan, opini dan stigma masyarakat pada pengidap HIV/AIDS atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih sangat negatif. Untuk meretas stigma itu, diperlukan upaya nyata dan komitmen berbagai pihak baik Pemerintah, LSM, terlebih dari ODHA sendiri dalam menekan laju pertumbuhan HIV/AIDS. Jika stigma sudah berhasil diretaskan maka penanggulangan HIV/AIDS akan mendapatkan dukungan penuh masyarakat termasuk berbagai kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ODHA selayaknya menjadi mentor utama dalam penanggulangan AIDS, bukan malah justru dijadikan objek oleh Pemerintah,LSM maupun lembaga yang menangani penanggulangan AIDS lainnya.karena selama ini pelibatan ODHA dalam penanggulangan AIDS hanya bersifat Formalitas saja,ODHA diundang rapat tapi hanya untuk menyetujui program yang dilakukan Pemerintah, hanya diajak untuk tanda tangan untuk setuju tapi tidak dilibatkan ketika penyusunan Perda tentang HIV AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam penanggulangan AIDS oleh LSM. bahwa ODHA hanya semata menjadi angka dalam program penanggulangan AIDS. Makanya tiap kali pertemuan koordinasi antara LSM, KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), dan lembaga donor, mereka hanya menanyakan soal pertambahan angka. Parahnya lagi LSM-LSM itu terlihat sangat bangga dengan penambahan jumlah klien.Ini adalah eksploitasi ODHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan ODHA adalah agenda utama yang harus menjadi program Pemerintah dan LSM saat ini. Karena kalau ODHA sudah memahami keadaanya maka mereka akan menentukan sendiri apa yang terbaik untuknya.Pemberdayaan dapat dilakukan secara berjenjang terhadap ODHA. Dimulai dengan memberikan pemahanan Agama yang baik yang akan dapat menumbuhkan kepercayaan diri mereka akan Hak dan kewajibannya.Karena dalam Agama ada nilai-nilai tasawuf yang diajarkan sehingga manusia tidak akan mudah putus dari kasih sayang Allah.Doktrin Agama juga akan menjadi motivasi yang menjadikan manusia untuk terus berusaha bermanfaat bagi manusia lainnya. Selanjutnya terapi kesehatan .Setelah persoalan kesehatan teratasi, maka selanjutnya ODHA diberikan pemberdayaan di bidang ekonomi. Jika ODHA sudah mempunyai rasa percaya diri yang kuat kemudian Masyarakat tak lagi memandang negatif kepada ODHA maka penanggulangan AIDS di Indonesia bisa diharapkan mampu mencegah infeksi HIV kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa, 20 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Said&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5143247138121963951?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jothi.or.id/peran-penting-odha-dalam-penanggulangan-aids' title='Peran penting ODHA dalam penanggulangan AIDS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5143247138121963951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5143247138121963951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5143247138121963951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5143247138121963951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/peran-penting-odha-dalam-penanggulangan.html' title='Peran penting ODHA dalam penanggulangan AIDS'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5448519347270152994</id><published>2010-04-13T09:16:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:17:50.113+07:00</updated><title type='text'>ORANG TERINFEKSI HIV SEBAGAI SUBJEK OTONOM YANG TERABAIKAN</title><content type='html'>Telah banyak isu-isu sensitif mengenai perlakuan diskriminatif terhadap orang terinfeksi HIV terkait situasi penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, beragam upaya untuk dapat menempatakan Orang Terinfeksi HIV untuk berada dalam posisi yang ‘seharusnya’. Walaupun dalam implementasinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Terjadinya pergeseran kepentingan didalam upaya penanggulangan HIV/AIDS ternyata telah mampu memberikan kontribusi negatif terhadap perkembangan situasi epidemi HIV/AIDS di Indonesia khususnya individu-individu yang terlibat didalamnya. Perlakuan-perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan moralitas telah pula menghambat perjuangan Orang Terinfeksi HIV untuk mendapatkan tempat yang layak dalam masyarakat kelas sosial, bukan tidak mungkin sentimen negatif tersebut akan berujung pada proses dehumanisasi terhadap orang terinfeksi HIV itu sendiri. Secara semantik, dehumanisasi terjadi tatkala nilai-nilai luhur yang ada dalam teks ideologi, budaya dan agama tidak lagi berfungsi efektif sebagai pegangan hidup manusia sehari-hari, sehingga kebudayaan kehilangan dukungan kolektif dan manusia cenderung hidup tanpa basis keluhuran kebudayaan, inilah yang terjadi ketika perkembangan kawan-kawan yang konsisten memperjuangkan persamaan hak sebagai Warga Negara untuk mendapat perlakuan yang adil mendapatkan hadangan berupa dekadensi budaya yang tergerus arus besar estetika moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kenyataan bahwa selama ini Orang Terinfeksi HIV telah mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak manusia, sementara sebagian kecil lainnya menikmati jerih payah orang lain dengan cara-cara yang tidak adil. Persoalan inilah yang disebut oleh Paulo Freire sebagai “situasi penindasan” yang apapun nama dan alasannya adalah tidak manusiawi. Dalam pemahaman Freire, dehumanisasi adalah bersifat ganda, dimana ia terjadi atas diri mayoritas kaum tertindas dan juga atas diri minoritas kaum penindas. Kedua-duanya menyalahi kodrat manusia sejati (the man’s ontological vocation). Mayoritas kaum tertindas menjadi tidak manusiawi karena hak-hak asasi mereka dinistakan. Bahkan, mereka sendiri pun dibuat tak berdaya dan dibenamkan ke dalam apa yang disebut Freire sebagai “kebudayaan bisu” (submerged in the culture of silence). Sedangkan miroritas kaum penindas, menjadi tidak manusiawi, karena telah mendustai hakikat keberadaan dan hati nurani dengan memaksakan “penindasan” terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak pula yang mencoba menjadi pahlawan dalam situasi yang sedemikian ‘krusial’ dengan kepentingan yang beragam pula, menambah pelik permasalahan penanggulangan HIV di Indonesia, masing-masing orang mengejar tujuannya sendiri yang setara dengan yang diinginkan, dan justru resultan dari banyak kemauan ini yang beroperasi dalam jurusan yang berbeda serta pengaruhnya yang bermacam-macam terhadap efektivitas penanggulangan HIV. Beberapa pengaruh yang ditampilkan dalam drama penanggulangan HIV di Indonesia dengan segera menetukan pula suatu alur kepentingan yang beragam. Sebagian dari pengaruh-pengaruh tersebut mendramatisasi kegairahan akan kebenaran dan keadilan melalui simpul objek material. Saat toleransi menjadi berlebih, kuantitas berlanjut menjadi kualitas, dengan kata lain, kepedulian tadi menjadi inferior atau sepenuhnya tak berharga. Dengan melibatkan Orang Terinfeksi HIV sebagai objek, maka Pemegang kekuasaan ‘telah berhasil’ pula menghambat laju penanggulangan HIV secara nyata, dan perlakuan diskriminatif pun layak untuk ditempatkan pada posisi teratas dalam permasalahan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Orang Terinfeksi HIV harus terlibat sebagai subjek didalam Penanggulangan HIV/AIDS secara konsisten? Secara umum Manusia adalah sebagai pribadi (subjek otonom), berarti memiliki kepribadian yang mengatasi atau mentransendir dunia luar, alam sekitar, dan lingkungan sekitarnya. Manusia sebagai pribadi tidak mungkin dijadikan sebagai objek. Manusia adalah otonom. Sebagaimana dikemukakan oleh Boethius dalam abad pertengahan, pribadi didefinisikan sebagai substansi, individual yang bersifat rasional, yang mampu menyadari bahwa dunia luarnya merupakan objek, yang dijadikan alat untuk memperkembangkan diri sehingga makin sempurna. Atas dasar demikian sudah seharusnya Orang Terinfeksi HIV mendapatkan porsi yang lebih besar dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS mengingat apa yang sejauh ini telah dicapai dengan mengisolasi dan mengabstraksi Orang Terinfeksi HIV dari segala kebijakan-kebijakan klinis yang dibuat membuat peran Orang Terinfeksi HIV tidaklah lebih bebas sebatas objek karena kenyataan yang terjadi, Orang Terinfeksi HIV mengabstraksi dirinya daripada Origenes dari organ genital yang telah dipotong dari dirinya sendiri yang pada akhirnya menenggelamkan semangat untuk terus memperjuangkan hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah seharusnya kita memperketat perkiraan-perkiraan, koreksi-koreksi, kongkritisasi pemikiran dialektis untuk memberikan sebuah kekayaan mengenai isi dan fleksibilitas pergerakan penanggulangan HIV/AIDS melalui konsep-konsep yang akan terimplementasikan lewat pengambilan keputusan, sehingga kita akan sangat berterima kasih kepada impuls kuat yang diberikan Tuhan kepada pemikiran. Sehingga pada akhirnya cita-cita bersama kita akan dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perjuangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Suara, Satu jaringan, Satu Tujuan Untuk Pemenuhan Hak..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shandy Rahadiansyah SH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5448519347270152994?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jothi.or.id/orang-terinfeksi-hiv-sebagai-subjek-otonom-yang-terabaikan' title='ORANG TERINFEKSI HIV SEBAGAI SUBJEK OTONOM YANG TERABAIKAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5448519347270152994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5448519347270152994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5448519347270152994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5448519347270152994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/orang-terinfeksi-hiv-sebagai-subjek.html' title='ORANG TERINFEKSI HIV SEBAGAI SUBJEK OTONOM YANG TERABAIKAN'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7821765181349009800</id><published>2010-04-13T08:27:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:15:49.528+07:00</updated><title type='text'>Orang terinfeksi HIV Subjek atau Objek?</title><content type='html'>Ketika yang lemah tak pernah mau melawan dia akan selalu ditindas. Di dalam kehidupan sosial bermasyarakat banyak sekali hal yang dapat kita temukan bila kita mau mencari tahu dan mempelajarinya. Mulai dari politik antar preman pasar sampai dengan politik kekuasaan yang sering kita lihat dimedia layar kaca. Politik Organisasi Pemerintah dan masyarakat sipil hingga mafia peradilan serta banyak lagi macamnya. Itu semua hanya bagian bagian dalam kehidupan sosial bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sosial inilah orang terinfeksi HIV juga memiliki latar belakang yang berbeda – beda, semuanya akan sangat bergantung kepada keluarga, lingkungan tempat tinggalnya, pengalaman bertumbuh kembang, kelas miskin serta kelas kaya material kehidupannya. Hanya satu yang sama dan harus bersifat menyeluruh yaitu Hak Asasi Manusia (HAM). Akan menarik untuk dipahami bagaimana HIV dan AIDS yang ditakuti masyarakat telah menimbulkan berbagai perbuatan kriminal, seperti rumah tinggal dibakar, pengucilan dalam bertetangga, diberhentikan kerja, gagal mendapatkan asuransi, penafikan dari jaminan kesehatan dan sosial, bahkan sebutan penyakit kutukan akibat moral bejat, penyalahgunaan narkoba serta bahasa ‘akibat penyimpangan seksual’ juga masih seringkali digunakan. Berbagai macam perlakuan dismkriminatif dilakukan dalam rangka ‘kepentingan’ orang yang belum pernah melakukan tes HIV atau bahkan memiliki pengetahuan dasar tentangnya untuk menghukum infeksi HIV, mulai dari transmisi sampai hidup dengan HIV didalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya perlawan terhadap stigma dan diskriminasipun dilakukan untuk menekan kejadian - kejadian diatas. Bagi orang terinfeksi HIV upaya melawan stigma dan diskriminasi dilakukan dengan konsep pemberdayaan. Konsep dikembangkan mulai dari mau tahu tentang informasi HIV dan AIDS hingga pelibatan dalam pengambilan keputusan yang bersifat struktural. Apakah konsep pemberdayaan ini benar – benar dilaksanakan? Ini adalah pertanyaan dengan jawaban beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan privat melibatkan orang terinfeksi HIV dalam penanggulangan AIDS adalah melalui komitmen Dunia bernama Greater Involvement of People Living with HIV and affected by AIDS (GIPA). Pertemuan deklarasi GIPA yang dihadiri oleh 42 Kepala Negara dan Wakil Negara berkumpul di paris pada tahun 1994 dimana Indonesia adalah salah satunya. Tujuan tulus dari perjanjian itu adalah untuk memfasilitasi pelibatan bermakna orang terinfeksi HIV dalam merespon permasalahan epidemi AIDS secara global. Akan tetapi banyak ketidaksesuaian dalam pengartian, banyak pihak mengatakan bahwa GIPA itu adalah Pelibatan ODHA dan OHIDHA dalam penanggulangan HIV AIDS. Kurang jelas maksud untuk penyampaian tambahan OHIDHA dalam terjemahan GIPA, menurut beberapa buku yang dikeluarkan, pengartian tersebut telah diluaskan berdasarkan kesepakatan menjadi orang yang hidup dengan HIV atau terpengaruh oleh AIDS (ODHA/OHIDHA). Jadi OHIDHA adalah orang yang terpengaruh AIDS, lalu bagaimana orang terpengaruh HIV namun tidak terinfeksi HIV apakah disebut ODHA juga? Jika artinya adalah orang yang hidup dengan ODHA, bagaimana mereka yang satu kantor dengan ODHA, seperti dokter, perawat, staf administrasi RS, staf Komisi Penanggulangan AIDS atau staf lapas, atau bahkan yang berpapasan dengan ODHA dijalanan? Apakah dapat dikatakan OHIDHA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya sendiri OHIDHA merupakan sebuah bahasa politik agar orang yang mempunyai ‘kepentingan’ dapat memainkan perannya lebih jauh dengan tujuan utama membuat orang terinfeksi HIV menjadi lebih berdaya. GIPA inilah yang membuat penanggulangan HIV dan AIDS mau tidak mau harus melibatkan Orang terinfeksi HIV dalam program – programnya (apabila mau dapat pendanaan program). Berbagai macam konsep model program intervensi mulai dijalankan dan dikembangkan di Indonesia, dari pencegahan, pengobatan perawatan dan dukungan serta kampanye informasi HIV dan AIDS hingga Advokasi. Pelibatan itu memang terjadi dan bahkan dibeberapa program diharuskan untuk melibatkan orang terinfeksi HIV dalam advokasi pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita telaah sekilas gambaran sebenarnya pemberdayaan ODHA dan OHIDHA tersebut. Banyak orang yang mendefinisikan pemberdayaan dengan kegiatan memberikan informasi, menjangkau orang yang dianggap memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi HIV, mendapatkan pekerjaan sosial didalam penangulangan AIDS bertarif mulai 1 juta sampai dengan 5 juta setiap bulannya, bagi ODHA yang menjadi pasien, ‘dapat mengakses obat ARV di RS dikatakan pemberdayaan’. Kenapa begitu banyak orang terinfeksi yang ‘tertinggal’ baik akibat tidak meratanya akses layanan kesehatan hingga disingkirkannya hak mereka untuk hidup baik layak seperti yang tidak terinfeksi HIV? Benarkah hal – hal ini aplikasi dari konsep berdaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dibuat untuk penanggulangan AIDS, dan tidak di konsultasikan kepada orang terinfeksi HIV dalam jumlah yang pantas serta bertanggung jawab. Walaupun begitu beberapa orang terinfeksi HIV memang sudah bisa dilibatkan dalam mengambil keputusan strategis, namun sayang orangnya hanya itu itu saja dan bila katanya dikonsultasikan maka konsultasi hanya terbuka kepada beberapa orang dan ‘dia lagi – dia lagi’. Akhirnya lambannya kaderisasi kepemimpinan orang terinfeksi HIV membuat ‘para wakil’ terlena dengan kemampuan akses sumberdaya yang tinggi dan posisi kapasitas kesejahteraan yang aman. Mereka semakin lupa dan tidak mau tahu dengan apa yang terjadi terhadap puluhan ribu teman – teman terinfeksi HIV lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ini peran orang terinfeksi HIV sebagai OBJEK atau SUBJEK? Tentu jadi pertanyaan yang pantas. Inikah yang disebut pemberdayaan dimaksud? Ada juga pandangan bahwa orang terinfeksi HIV adalah “objek saat mereka menjadi pasien RS”, maaf saja bila saya tidak sependapat dengan pernyataan ini. Kenapa mengalami kemunduran pemikiran, bukankah seharusnya pasien juga memiliki hak untuk ikut menentukan pilihannya dalam tindakan medis? (seperti memilih obat yang sesuai dengan kebutuhannya, membeli obat generik, menolak tindakan operasi, mendapatkan penanganan segera dalam situasi yang mengancam nyawa, dll) yang memampukan mereka sebagai subjek (janganlah karena tidak tahu lalu serta merta hilang hak-nya untuk menentukan pilihan dan menjadi objek). Namun pada banyak lembaga swadaya masyarakat sendiri ODHA juga umum hanya dikumpulkan saat bagi – bagi uang transport dan atau per-diem serta santunan sosial. Upaya ini membuat penanggulangan AIDS dengan pelibatan orang terinfeksi HIV adalah sebuah pendekatan karikatif (belas kasihan) yang membiaskan esensi tanggung jawab negara untuk menjaga dan melindungi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya seperti inilah yang harus diperbaiki dalam komunitas atau jaringan orang terinfeksi di Indonesia. Budaya tokenisme harus dirubah, dah bagaimana cara merubah hal yang sudah terjadi cukup lama? Saya yakin kita orang terinfeksi HIV tidak boleh diam, karena diam akan membuat kita semakin ditindas, ingat ditindas! Bukan tertindas! Dan apabila hal ini terus terjadi, pemenuhan hak akan semakin sulit diraih dan menjadi cerita mitos atau legenda tak sampai. Perjuangan inilah yang membuat kita berkumpul, berkelompok dan/atau berorganisasi. Tapi selain itu ada satu hal penting juga yang tidak boleh kita lupakan “Persatuan dan Persaudaraan”, dua hal ini harus kita lakukan, bila kita benar – benar berhasil melakukannya cita – cita bersama jelas akan lebih mudah untuk diraih. Satu Suara, Satu Jaringan, Satu Tujuan untuk Pemenuhan Hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya posisi orang terinfeksi HIV benar – benar ditempatkan sebagai subjeknya dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Memang tidak mungkin seluruh orang terinfeksi HIV dilibatkan dalam posisi pengambil keputusan, itu yang harus kita sadari dan pahami. Tetapi amat sangat prinsipil agar orang – orang yang berada di posisi tersebut adalah mereka yang memang ditunjuk oleh teman teman terinfeksi HIV di Indonesia dan dapat menyuarakan dan mengaspirasikan kebutuhan teman temannya (maaf saja banyak juga orang terinfeksi HIV yang duduk mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan dapur; bisa dapur organisasi atau dapur pihak privat lainnya; ini bukan berarti langkah yang salah atau tidak salah, hanya dimensi diskusinya tidak sesuai dalam tulisan ini). Seluruh orang terinfeksi HIV di Indonesia harus dapat merasakan pemenuhan hak – haknya tanpa Stigma dan Diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari juga bahwa tidak mungkin orang terinfeksi HIV berjuang sendirian dalam mewujudkan pemenuhan hak-nya. Kebutuhan akan kemitraan, baik taktis dan strategis dengan selektif menentukan apakah mitra – mitra ini benar dapat membantu merubah budaya tokenisme dan meraih Visi penegakan HAM? Tanpa pemerhati atau orang yang peduli dengan permasalahan HIV dan AIDS kita akan semakin sulit berjuang. Sehingga gerakan penanggulangan AIDS yang ada di Indonesia ini kedepan dapat secara nyata menorehkan pemenuhan hak - hak orang terinfeksi HIV. Pemerintah, pemerhati dan para pekerja sosial harus lebih memahami dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan orang terinfeksi HIV. Sedih melihat tudingan sakit yang mengatakan bahwa perjuangan hak orang terinfeksi HIV adalah keegoisan semata atau upaya advokasi terbuka yang mereka lakukan dianggap sebuah arogansi atau perilaku petantang - petenteng. Orang – orang berpaham sempit seperti ini telah melukai semangat perbaikan dan lupa akan tujuan awalnya menolong sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, secara umum posisi pelibatan orang terinfeksi HIV dalam penanggulangan AIDS di Indonesia mulai berubah dari posisi objek menjadi subjek, dengan catatan ribuan tantangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya tulisan ini dapat memperjelas serta bisa mendatangkan banyak manfaat sebagai referensi penempatan posisi orang terinfeksi HIV penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Sebuah pesan inti bagi yang belum terinfeksi HIV sudah semestinya menjaga untuk tidak terinfeksi dan bagi yang sudah terinfeksi HIV bisa mendapatkan haknya dan ikut serta dalam penyehatan masyarakat secara positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 19 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andika Prayudi W&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7821765181349009800?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jothi.or.id/orang-terinfeksi-hiv-subjek-atau-objek' title='Orang terinfeksi HIV Subjek atau Objek?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7821765181349009800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7821765181349009800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7821765181349009800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7821765181349009800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/orang-terinfeksi-hiv-subjek-atau-objek.html' title='Orang terinfeksi HIV Subjek atau Objek?'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3507075076172292252</id><published>2010-04-12T18:16:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T22:12:15.557+07:00</updated><title type='text'>Indonesia on Friday promised a full investigation into the public humiliation, mob beating and possible caning under Islamic law of two people suspect</title><content type='html'>The offences allegedly took place Wednesday after a 36-year-old teacher and a 28-year-old housewife were accused of having extramarital sex in Aceh province, where religious police enforce Shariah or Islamic regulations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They were dragged from the woman’s home by an angry mob, paraded naked through their village, tied to a post and beaten almost to death, and now face nine lashes each in public, police said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is the latest incident to expose the conflict between local Shariah provisions and rights enshrined in the secular constitution of the world’s most populous Muslim-majority country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This is a barbarous crime and obviously against our rule of law,” an official at the justice and human rights ministry said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We will order police to launch an immediate probe and to take firm and concrete action against the perpetrators.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nearly 90 percent of Indonesia’s 234 million people are Muslims, but the vast majority practise a moderate form of the religion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National human rights commission chairman Ifdhal Kasim urged President Susilo Bambang Yudhoyono to clarify that rights guaranteed under the constitution take supremacy over local regulations, including religious ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This can be a bad precedent for other regions which have similar tendencies and which try to put religious values above the country’s constitution,” he told AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The directive should mention that Indonesia is a secular country and everything should be based on the constitution.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deeply Islamic Aceh adopted partial Shariah law in 2001 as part of an autonomy package aimed at quelling separatist sentiment.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last year the outgoing provincial government passed the Qanun Jinayat, a bill allowing adulterers and other religious offenders to be put to death by stoning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has not been signed into law by Governor Irwandi Yusuf and officials in Jakarta have asked for it to be withdrawn.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3507075076172292252?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3507075076172292252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3507075076172292252' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3507075076172292252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3507075076172292252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/indonesia-on-friday-promised-full.html' title='Indonesia on Friday promised a full investigation into the public humiliation, mob beating and possible caning under Islamic law of two people suspect'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6106761396943794354</id><published>2010-04-08T12:29:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T18:04:49.618+07:00</updated><title type='text'>Filter Rokok di Kudus Bebas Hemoglobin Babi</title><content type='html'>Kudus, 8/4 (ANTARA) - Produk filter rokok kretek PT Djarum bebas kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi, mengingat bahan dasar yang digunakan berasal dari serat tumbuhan (cellulose acetate tow) tanpa tambahan bahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami pastikan, filter rokok yang kami produksi tidak ada campuran apa pun karena seluruhnya berbahan alami dari tumbuhan," kata Staf Engineering PT Djarum, Iswanto S., didampingi Staf Bagian Operasional, Paul P. dan Publics Affairs Manager, Hardi Cahyana, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan dasar pembuatan filter rokok yang digunakan selama ini, kata dia, cukup untuk menyaring zat tar dan nikotin yang terkandung dalam rokok saat dihisap oleh para perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga kebingungan munculnya isu filter rokok mengandung hemoglobin dari babi. Demikian halnya fungsi untuk menangkal tar dan nikotin yang ada dalam rokok, juga disangsikan kebenarannya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, kata dia, filter dari "cellulose" juga mampu mengikat zat tar dan nikotin rokok. "Lantas untuk apa harus memakai bahan hewani seperti itu, apalagi bahan yang berfungsi sebagai pengikat zat berbahaya dalam rokok sudah terpenuhi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan filter rokok, kata dia, hanya ada dua jenis, yakni "cellulose" dan kertas. Produsen pembuat bahan baku filter rokok dari "cellulose acetate tow" yang berasal dari luar negeri pun dipastikan tidak akan gegabah menggunakan unsur hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasalnya, sudah ada kesepakatan supaya spesifikasinya sesuai permintaan," katanya menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pemasok bahan baku pembuat filter rokok tidak akan ambil risiko mencampuri bahan-bahan di luar ketentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, proses penambahan bahan tertentu justru akan menghilangkan rasa khas kretek yang sudah menjadi ciri khasnya. "Hal ini, tentu tidak akan dilakukan perusahaan rokok kretek sebab nilai jual kretek ada pada rasa tersebut," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hampir seluruh perusahaan rokok kretek kami menggunakan bahan 'cellulose acetat tow'. Demikian halnya pemasok filter rokok dari Jawa Timur atau daerah lainnya juga mendapat pasokan bahan baku yang hampir sama," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardi mengatakan bahwa kretek merupakan "heritage" atau warisan yang dimiliki Indonesia. "Industri ini merupakan penyangga perekonomian nasional dan perekonomian rakyat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua pihak tentu perlu mewaspadai jika upaya tersebut merupakan bagian dari upaya menghancurkan rokok kretek. Sekaligus mematikan usaha perekonomian masyarakat Indonesia," tukasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6106761396943794354?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6106761396943794354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6106761396943794354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6106761396943794354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6106761396943794354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/filter-rokok-di-kudus-bebas-hemoglobin.html' title='Filter Rokok di Kudus Bebas Hemoglobin Babi'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1817154501602892182</id><published>2010-04-08T12:22:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T12:29:07.022+07:00</updated><title type='text'>LGBT Activism Under Attack in Surabaya, Indonesia</title><content type='html'>Part 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Grace Poore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace Poore and Ging Cristobal, staff members of the International Gay&lt;br /&gt;and Lesbian Human Rights Commission (IGLHRC) were in Surabaya,&lt;br /&gt;Indonesia for the International Lesbian and Gay Association (ILGA) Asia&lt;br /&gt;conference scheduled to begin in the East Java capital on March 26 and&lt;br /&gt;run through March 29, 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One hundred and fifty activists representing one hundred organizations&lt;br /&gt;from sixteen Asian countries were scheduled to attend. As participants&lt;br /&gt;began to arrive for the weekend’s activities, Indonesian police ordered&lt;br /&gt;the cancellation of the conference in response to pressure from&lt;br /&gt;Islamist fundamentalist groups. The conference hotel refused to permit&lt;br /&gt;the conference to proceed. ILGA Asia found alternate venue, but&lt;br /&gt;fundamentalists tracked them there. One of the groups occupied the&lt;br /&gt;hotel lobby for several days. After threats of violence and hours of&lt;br /&gt;negotiation, Indonesian activists were forced to leave the hotel and&lt;br /&gt;foreign attendees forced to disperse until they could leave Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace Poore, Coordinator of IGLHRC’s Asia and Pacific Island Program,&lt;br /&gt;documented her experience. This is the first part of her story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/23/10 – Tuesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:10 PM - I arrive at the Mercure Hotel to check-in and the front desk&lt;br /&gt;tells me that I only have a room for one night because the conference&lt;br /&gt;is not taking place at the hotel. They offer me complimentary lemon ice&lt;br /&gt;tea. I call Ging Cristobal, IGLHRC’s Project Coordinator for Asia and&lt;br /&gt;the Pacific Islands. She tells me that there has been a security threat&lt;br /&gt;to the hotel so the conference venue is being moved. We have to wait&lt;br /&gt;for more details.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:30 PM – A member of the ILGA Asia Board tells me that press coverage&lt;br /&gt;of the conference tipped off local fundamentalists who are now&lt;br /&gt;threatening to attack the Mercure Hotel. Earlier today, the hotel&lt;br /&gt;management told Gaya Nusantara, one of the oldest lesbian, gay,&lt;br /&gt;bisexual and transgender (LGBT) organizations in Indonesia, based in&lt;br /&gt;Surabaya, about the threat and said the conference could not remain in&lt;br /&gt;the venue—basically kicking us out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Nusantara is negotiating with a different hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/24/10 – Wednesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morning – At breakfast, I learn from members of Gaya Nusantara that&lt;br /&gt;there’s a problem with the conference permit. It turns out that the&lt;br /&gt;Surabaya police issued a permit for the wrong dates. This is turning&lt;br /&gt;into a comedy of errors. One hundred and fifty people are expected, now&lt;br /&gt;for a conference without a permit, while fundamentalists are&lt;br /&gt;threatening a showdown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Members of Arus Pelangi, a Jakarta-based organization that assists&lt;br /&gt;LGBT-survivors of torture and conducts national advocacy, are&lt;br /&gt;negotiating with federal and local police. I am comforted by this –&lt;br /&gt;they are seasoned in dealing with police. However, we hear that the&lt;br /&gt;police have links to the fundamentalists.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noon – I check out of the Mercure Hotel and relocate to the Oval Hotel,&lt;br /&gt;the new conference venue. The lone figure of ILGA’s Co-Secretary&lt;br /&gt;General Gloria Carreaga in an empty hotel lobby is surprisingly&lt;br /&gt;comforting. What a welcome to Asia for her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There’s no Internet in the rooms. I’m not sure how I’m supposed to have&lt;br /&gt;Skype conferences in the lobby. What if the fundamentalists show up and&lt;br /&gt;we can’t access Internet at all? Should I go back to the other hotel?&lt;br /&gt;But they kicked out our conference. I don’t want to give them my&lt;br /&gt;business. It’s important to be in solidarity with the local partners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/25/10 – Thursday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noon – Familiar faces from India, Bangladesh, Singapore, Philippines&lt;br /&gt;and China pass through the lobby of the Oval Hotel. They’ve flown into&lt;br /&gt;a void–nobody knows for sure whether the conference is happening.&lt;br /&gt;Registration is delayed and then moved to a room in the hotel basement&lt;br /&gt;next to the underground car park. Two people from Arus Pelangi walk in&lt;br /&gt;from negotiating with police about the permit. Their eyes are puffy,&lt;br /&gt;faces drawn, and shoulders slumped. I expect to be told we need to&lt;br /&gt;leave, conference cancelled. The ILGA Asia Board huddles in a corner.&lt;br /&gt;The rest of us wait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2:00-7:00 PM – Ging and I attend a meeting unconnected to the&lt;br /&gt;conference at a third hotel. Namita Chad of the Astraea Foundation says&lt;br /&gt;that she’s glad that the hotel took the initiative to change the video&lt;br /&gt;monitor in the lobby. The day before, it said, “Meeting: Astraea&lt;br /&gt;Lesbian Action Foundation and International Gay and Lesbian Human&lt;br /&gt;Rights Commission.” It now simply reads “Meeting: Astraea Foundation.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the meeting, a member of that hotel’s staff tells us that she saw&lt;br /&gt;the news about the fundamentalist threats against the conference and&lt;br /&gt;about the Mercure Hotel turning us away. “Our hotel supports you,” she&lt;br /&gt;assures us. “Our manager called all of the staff and said that no one&lt;br /&gt;should talk to the media or anyone who asks about your meeting.” She&lt;br /&gt;sounds grave. I don’t realize the significance of her statements until&lt;br /&gt;that night — when I find out that 20 to 30 fundamentalist protesters&lt;br /&gt;had demonstrated against the conference in front of Hotel Mercure that&lt;br /&gt;morning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:00 PM – There is a security briefing in the basement of the Oval&lt;br /&gt;Hotel led by ILGA Asia, Gaya Nusantara, Arus Pelangi, and Institut&lt;br /&gt;Pelangi Perempuan, a Jakarta-based lesbian organization. They take&lt;br /&gt;turns outlining the situation to all conference participants. The&lt;br /&gt;following is my summary of the meeting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permit Issue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before they sought the permit for the conference, the organizers sought&lt;br /&gt;letters of approval from the Indonesian Department of Foreign Affairs,&lt;br /&gt;the National Police and the National Human Rights Commission. The&lt;br /&gt;National Human Rights Commission was the only one to give their full&lt;br /&gt;support. From the start, the Department of Foreign Affairs and the&lt;br /&gt;National Police were uncooperative. Police ambivalence appeared to have&lt;br /&gt;been reinforced when fundamentalists warned they would attempt to shut&lt;br /&gt;down the gathering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We hear that Surabaya police intended to grant Gaya Nusantara the&lt;br /&gt;permit when the national police instructed them to deny it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Threat of Police Shut Down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The situation is that now the organizers don’t have a permit to hold&lt;br /&gt;the conference. This means that the police have the right to disband&lt;br /&gt;the conference. How can we deal with this threat? The ILGA Board has&lt;br /&gt;officially announced that the conference has been canceled, which the&lt;br /&gt;media has publicized. Now, the international guests are here merely as&lt;br /&gt;tourists, so we have all the freedom to meet and travel like other&lt;br /&gt;tourists. However, we are advised to avoid wearing ILGA t-shirts,&lt;br /&gt;carrying ILGA bags, or displaying the conference program. Basically,&lt;br /&gt;avoid showing anything related to the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Threats by Fundamentalists&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We also face threats from radical Muslim groups led by Islamic&lt;br /&gt;Defenders Front (FPI). I hear from an independent source that a total&lt;br /&gt;of seven fundamentalist groups in Surabaya have joined forces against&lt;br /&gt;us. Some of these groups have been gathering force and encouraging&lt;br /&gt;others to take action against us. In addition to the demonstration in&lt;br /&gt;front of the Mercure Hotel earlier today, there was also another&lt;br /&gt;demonstration at a hotel where we were supposed to have dinner&lt;br /&gt;tomorrow. We are not sure if the fundamentalists know that we are still&lt;br /&gt;meeting, but there’s a good possibility of them finding out that we are&lt;br /&gt;here. There are strong indications that in the coming days, especially&lt;br /&gt;tomorrow, that the groups may show up at our hotel to protest – or&lt;br /&gt;worse. Tomorrow is prayer day, and there’s a possibility of people&lt;br /&gt;getting revved up, their actions getting heated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Position of the Hotel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So far, the management at the Oval Hotel has been fairly cooperative,&lt;br /&gt;although they are worried. It’s not in their interest to tell anyone we&lt;br /&gt;are here. However, they instruct that we are not to gather around the&lt;br /&gt;lobby, especially not near the main entrance. Instead, we should stay&lt;br /&gt;in the restaurant area, which is more discreet and will be perceived as&lt;br /&gt;a normal place to gather.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reassurances&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The irony is that Surabaya is an open city. Surabaya’s residents are&lt;br /&gt;used to seeing gays, lesbians, bisexuals and transgender people. It is&lt;br /&gt;even common to have LGBT guests at hotels. (We are told that the&lt;br /&gt;fundamentalists would not take such action against LGBT individuals but&lt;br /&gt;are moved to protest because we are trying to organize for our rights.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, the local organizers and ILGA Asia are not sitting idly by.&lt;br /&gt;Organizers are coordinating with local human rights and civil society&lt;br /&gt;groups which are actively taking measures to prevent anything bad from&lt;br /&gt;happening to us. Significantly, a moderate Muslim group in Surabaya&lt;br /&gt;says that it will give us moral and political support as needed. In an&lt;br /&gt;incredible expression of solidarity, individual human rights activists&lt;br /&gt;and non-LGBT friends communicate that they are prepared to personally&lt;br /&gt;form the first barrier of defense if there’s an attack. They are&lt;br /&gt;willing to endanger themselves to protect their international friends.&lt;br /&gt;It’s amazing – an understatement – to have support like this from&lt;br /&gt;non-LGBT Indonesian organizations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Security Measures and Instructions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All participants must pay attention to and cooperate with the security&lt;br /&gt;measures. There will be different security teams – a team on the main&lt;br /&gt;roads near the hotel to look out for police or fundamentalist presence,&lt;br /&gt;a team that will provide information if evacuation is necessary, and a&lt;br /&gt;team to ensure evacuation is done properly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If demonstrators come toward us while we are in the hotel, we should go&lt;br /&gt;to our own rooms. There have been no cases where demonstrators have&lt;br /&gt;gone into the hotel rooms (yet). In the event that fundamentalists&lt;br /&gt;break into our rooms, we should attempt to escape through the emergency&lt;br /&gt;exits located on each floor. If we are trapped during a meeting and&lt;br /&gt;cannot get to our own rooms, we should rely on the evacuation team to&lt;br /&gt;direct us to the safest exits to get to the public areas and roads.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The decision is to attempt to work things out through negotiation and&lt;br /&gt;avoid violence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revised Program Schedule&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conference is no longer a conference but a meeting. The first day’s&lt;br /&gt;plenary has been canceled so that people are not all gathered in one&lt;br /&gt;room because this may not be safe. There will be one set of discussion&lt;br /&gt;groups in the morning and another in the afternoon. We will not use&lt;br /&gt;meeting rooms but our hotel rooms. At midnight, we will receive a phone&lt;br /&gt;call in our rooms telling us where to meet in the morning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impressions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of the gay men and waria people use humor to lift the tension. The&lt;br /&gt;lesbians and FtMs from Indonesia sit stone-faced. Across from me a&lt;br /&gt;young South Asian lesbian who I met for the first time earlier in the&lt;br /&gt;day catches my eye. Fear is written all over her face. This is her&lt;br /&gt;first time out of the country and her first time at an international&lt;br /&gt;conference. She is not out to her family. Her parents don’t even know&lt;br /&gt;she’s in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is not Aceh, where hardliners reign, it’s Surabaya! How could this&lt;br /&gt;be happening? Surabaya has had events for the International Day Against&lt;br /&gt;Homophobia (IDAHO). Gaya Nusantara has worked here for years. But the&lt;br /&gt;police have refused to grant the permit and cannot be depended on for&lt;br /&gt;protection. If something happens, will anyone protect us?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Part 2: Anti-LGBT protesters surround the hotel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staff members Grace Poore and Ging Cristobal of IGLHRC’s Asia &amp; Pacific&lt;br /&gt;Program were in Surabaya, Indonesia for the ILGA Asia conference&lt;br /&gt;scheduled to begin in the East Java capital on Friday March 26 and run&lt;br /&gt;through the weekend to March 29 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, on March 24th as participants began arriving in preparation&lt;br /&gt;for the weekend’s activities, Indonesian police ordered the&lt;br /&gt;cancellation of the conference after anti-LGBT pressure from Islamist&lt;br /&gt;fundamentalist groups. Although conference participants moved to a new&lt;br /&gt;venue in Surabaya, they were tracked there and fundamentalist groups&lt;br /&gt;continued to threaten their safety with one of the groups occupying the&lt;br /&gt;hotel lobby for several days, starting on Muslim prayer day, Friday&lt;br /&gt;March 26th After many tense hours of negotiation and threats of&lt;br /&gt;violence, local activists were forced to leave the hotel and foreign&lt;br /&gt;attendees forced to disperse throughout Surabaya until they could leave&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 100 activists who made it to Surabaya, representing 100&lt;br /&gt;organizations in 16 Asian countries are all currently safe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace Poore documented her experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go to Part 1: Police force activists to cancel the conference »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/26/10 – Friday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morning: The breakfast buffet is bustling. Ninety-nine percent of us&lt;br /&gt;are Asian, and you see our diverse faces, skin tones, hair textures.&lt;br /&gt;The atmosphere is light and even cheery. There is no hint of the doom&lt;br /&gt;and terror from last night’s security briefing. It’s surreal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two members of the waria community that I met at the Indonesia launch&lt;br /&gt;of the Yogyakarta Principles in 2008 smile when they seem me and kiss&lt;br /&gt;me on both cheeks. “The situation is blown out of proportion. Don’t&lt;br /&gt;worry,” says the waria from Yogyakarta. The other adds, “We face this&lt;br /&gt;in Aceh every day!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8:30 AM – We cluster in a circle in the fourth floor corridor for&lt;br /&gt;abbreviated speeches in lowered voices, stifled clapping, and lots of&lt;br /&gt;shushing. Someone says, “This is real activism. Not theory.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:00 AM – Discussion groups are held on “Regional LGBT Advocacy,”&lt;br /&gt;“Homophobia, Transphobia and Domestic Violence,” and “Reaching Out to&lt;br /&gt;Queer Asia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before we end, a member of the ILGA Asia Board tells us that the&lt;br /&gt;afternoon meetings are cancelled to avoid trouble with the hotel and&lt;br /&gt;police.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12:30 PM – Lunch. Half way through chicken and rice, a member of the&lt;br /&gt;evacuation team comes around.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Every one must go to their room now. The fundamentalists are coming.”&lt;br /&gt;The urgency in her voice is not matched by our response. Curiosity&lt;br /&gt;keeps me from going to my room on the third floor. I hang back to watch&lt;br /&gt;what happens from over the first floor balcony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A black SUV with darkened windows pulls up in front of the hotel tailed&lt;br /&gt;by a police car. Three uniformed officers get out of the police car. I&lt;br /&gt;later learn they are police intelligence. Two more SUVs quickly follow,&lt;br /&gt;out of which tumble young men dressed in pants, t-shirts, and jackets;&lt;br /&gt;some with beards, others with clean-shaven faces; most seemingly&lt;br /&gt;working class or maybe poor. The leaders are older and well dressed,&lt;br /&gt;some in clerics robes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To my amazement, the fundamentalists walk directly into the hotel lobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motorcycles and more vans arrive. About twenty more young men approach&lt;br /&gt;the hotel entrance, but the police stop them from entering. They form a&lt;br /&gt;mob just beyond the glass panels of the hotel lobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of the Indonesian conference organizers are negotiating with the&lt;br /&gt;fundamentalists. From the balcony above, I can see a fundamentalist&lt;br /&gt;leader talking and gesturing non-stop. I recognize a member of the&lt;br /&gt;negotiating team and feel an overwhelming need to stand with my&lt;br /&gt;Indonesian colleagues, but I hold myself back. I don’t look Indonesian,&lt;br /&gt;and so my presence would be a liability — newspaper reports have made&lt;br /&gt;clear that the mob believes the conference is driven by foreign&lt;br /&gt;influence. Suddenly there is a shout, followed by more shouts; there is&lt;br /&gt;some kind of altercation: one fundamentalist physically strikes one of&lt;br /&gt;our organizers, who is negotiating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The evacuation team orders those of us standing on the balcony to go to&lt;br /&gt;our rooms immediately. The eyes of some of the mob members below are&lt;br /&gt;hard, narrowed with the look of hate. I know it’s a tactic to instill&lt;br /&gt;fear, and it works. I’ve seen the face of rabid condemnation and rage&lt;br /&gt;at anti-choice and Pride marches, but I’ve never been so close. Still,&lt;br /&gt;the thought of being locked in my room, unable to witness anything is&lt;br /&gt;suffocating. One of the participants has a room facing the front of the&lt;br /&gt;hotel, and it becomes an observation point for some of us for the next&lt;br /&gt;several hours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4:20 PM – More fundamentalists are showing up, many with cell phones.&lt;br /&gt;Some of them stare up at the windows and draw fingers across their&lt;br /&gt;throats signaling death. Seven to ten police vehicles are parked in&lt;br /&gt;front of the hotel, one of which is a large olive green truck. Most of&lt;br /&gt;the police that I can see mingle among themselves, relaxed, as if&lt;br /&gt;waiting for a dignitary to emerge from a concert. I also see some&lt;br /&gt;police casually chatting with the protesters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4:30 PM – About twenty mobile patrol police officers arrive on&lt;br /&gt;motorcycles. They immediately don vests and riot gear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5:30 PM – Someone from the ILGA Asia Board says, “Go to your room and&lt;br /&gt;pack your bags.” The South Surabaya Chief of Police has still not&lt;br /&gt;agreed to give us police protection and is demanding that we leave the&lt;br /&gt;hotel and go to the airport immediately. Most of the participants&lt;br /&gt;cannot change their flights on such short notice. Most have nowhere&lt;br /&gt;else to stay. We pack, hoping the outcome will change through&lt;br /&gt;negotiations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6:30 PM – The ILGA Asia Board informs us that the South Surabaya Chief&lt;br /&gt;of Police has guaranteed protection for one night. He has also agreed&lt;br /&gt;to permit international participants to stay until March 29, which is&lt;br /&gt;when most of us are scheduled to fly home. However, fundamentalists are&lt;br /&gt;permitted to continue to occupy the hotel lobby. Police officers&lt;br /&gt;stationed in the hotel will monitor them, whatever that means. The&lt;br /&gt;Chief of Police gives us his mobile phone number as a precaution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I later discover that our side’s negotiations with the Chief of Police&lt;br /&gt;were at least in part lead by Nursyahbani Katjasungkana, who is a&lt;br /&gt;member of the Indonesian Parliament representing East Java, where&lt;br /&gt;Surabaya is, and a prominent human rights lawyer, and by Monica&lt;br /&gt;Tanuhandaru who works on police reform and assists the central&lt;br /&gt;government with the development of a national plan of action on human&lt;br /&gt;rights. These women have leverage with police, so their engagement is&lt;br /&gt;invaluable. They also our allies, having worked on LGBT rights before.&lt;br /&gt;They intervened in Aceh when two gay men were assaulted and later&lt;br /&gt;physically and sexually re-victimized by several police officers while&lt;br /&gt;they were in police custody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7:30 PM – The hotel sends up boxes of food so we can eat dinner in our&lt;br /&gt;rooms. The restaurant and lobby are crowded with fundamentalists, who&lt;br /&gt;have also been served dinner by the hotel – probably a necessary&lt;br /&gt;strategy to appease the mob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8:00 PM – We are warned, “Fundamentalists are going floor to floor to&lt;br /&gt;do a sweep. Make sure your doors are locked and all lights turned off.”&lt;br /&gt;The fundamentalists apparently want to check that we are not holding&lt;br /&gt;meetings. I sit in my room, door locked, lights out. After what seems&lt;br /&gt;like forever, the room phone rips the silence. Police have intercepted&lt;br /&gt;the fundamentalists. The sweep is over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9:00 PM – As participants and conference organizers strategize about&lt;br /&gt;safety and evacuation, one participant receives intelligence from her&lt;br /&gt;networks that an armed group of fundamentalists called the Defenders of&lt;br /&gt;Islam plans to come to the hotel tomorrow morning with weapons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We panic. Do we leave? Do we stay? Leaving does not guarantee our&lt;br /&gt;safety since the minimal protection offered by police only covers this&lt;br /&gt;hotel. And, leaving requires going into the lobby and past the mob.&lt;br /&gt;Leaving means even greater uncertainty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are advised to leave in two and threes to avoid giving the&lt;br /&gt;impression that we are transferring to another hotel. Some participants&lt;br /&gt;are afraid their taxis will be followed. The Indonesian organizers try&lt;br /&gt;to reassure us. One says, “The fundamentalists are not interested in&lt;br /&gt;individuals. They are campaigning against the fact that we congregated&lt;br /&gt;together to organize for our rights. The leader of the group that&lt;br /&gt;showed up today said as much — ‘As long as you are mere individuals&lt;br /&gt;committing this sin, we don’t really care. But as soon as you organize&lt;br /&gt;we will fight you.’ They want to prevent us from using anything from&lt;br /&gt;the Universal Declaration of Human Rights to claim our rights. They see&lt;br /&gt;our organizing as a provocation.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:00 PM – The participants are making different evacuation plans. Some&lt;br /&gt;contact embassies and consulates for sanctuary. Some check out of this&lt;br /&gt;hotel and into others. Some leave for the airport. Some choose to stay&lt;br /&gt;because they feel safer in the hotel than in the unknown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I learn that press reports indicate that fundamentalists went from&lt;br /&gt;hotel to hotel to see where we had gone after the first hotel reneged.&lt;br /&gt;This sweep helped them locate us at our current location. As bad as it&lt;br /&gt;is here, going to another hotel is a real risk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I decide to check-out and leave for another hotel with another&lt;br /&gt;participant. I try to be nonchalant as the fundamentalists watch me&lt;br /&gt;walk through the lobby. They will consider each of our departures a&lt;br /&gt;victory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At midnight, the fundamentalists threaten to bring a larger mob if the&lt;br /&gt;hotel doesn’t kick people out. Organizers are intimidated into turning&lt;br /&gt;over a list of conference participants. All the Surabaya residents and&lt;br /&gt;organizers are forced to evacuate the hotel by 4 AM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While this is all going on, fundamentalists sealed off the office of&lt;br /&gt;Gaya Nusantara, the Surabaya LGBT organization that handled the local&lt;br /&gt;organizing for the conference. No staff was in the office at the time,&lt;br /&gt;thankfully. I can’t believe this is happening. Why do these radicals&lt;br /&gt;have so much power in a country of moderate Muslims? Why are police not&lt;br /&gt;enforcing rule of law?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/27/10 – Saturday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the morning, I watch on Indonesian TV – either Channel 1 or 3 – a&lt;br /&gt;demonstration by the Unity Front of the Islam Community (FPU) not far&lt;br /&gt;from the Oval Hotel. Among the demonstrators are members of the&lt;br /&gt;Indonesian Muslim Students Action Front (KAMMI) carrying posters that&lt;br /&gt;pronounce, “Say No to Homosexual Conference in Surabaya,” “Say No to&lt;br /&gt;Lesbians” and “Surabaya is Not a Gay City.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I return to the Oval Hotel with Ibu Hesti Armiwulan, a national human&lt;br /&gt;rights commissioner and an outspoken supporter of LGBT rights. I see&lt;br /&gt;that a handful of fundamentalists remain inside the lobby restaurant.&lt;br /&gt;Things are quiet. Nine participants including three ILGA Asia board&lt;br /&gt;members are still at the hotel until they can leave on Monday morning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/28/10 – Sunday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fundamentalists conducted a room-to-room sweep of the Oval Hotel. The&lt;br /&gt;remaining nine participants are told that another mob plans to enter&lt;br /&gt;the hotel on Monday morning if everyone from the conference has not&lt;br /&gt;left. All non-Surabaya participants will leave this city on Monday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3/29/10 – Monday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bribery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I find out that at one point the Surabaya police offered to issue a new&lt;br /&gt;permit in exchange for 5 million rupiah (552 U.S. dollars). They&lt;br /&gt;subsequently asked ILGA for 25 million rupiah (2,758 U.S. dollars),&lt;br /&gt;presumably for “protection” money. The mob also wanted 1 million rupiah&lt;br /&gt;(100 U.S. dollars) from ILGA – presumably as a pay off not to inflict&lt;br /&gt;harm. It is likely the hotel paid the mob at least something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Human Rights Commission&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Hesti Armiwulan, the Indonesian Human Rights Commissioner, says the&lt;br /&gt;Indonesian Human Rights Commission has begun gathering information&lt;br /&gt;about the events around the conference, will continue their&lt;br /&gt;investigations, and will release a report on their findings. The chair&lt;br /&gt;of the Commission, Ifdal Kassim, was a consistent and outspoken critic&lt;br /&gt;of efforts to cancel the conference. He said we had broken no laws. The&lt;br /&gt;Commission has strongly advocated respect for LGBT people and&lt;br /&gt;implementation of the Yogyakarta Principles not only in Indonesia but&lt;br /&gt;also throughout the region.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Solidarity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian activists have recommended various courses of action. This&lt;br /&gt;includes requesting that the international community write letters&lt;br /&gt;protesting the failure of the Surabaya police to carry out their duty&lt;br /&gt;and arguing that Indonesian activists should not be charged with&lt;br /&gt;wrongdoing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personal Reflections&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is incredible to me that the police allowed the fundamentalists to&lt;br /&gt;enter the hotel at all. Even if a permit for the conference was denied,&lt;br /&gt;the police have an obligation to enforce the rule of law—prevent&lt;br /&gt;harassment and threats to safety, arrest protesters if necessary for&lt;br /&gt;inciting or planning violence, evacuate the mob for trespassing on&lt;br /&gt;private property, demand a permit from the fundamentalists if they&lt;br /&gt;insist on holding a demonstration, and cordon them off so they can&lt;br /&gt;exercise their freedom of expression without preventing ours. Most&lt;br /&gt;importantly, the police must protect vulnerable people from violence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have spoken with many Indonesian activists, and they have different&lt;br /&gt;theories for the police behavior. I heard that: the police do nothing&lt;br /&gt;because they have links to the fundamentalists, they extort money in&lt;br /&gt;exchange for “protection,” both sides benefit from the security racket,&lt;br /&gt;they let confrontational situations get out of hand and then arrest&lt;br /&gt;everyone in sight. I have also heard that the police can control mobs&lt;br /&gt;effectively, but as one person theorized that it can be different with&lt;br /&gt;religious groups. The person said to me, “It’s different with Muslim&lt;br /&gt;groups because they use the name of Islam, which makes it difficult for&lt;br /&gt;police to question the legality of the group. To question their&lt;br /&gt;legality is to question Islam.” I also heard that fundamentalists&lt;br /&gt;accuse Muslim police officers with damnation for being “bad” Muslims if&lt;br /&gt;they defend the rights of LGBT people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have to hold the Indonesian government and the provincial government&lt;br /&gt;accountable for caving in to the bullying of a handful of&lt;br /&gt;fundamentalist thugs to carry out the ideologies of hard-line&lt;br /&gt;ultra-conservative Islamists. This tactic is used in many countries&lt;br /&gt;where fundamentalisms thrive, including the United States.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There must be a national and international outcry over what happened in&lt;br /&gt;Surabaya. The State and religious moderates in particular must loudly&lt;br /&gt;condemn the misuse of Sharia law to justify lawlessness and human&lt;br /&gt;rights violations. Raiding hotels, imposing dress codes on women,&lt;br /&gt;legalizing death by stoning law for adultery, and/or deploying&lt;br /&gt;violence, intimidation and extortion to suppress freedom of expression&lt;br /&gt;and association are all contrary to the human rights to which we are&lt;br /&gt;all entitled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a wake up call. The fundamentalists posed a much greater threat&lt;br /&gt;than was expected–even in a city like Surabaya, often known for being&lt;br /&gt;moderate and tolerant. For the Indonesian LGBT movement, questions of&lt;br /&gt;organizing capacity and security at grassroots and community-based&lt;br /&gt;levels will most likely be addressed with greater attention. Future&lt;br /&gt;LGBT activities like the International Day Against Homophobia (IDAHO)&lt;br /&gt;and Pride in Surabaya will likely demand alternative and inventive&lt;br /&gt;strategies. The emotional and psychological impact of the last few days&lt;br /&gt;will be felt for a long time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questions remain about the safety of Indonesian activists who conducted&lt;br /&gt;most of the face-to-face negotiations with the fundamentalists,&lt;br /&gt;including activists from Jakarta. Staff at Gaya Nusantara in Surabaya&lt;br /&gt;are still at risk of being attacked, stalked, disrupted. Their office&lt;br /&gt;remains sealed and locked up by fundamentalists. The fact that police&lt;br /&gt;allowed vigilantes to shut down an NGO that is legally recognized by&lt;br /&gt;the State is a clear indication, in my opinion, that non-state actors&lt;br /&gt;have gained power over the State. As one activist points out, “It is a&lt;br /&gt;turning point for Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, those of us who were there will not forget the heartening&lt;br /&gt;rallying of Indonesian human rights activists and non-LGBT allies to&lt;br /&gt;support LGBT conference attendees. Their solidarity speaks volumes&lt;br /&gt;about the need for inter-movement alliances and the need to ensure that&lt;br /&gt;our struggles for human rights are interconnected all of the time, not&lt;br /&gt;only in a crisis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1817154501602892182?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://iglhrc.wordpress.com/2010/04/02/lgbt-activism-under-attack-in-surabaya-indonesia/' title='LGBT Activism Under Attack in Surabaya, Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1817154501602892182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1817154501602892182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1817154501602892182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1817154501602892182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/lgbt-activism-under-attack-in-surabaya.html' title='LGBT Activism Under Attack in Surabaya, Indonesia'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2133925524283114661</id><published>2010-04-08T12:13:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T12:19:47.023+07:00</updated><title type='text'>Pimpinan Gereja Uganda Kecam Hukuman Mati bagi Kaum 'Gay'</title><content type='html'>&lt;a href="http://gessang.org/images/stories/presidenuganda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://gessang.org/images/stories/presidenuganda.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pimpinan gereja dan aktivis HAM Uganda mengajukan sebuah petisi yang ditandatangani oleh sekitar setengah juta orang ke parlemen Uganda. Tindakan ini mereka lakukan sebagai bagian dari aksi protes mereka terhadap rancangan undang-undang yang mengusulkan hukuman yang lebih berat hingga hukuman mati kepada orang-orang yang mempraktekkan perilaku homoseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan undang-undang tersebut dibuat oleh anggota parlemen Uganda David Bahati pada akhir Oktober lalu yang mengusulkan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi kaum homoseksual jika mereka terinfeksi HIV (Aids) atau melakukan kegiatan seksual yang menyebabkan orang menjadi terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang aktivis bernama Denis Wamala mengatakan kepada wartawan setelah mereka mengajukan petisi ke parlemen Uganda hari Senin kemarin (1/3): "Beberapa orang memang memiliki orientasi seksual yang berbeda, dan kita harus menerima dan menghormati hal itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uganda mendapat kritikan dan kecaman secara luas karena rancangan undang-undang tersebut, yang oleh presiden AS Barack Obama disebut sebagai "menjijikkan". David Bahati sendiri menyatakan bahwa homoseksual bukan hak azazi manusia dan menekankan bahwa rancangan undang-undang anti homoseksual tersebut bertujuan baik, untuk menyelamatkan negara Uganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Uganda Yoweri Museveni mencoba menjauhkan diri dari kecaman itu, dengan mengatakan kepada parlemen bahwa keterlibatan internasional dalam proyek ini telah membuat dia mendapat masalah dalam kebijakan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstitusi Uganda secara resmi melarang perilaku homoseks dan bisa tekena hukuman penjara dengan hukuman kurungan 7 tahun hingga ke penjara seumur hidup. Pada bulan April 2009 pemerintah meluncurkan kampanye negatif terhadap para pembela kaum gay, dan menyebutkan mereka sebagai penyebar tindakan homoseksualitas cabul di sekolah-sekolah. (fq/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2133925524283114661?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1097&amp;Itemid=97' title='Pimpinan Gereja Uganda Kecam Hukuman Mati bagi Kaum &apos;Gay&apos;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2133925524283114661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2133925524283114661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2133925524283114661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2133925524283114661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/pimpinan-gereja-uganda-kecam-hukuman.html' title='Pimpinan Gereja Uganda Kecam Hukuman Mati bagi Kaum &apos;Gay&apos;'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5127964453107700074</id><published>2010-04-08T11:43:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T12:09:36.964+07:00</updated><title type='text'>A Statement from the ILGA-ASIA BOARD on the Cancellation of 4th</title><content type='html'>The 4th ILGA ASIA conference was to take place in Surabaya, Indonesia&lt;br /&gt;from the 26th to the 28th of March 2010, however, due to unforeseen and&lt;br /&gt;unfortunate circumstances, the conference had to be cut short.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILGA is the only worldwide federation campaigning for lesbian, gay,&lt;br /&gt;bisexual, trans and intersex (LGBTI) rights and was established in&lt;br /&gt;1978. The aim of ILGA is to work for the equality of LGBTI people and&lt;br /&gt;their liberation from all forms of discrimination. It seeks to achieve&lt;br /&gt;this aim through the worldwide cooperation and mutual support of its&lt;br /&gt;members.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILGA ASIA is the Asian branch of ILGA and it has successfully organised&lt;br /&gt;conferences in India, the Philippines and Thailand in the past. ILGA&lt;br /&gt;ASIA has over 160 member organisations in more than 17 countries across&lt;br /&gt;Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILGA Asia accepted the proposal of GAYa NUSANTARA, the oldest LGBT&lt;br /&gt;organisation in Indonesia, to host the fourth Regional Conference of&lt;br /&gt;ILGA Asia in Surabaya, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conference organisers received endorsements from the local city&lt;br /&gt;police to hold the conference. However, as news of the conference&lt;br /&gt;became known to local media and groups of fundamentalists, who opposed&lt;br /&gt;the conference, they began to threaten to disrupt the conference and&lt;br /&gt;upset the participants with violent protests. The police withdrew their&lt;br /&gt;endorsement of the conference fearing to not be able to control the&lt;br /&gt;fundamentalists and the safety of the conference participants. ILGA&lt;br /&gt;ASIA was then forced to announce that the conference was “officially”&lt;br /&gt;cancelled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conference was to be held at the Mercure Hotel (Accor Hotels&lt;br /&gt;Group), with many of the participants coming from all over Asia and who&lt;br /&gt;were staying at the hotel. The management of the hotel then decided&lt;br /&gt;that they were very uncomfortable to host the conference and&lt;br /&gt;accommodate the participants. Two days prior to the start of the&lt;br /&gt;conference, the management of the hotel demanded all the participants&lt;br /&gt;to vacate their rooms, which had been paid for, and find alternative&lt;br /&gt;accommodation. The Oval Hotel, kindly accepted to host the event and&lt;br /&gt;provide the rooms needed for those who had to leave Mercure. The&lt;br /&gt;conference organisers tried their best to mobilise as much support from&lt;br /&gt;high-level public figures, to persuade the police to return to their&lt;br /&gt;initial endorsement, but to no avail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Thursday the 25th of March the ILGA ASIA board called for a meeting&lt;br /&gt;with all the participants and explained the situation to them and the&lt;br /&gt;possible risks in continuing with the conference. In spite of all the&lt;br /&gt;threats and potential risks, the participants and the board decided to&lt;br /&gt;go ahead with a “meeting of activists”, as this is why they had come to&lt;br /&gt;Surabaya. The ILGA ASIA board commends the commitment and determination&lt;br /&gt;of the activists in Asia and their tenacity in wishing to persevere&lt;br /&gt;with the agenda under extremely difficult circumstances and to help&lt;br /&gt;build a world where all people are free and equal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the morning of Friday the 26th of March at 8.30am, the activists&lt;br /&gt;gathered in the corridor of the 4th floor of the Oval Hotel where Dédé&lt;br /&gt;Oetomo, director of GAYa NUSANTARA, Poedjiati Tan and Sahran&lt;br /&gt;Abeysundara, representatives of ILGA ASIA to ILGA, welcomed all the&lt;br /&gt;delegates and declared the “Meeting of Activists” open. Four energy&lt;br /&gt;packed workshops were carried out throughout the morning taking place&lt;br /&gt;in rooms of the board members for security reasons. Over 100&lt;br /&gt;representatives from more than 12 countries participated and the&lt;br /&gt;atmosphere was electric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By midday the board had received information that a group of&lt;br /&gt;fundamentalists had mobilised themselves after Friday prayers and were&lt;br /&gt;heading towards the hotel. For the safety of the participants and in&lt;br /&gt;the best interest of all those involved, the board decided to cancel&lt;br /&gt;the programme of events for the afternoon session. The heads of the&lt;br /&gt;fundamentalist groups entered the hotel and sat around a table in the&lt;br /&gt;lobby, adjacent to the elevators, talking to one another, while other&lt;br /&gt;demonstrators grew into a larger threatening crowd outside of the hotel&lt;br /&gt;lobby. The heads of the opposing groups (the Unity Front of the&lt;br /&gt;Community of Islam (FPUI), an ad-hoc coalition of 7 conservative and&lt;br /&gt;hard-line Islamic groups including the Indonesian Council of Ulemas&lt;br /&gt;(MUI), Indonesia's top Muslim clerical body, the Islamic Defender Front&lt;br /&gt;(FPI), a local extremist group that is known for violent tactics, and&lt;br /&gt;the Hizb ut-Tahrir Indonesia (HTI), a local chapter of a worldwide&lt;br /&gt;network by the same name that is believed to be very active in a number&lt;br /&gt;of countries including the United Kingdom despite being banned by many&lt;br /&gt;governments) demanded to speak to the ILGA ASIA organisers and Mr King&lt;br /&gt;Oey, a member of the ILGA ASIA board and part of the organising&lt;br /&gt;committee tried to reason with them, only to be assaulted in return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moments later, the regional board and the Secretaries Generals of ILGA&lt;br /&gt;and the communications team met to analyse the situation and to take&lt;br /&gt;necessary measures and further precautions. This involved hours of&lt;br /&gt;negotiation with the police and the management of the hotel. At around&lt;br /&gt;4 pm, dozens more protesters arrived at the Oval Hotel and the&lt;br /&gt;atmosphere became more heated. The police wanted to terminate their&lt;br /&gt;responsibility by pressuring the conference delegates and organisers to&lt;br /&gt;leave the hotel immediately. Only after the mediation of some prominent&lt;br /&gt;public figures who were among the participants, the police finally&lt;br /&gt;offered protection to the participants and the hotel management&lt;br /&gt;accepted that they could remain in the hotel until the end of their&lt;br /&gt;reservations. The police also negotiated with the demonstrators and&lt;br /&gt;told them that it had decided to give protection to the delegates. The&lt;br /&gt;demonstrators however refused to leave and began to put more and more&lt;br /&gt;pressure on to the organising committee promising to return armed the&lt;br /&gt;next day. By early evening, it became necessary to evacuate the&lt;br /&gt;participants in groups of four. Some were aided by their embassies,&lt;br /&gt;others who managed to change their flights were taken directly to the&lt;br /&gt;airport, whilst others were moved to different hotels and some left&lt;br /&gt;Surabaya by land to neighbouring cities. A few remained at the hotel as&lt;br /&gt;“tourists”. The ILGA ASIA board wishes to thank all Indonesian&lt;br /&gt;activists who coordinated and put their necks on the line to ensure the&lt;br /&gt;safety of all the participants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Sunday 29 March, news spread quickly regarding an article that&lt;br /&gt;appeared in the Jakarta Post that morning, that the fundamentalists had&lt;br /&gt;threatened to come to the Oval hotel and physically remove all&lt;br /&gt;remaining foreigners and to take them directly to the airport. The&lt;br /&gt;Secretaries General of ILGA left the hotel with the last participants&lt;br /&gt;to a hotel near the airport, where the last departures were arranged.&lt;br /&gt;On the same day, news spread in relation to the Ministry of Religious&lt;br /&gt;Affairs, announcing a court action against the organising committee for&lt;br /&gt;“activities against religion”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All iInternational participants left Indonesia and have arrived safely&lt;br /&gt;back to their home countries leaving the Indonesian activists to face&lt;br /&gt;harder challenges ahead of them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILGA, as part of an international coalition of LGBTI rights defenders,&lt;br /&gt;has initiated a coordinated operation to denounce and protest against&lt;br /&gt;the attack that occurred, with the concerned international bodies and&lt;br /&gt;to demand action from these as a result. Many voices have risen, in&lt;br /&gt;Indonesia and in different countries around the world, demanding the&lt;br /&gt;respect of human rights of LGBT people and the right to assembly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The demand of action is based on the fact that in Indonesia:&lt;br /&gt;(a) The constitution has a strong equality clause&lt;br /&gt;(b) The constitution is based on secular principles&lt;br /&gt;(c) Indonesia has ratified the major UN human rights treaties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ILGA ASIA board wishes to thank all the activists that had&lt;br /&gt;assembled from all parts of Asia and for showing great courage in the&lt;br /&gt;face adversity. We wish to thank our funders [Global Fund for Women,&lt;br /&gt;Astraea, LGBTI Initiative of Open Society Institute, Hivos, Fridae and&lt;br /&gt;Oxfam-Novib] who have stood by us through this difficult time and have&lt;br /&gt;been a great source of strength. We are blessed by the many men and&lt;br /&gt;women in the Indonesian government who have stood up for our rights and&lt;br /&gt;have spoken out against the fundamentalists. But most of all, we are&lt;br /&gt;forever grateful to our Indonesian partners and the organizing team for&lt;br /&gt;showing great resolve and for standing up for what they believe in and&lt;br /&gt;showing the world what activism is all about. They are an inspiration&lt;br /&gt;to us all, their courage is to be admired and their commitment to a&lt;br /&gt;world free of prejudice and hate is a testimony to who they are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ILGA ASIA board stands firm in our belief that all people are&lt;br /&gt;created equal and free and that we all have the right to live as we&lt;br /&gt;are, and to love who we love. This incident has not weakened our&lt;br /&gt;movement but has only made us stronger. For we know our work is&lt;br /&gt;important and what we do changes the lives of so many people around&lt;br /&gt;Asia and the world. Our determination is that much stronger and our&lt;br /&gt;belief is that much more. Our work is not over until all people can&lt;br /&gt;live in a world that accepts us for who we are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Solidarity,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILGA-ASIA BOARD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5127964453107700074?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5127964453107700074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5127964453107700074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5127964453107700074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5127964453107700074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/statement-from-ilga-asia-board-on.html' title='A Statement from the ILGA-ASIA BOARD on the Cancellation of 4th'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7584193318661200865</id><published>2010-04-08T11:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T11:42:22.370+07:00</updated><title type='text'>PPP Tolak Penyelenggaraan Kongres Gay &amp; Lesbian di Surabaya</title><content type='html'>Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak keras penyelenggaraan kongres internasional lesbian, gay, biseks, transgender, interseks (ILGA) yang akan diselenggarakan di Surabaya, 26-28 Maret. PPP menolak segala aktivitas yang melegitimasi kegiatan penyimpangan seksual di Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PPP menolak dengan keras penyelenggaraan kegiatan tersebut, karena secara sungguh-sungguh telah menyinggung perasaan bangsa Indonesia terutama umat Islam," kata Ketua DPP PPP, H Emron Pangkapi dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (25/3/2010) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emron mengatakan, PPP bersikap tegas bahwa kegiatan kongres perkumpulan masyarakat yang berperilaku seks menyimpang tersebut tidak boleh dilaksanakan kapanpun dan dimanapun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai bangsa yang berbudaya dan beragama, kegiatan kongres ILGA telah&lt;br /&gt;mengganggu harkat dan martabat serta jati diri bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para pendukung dan penyelenggara bisa saja berlindung di balik argumentasi kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia (HAM)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan PPP, penafsiran kebebasan berekspresi dan hak azasi manusia adalah tafsiran yang kebablasan, serta tidak dilandasi nilai-nilai luhur jati diri bangsa dan nilai religiusitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dampak dari penyelenggaraan kongres tersebut, akan merusak tatanan sosial yang ada di tengah masyarakat Indonesia," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Emron penyimpangan seksual dapat ditinjau dari berbagai perspektif. Pertama, semua agama di Indonesia menolak adanya aktivitas penyimpangan seksual, karena akan merusak tatanan keluarga dan tatanan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aktivitas seks dalam perspektif Islam adalah bagian integral, dari ibadah sakral untuk memperoleh keturunan yang akan melanjutkan perjuangan untuk meningkatkan derajat umat manusia," jelas Emron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif kesehatan, lanjut Emron, sudah banyak fakta menunjukkan aktivitas seks menyimpang akan membahayakan kesehatan, mengancam kelanjutan dan kualitas umat manusia. Dari perspektif sosial, aktivitas seks bebas akan merusak tatanan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang meyakini hubungan seks harus dilembagakan dalam perkawinan menjadi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari perspektif budaya, tidak ada satupun norma-norma yang mengakui perilaku seks bebas, karena bertentangan dengan budaya dan keyakinan masyarakat Indonesia," pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7584193318661200865?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7584193318661200865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7584193318661200865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7584193318661200865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7584193318661200865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/ppp-tolak-penyelenggaraan-kongres-gay.html' title='PPP Tolak Penyelenggaraan Kongres Gay &amp; Lesbian di Surabaya'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3800153750769784924</id><published>2010-04-08T11:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T11:30:52.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q FIlm Festival Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MRAN 2008. Yayasan GESSANG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Jihad For Love'/><title type='text'>A Jihad For Love, Film Dokumenter Tentang Islam dan Homoseksualitas</title><content type='html'>Ketika seorang muslim menyadari bahwa dirinya menyukai sesama jenisnya dan ia tidak berdaya dengan keadaannya namun tetap ingin memegang teguh agamanya, apa yang kita pikirkan? Bila memang Islam mengharamkan homoseksualitas (dan lebianisme), bagaimana kah posisi dan perasaan mereka sebagai muslim?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A Jihad For Love“, film dokumenter karya Parvez Sharma ini mengungkap perasaan dan perjuangan kaum muslim di berbagai negara yang berjuang untuk tetap mempertahankan keyakinan mereka di tengah pandangan negatif tentang orientasi seksual mereka, bahkan terhadap ancaman hukuman rajam hingga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membaca postingan Titiw dan tertarik untuk menontonnya. Saya pengen tau bagaimana perasaan dan pandangan para gay dan lesbian mengenai Islam, agama yang mereka yakini dan mereka pegang teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharukan. Menjadi gay dan lesbian bukan lah keinginan mereka. Mereka bahkan berusaha agar “kembali normal” dengan menikah, namun rupanya itu tidak menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkunjung ke ulama, bukannya mendapat pencerahan, mereka justru “dihajar” dengan ayat-ayat yang menyebutkan bahwa perbuatan mereka seperti umat Soddom dan Gomorah itu haram dan bisa dihukum mati. Mereka sama sekali tidak mendapatkan solusi bagaimana mereka bisa “diterima” atau “kembali normal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir, seorang gay yang mengungsi dari Iran menuju Turki, bahkan sempat mendapat hukuman cambuk. Dia bahkan tidak berani menampilkan mukanya di film karena khawatir keluarganya yang di Iran akan mendapat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, film ini memberikan wacana baru buat saya. Homoseksual itu rumit dan tidak semudah itu untuk dihakimi. Hukum Islam selama ini mengharamkan “perbuatan” homoseksual (melakukan hubungan seksual sesama jenis), namun untuk perasaan dan orientasi seksual, perlu kajian lebih dalam tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka percaya, hanya Tuhan yang berhak menghakimi. Mereka yakin Tuhan menjadikan mereka seperti itu karena Tuhan mempunyai rencana lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film yang memberikan wacana dan wawasan mengenai homoseksual yang menarik! Sesuai dengan judulnya, film yang berdurasi sekitar 1 jam 20 menit ini mengangkat tentang jihad (perjuangan) untuk mendapatkan cinta (dari-Nya dan sesama muslim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3800153750769784924?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1107&amp;Itemid=97' title='A Jihad For Love, Film Dokumenter Tentang Islam dan Homoseksualitas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3800153750769784924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3800153750769784924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3800153750769784924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3800153750769784924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/jihad-for-love-film-dokumenter-tentang.html' title='A Jihad For Love, Film Dokumenter Tentang Islam dan Homoseksualitas'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7407198230176187225</id><published>2010-04-08T09:24:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T09:27:27.839+07:00</updated><title type='text'>Tangkap dan Penjarakan Pelaku Penyerangan, Pengrusakan dan Pembubaran Paksa Konferensi ILGA!    Pemerintahan SBY-Budiono Gagal Dalam Penegakkan HAM</title><content type='html'>Lawan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Kaum LGBTIQ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Demokrasi dan Setara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pengrusakan, penyerbuan, pembubaran dan penyerangan yang dilakukan oleh Forum Umat Islam (FUI) seperti menyegel kantor Gaya Nusantara, menyerbu dan melakukan swiping terhadap peserta konferensi ILGA di Hotel Oval merupakan tindakan yang tidak bisa dibiarkan dan harus diberikan sanksi hukum karena sudah melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan memalukan Indonesia di mata Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga mengecam pihak kepolisian (dalam hal ini Polda Jatim dan Mabes Polri) yang sejak awal menghalang-halangi dengan memberikan ijin bagi penyampaian hak berkumpul dan berorganisasi dari kawan-kawan ILGA di Surabaya. Dan akhirnya berlanjut dengan membiarkan hingga penyerbuan, pemukulan dan pembubaran paksa terhadap Gathering ILGA, di depan mata pihak kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi terjadi terhadap kawan-kawan kita, kaum LGBTIQ, hari ini adalah bukti nyata bahwa pemerintahan SBY-Budiono, parlemen, dan elit-elit politiknya tidak sanggup memberikan perlindungan terhadap kaum LGBTIQ. Termasuk, pemerintah gagal menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis untuk menjalankan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini kami juga serukan kepada semua organisasi perempuan, pro demokrasi, buruh, tani, kmk dan mahasiswa untuk selalu tegas membela demokrasi dan membangun persatuan melawan musuh-musuh rakyat dan kaum perempuan (Pemerintah agen penjajah asing, sisa orde baru, tentara &amp; milisi sipil reaksioner dan reformis gadungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kami menuntut tangkap dan penjarakan pelaku penyerangan, pengrusakan dan pembubaran paksa Konferensi ILGA, tegakkan demokrasi bagi kaum LGBTIQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 27 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara:&lt;br /&gt;Vivi Widyawati (08158946404) , Sharina (085241322078) , Mutiara Ika Pratiwi (085647735174) , Dian Septi (081804095097)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Mahardhika, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional, Persatuan Politik Rakyat Miksin, Komite Persiapan-Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia, Paguyuban Pekerja Muda Peduli, Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh, Forum Lintas Pabrik Jakarta Utara, Komite Politik Rakyat Miskin-Partai Rakyat Demokrartik, Serikat Budayawan Masyarakat Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7407198230176187225?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7407198230176187225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7407198230176187225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7407198230176187225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7407198230176187225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/tangkap-dan-penjarakan-pelaku.html' title='Tangkap dan Penjarakan Pelaku Penyerangan, Pengrusakan dan Pembubaran Paksa Konferensi ILGA!    Pemerintahan SBY-Budiono Gagal Dalam Penegakkan HAM'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5984813656035827157</id><published>2010-04-08T09:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T09:22:45.710+07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN KOALISI PEREMPUAN INDONESIA:  ANCAMAN KEKERASAN TERHADAP ILGA ADALAH PELANGGARAN HUKUM</title><content type='html'>Sehubungan dengan penolakan dan serangkaian tindakan kekerasan dan&lt;br /&gt;ancaman kekerasan yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat di&lt;br /&gt;Surabaya terhadap penyelenggaraan konferensi regional ILGA ke-4 tingkat&lt;br /&gt;Asia oleh The International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, dan&lt;br /&gt;Intersex Association (ILGA) yang direncanakan pada tanggal 26-28 Maret&lt;br /&gt;2010 di Surabaya, maka dengan ini Koalisi Perempuan Indonesia&lt;br /&gt;menyampaikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa tindakan penolakan dan serangkaian tindakan kekerasan dan&lt;br /&gt;ancaman kekerasan yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat di&lt;br /&gt;Surabaya adalah tindakan yang melanggar Undang-Undang Dasar 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pasal 28 D ayat (1) UUD 1945 menentukan bahwa : Setiap orang berhak&lt;br /&gt;atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil&lt;br /&gt;serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.&lt;br /&gt;b. Pasal 28 G ayat (1) UUD1945 menentukan bahwa : Setiap orang berhak&lt;br /&gt;atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan&lt;br /&gt;harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan&lt;br /&gt;perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat&lt;br /&gt;sesuatu yang merupakan hak asasi.&lt;br /&gt;c. Pasal 28 I ayat (2) UUD 1945 menentukan bahwa : Setiap orang berhak&lt;br /&gt;bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan&lt;br /&gt;berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat&lt;br /&gt;diskriminatif itu. Jaminan bagi setiap orang, sebagaimana disebutkan&lt;br /&gt;pada Pasal 28 UUD 1945 ini, berarti tidak membedakan siapa pun&lt;br /&gt;berdasarkan alasan apa pun, termasuk perbedaan orientasi seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa tindakan aparat Kepolisian, yang berwenang di wilayah Jawa&lt;br /&gt;Timur, yang melakukan pembiaran terhadap tindakan diskriminatif&lt;br /&gt;berbagai kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat minoritas&lt;br /&gt;tersebut merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Kepala Kepolisian&lt;br /&gt;Republik Indonesia No 8 Tahun 2009 Tentang Implementasi Prinsip Dan&lt;br /&gt;Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara&lt;br /&gt;Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa Kepolisian Republik Indonesia sebagai satu-satunya institusi&lt;br /&gt;yang memiliki kewenangan untuk menjamin tegaknya hukum, menjaga&lt;br /&gt;keamanan dan ketertiban umum, seharusnya melakukan upaya maksimal untuk&lt;br /&gt;mencegah dan menghentikan tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Patut disayangkan, bahwa sikap masyarakat Surabaya yang selama ini&lt;br /&gt;dikenal ramah dan memiliki sikap serta tindakan penuh toleransi&lt;br /&gt;terhadap berbagai perbedaan, ternodai oleh sikap beberapa kelompok&lt;br /&gt;masyarakat yang anti terhadap perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahwa sikap kelompok penolak penyelenggaraan Konferensi ILGA,&lt;br /&gt;menunjukkan sikap yang mengingkari realitas dalam masyarakat yang&lt;br /&gt;selama ini penuh keberagaman, termasuk keberagaman orientasi seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bahwa kelompok orientasi seksual minoritas seperti homoseksual dan&lt;br /&gt;transgender merupakan kelompok yang ada di Indonesia maupun diberbagai&lt;br /&gt;negara, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya,&lt;br /&gt;termasuk hak untuk berkumpul, berserikat dan menyatakan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi Perempuan Indonesia meminta agar aparat kepolisian melakukan&lt;br /&gt;tindakan pengamanan untuk menghentikan berbagai tindakan ancaman&lt;br /&gt;kekerasan dan pemaksaan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat&lt;br /&gt;tertentu terhadap peserta dan panitia Konferensi ILGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Kartikasari&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5984813656035827157?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5984813656035827157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5984813656035827157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5984813656035827157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5984813656035827157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/pernyataan-koalisi-perempuan-indonesia.html' title='PERNYATAAN KOALISI PEREMPUAN INDONESIA:  ANCAMAN KEKERASAN TERHADAP ILGA ADALAH PELANGGARAN HUKUM'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8144124183733147354</id><published>2010-04-08T08:59:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T09:01:15.522+07:00</updated><title type='text'>SEMINAR FREESEX, ABORSI, DAN NARKOBA</title><content type='html'>TEMAN-TEMAN. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SEMINAR "PENYIMPANGAN MORALITAS BERDASARKAN BERBAGAI SISI YAITU BUDAYA, SOSIAL DAN KESEHATAN"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELASA, 11 MEI 2010&lt;br /&gt;DI BALAIRUNG UTAMA UKSW&lt;br /&gt;PUKUL: 09.00 - 13.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBICARA: DEKAN FISKOM UKSW, PERWAKILAN PKBI JOGJA, dan Dr. Lucky (Konselor freesex dan aborsi dikalangan remaja)&lt;br /&gt;PENGUNGKAPAN HASIL PENELITIAN MENGENAI FREESEX, ABORSI , dan Narkoba dikalangan Mahasiswa,,, .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTRIBUSI: Rp. 20.000 (Mhs UKSW),... Rp. 40.000 (UMUM)&lt;br /&gt;fasilitas: KNOWLEDGE + LUNCH + SERTIFIKAT + MATERI....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih lanjut dapat menghubungi :&lt;br /&gt;Inri Wonok : 081340146433&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN LEWATKAN.... !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GBU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8144124183733147354?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8144124183733147354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8144124183733147354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8144124183733147354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8144124183733147354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/seminar-freesex-aborsi-dan-narkoba.html' title='SEMINAR FREESEX, ABORSI, DAN NARKOBA'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6407337319819530469</id><published>2010-04-08T08:50:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T08:58:44.443+07:00</updated><title type='text'>UNDANGAN MENULIS TESTIMONI ILGA</title><content type='html'>Dengan dibubarkannya ILGA dan dipulangkannya para peserta secara paksa dari Hotel Oval, hak kita untuk berbicara telah dikebiri.  Polisi yang seharusnya mendukung pihak yang diusik dan dirampas haknya, malah mengharuskan para peserta ILGA untuk mengalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini adalah sebuah awal.  FPI sudah membuat kegiatan kita mendapat publikasi yang luar biasa, baik dari media di dalam maupun luar negeri.  Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan untuk “berterima kasih” terhadap serangan mereka?  Kami mengundang teman-teman untuk menulis testimoni di saat-saat itu.  Testimoni bisa mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Apa yang kita harapkan dari ILGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Apa yang membuat kita kecewa dengan dibatalkannya ILGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Apa yang kita alami di hotel itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Bagaimana runtutan kejadian sampai kita pulang ke rumah masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Apa rencana kita selanjutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang tulisan: 400 – 1000 kata, dikirim ke Soe Tjen Marching &lt;smarching@yahoo.com &gt;, Hendri Julius &lt;dri_julius@yahoo.co.id&gt;  paling lambat tanggal 25 April 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6407337319819530469?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6407337319819530469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6407337319819530469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6407337319819530469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6407337319819530469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/04/undangan-menulis-testimoni-ilga.html' title='UNDANGAN MENULIS TESTIMONI ILGA'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1492069155176376616</id><published>2010-03-02T00:08:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T00:11:38.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelecehan Seksual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekerasan'/><title type='text'>Bahan Penelitian KPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4v0lMstXsI/AAAAAAAAAN0/RVD6jaCzy-U/s1600-h/13758_105146826164906_100000087664810_135596_7126723_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4v0lMstXsI/AAAAAAAAAN0/RVD6jaCzy-U/s320/13758_105146826164906_100000087664810_135596_7126723_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443713494508461762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anakMenurut Sri Rumini &amp; Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.  Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.&lt;br /&gt;Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)&lt;br /&gt;Definisi yang dipaparkan oleh Sri Rumini &amp; Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan remaja yang mencakup perubahan transisi biologis, transisi kognitif, dan transisi sosial akan dipaparkan di bawah ini:&lt;br /&gt;1. Transisi Biologis&lt;br /&gt;Menurut Santrock (2003: 91) perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta kematangan sosial. Diantara perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi semakin panjang dan tinggi). Selanjutnya, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh (Sarlito Wirawan Sarwono, 2006: 52).&lt;br /&gt;Selanjutnya, Menurut Muss (dalam Sunarto &amp; Agung Hartono, 2002: 79) menguraikan bahwa perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan yaitu; perertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang, tumbuh payudara.Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan, mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya, bulu kemaluan menjadi kriting, menstruasi atau haid, tumbuh bulu-bulu ketiak.&lt;br /&gt;Sedangkan pada anak laki-laki peubahan yang terjadi  antara lain; pertumbuhan tulang-tulang, testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap, awal perubahan suara, ejakulasi (keluarnya air mani), bulu kemaluan menjadi keriting, pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya, tumbuh rambut-rambut halus diwajaah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak, akhir perubahan suara, rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap, dan tumbuh bulu dada.&lt;br /&gt;Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitary dan kelenjar hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktifitas serta pertumbuhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja (Sunarto &amp; Agung Hartono, 2002: 94&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Transisi Kognitif&lt;br /&gt;Menurut Piaget (dalam Santrock, 2002: 15) pemikiran operasional formal berlangsung antara usia 11 sampai 15 tahun. Pemikiran operasional formal lebih abstrak, idealis, dan logis daripada pemikiran operasional konkret. Piaget menekankan bahwa bahwa remaja terdorong untuk memahami dunianya karena tindakan yang dilakukannya penyesuaian diri biologis. Secara lebih lebih nyata mereka mengaitkan suatu gagasan dengan gagasan lain. Mereka bukan hanya mengorganisasikan pengamatan dan pengalaman akan tetapi juga menyesuaikan cara berfikir mereka untuk menyertakan gagasan baru karena informasi tambahan membuat pemahaman lebih mendalam.&lt;br /&gt;Menurut Piaget (dalam Santrock, 2003: 110) secara lebih nyata pemikiran opersional formal bersifat lebih abstrak, idealistis dan logis. Remaja berpikir lebih abstrak dibandingkan dengan anak-anak misalnya dapat menyelesaikan persamaan aljabar abstrak. Remaja juga lebih idealistis dalam berpikir seperti memikirkan karakteristik ideal dari diri sendiri, orang lain dan dunia. Remaja berfikir secara logis yang mulai berpikir seperti ilmuwan, menyusun berbagai rencana untuk memecahkan masalah dan secara sistematis menguji cara pemecahan yang terpikirkan.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan kognitif, remaja tidak terlepas dari lingkungan sosial. Hal ini menekankan pentingnya interaksi sosial dan budaya dalam perkembangan kognitif remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Transisi Sosial&lt;br /&gt;Santrock (2003: 24) mengungkapkan bahwa pada transisi sosial remaja mengalami perubahan dalam hubungan individu dengan manusia lain yaitu dalam emosi, dalam kepribadian, dan dalam peran dari konteks sosial dalam perkembangan. Membantah orang tua, serangan agresif terhadap teman sebaya, perkembangan sikap asertif, kebahagiaan remaja dalam peristiwa tertentu serta peran gender dalam masyarakat merefleksikan peran proses sosial-emosional dalam perkembangan remaja. John Flavell (dalam Santrock, 2003: 125) juga menyebutkan bahwa kemampuan remaja untuk memantau kognisi sosial mereka secara efektif merupakan petunjuk penting mengenai adanya kematangan dan kompetensi sosial mereka.&lt;br /&gt;Perkembangan sosial anak telah dimulai sejak bayi, kemudian pada masa kanak-kanak dan selanjutnya pada masa remaja. Hubungan sosial anak pertama-tama masing sangat terbatas dengan orang tuanya dalam kehidupan keluarga, khususnya dengan ibu dan berkembang semakin meluas dengan anggota keluarga lain, teman bermain dan teman sejenis maupun lain jenis (dalam Rita Eka Izzaty dkk, (2008: 139). Berikut ini akan dijelaskan mengenai hubungan remaja dengan teman sebaya dan orang tua:&lt;br /&gt;• Hubungan dengan Teman Sebaya&lt;br /&gt;Menurut Santrock (2003: 219) teman sebaya (peers) adalah anak-anak atau remaja dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama. Jean Piaget dan Harry Stack Sullivan (dalam Santrock, 2003: 220) mengemukakan bahwa anak-anak dan remaja mulai belajar mengenai pola hubungan yang timbal balik dan setara dengan melalui interaksi dengan teman sebaya. Mereka juga belajar untuk mengamati dengan teliti minat dan pandangan teman sebaya dengan tujuan untuk memudahkan proses penyatuan dirinya ke dalam aktifitas teman sebaya yang sedang berlangsung. Sullivan beranggapan bahwa teman memainkan peran yang penting dalam membentuk kesejahteraan dan perkembangan anak dan remaja. Mengenai kesejahteraan, dia menyatakan bahwa semua orang memiliki sejumlah kebutuhan sosial dasar, juga termasuk kebutuhan kasih saying (ikatan yang aman), teman yang menyenangkan, penerimaan oleh lingkungan sosial, keakraban, dan hubungan seksual.&lt;br /&gt;Ada beberapa beberapa strategi yang tepat untuk mencari teman menurut Santrock (2003: 206) yaitu :&lt;br /&gt;o Menciptakan interaksi sosial yang baik dari mulai menanyakan nama, usia, dan aktivitas favorit.&lt;br /&gt;o Bersikap menyenangkan, baik dan penuh perhatian.&lt;br /&gt;o Tingkah laku yang prososial seperti jujur, murah hati dan mau bekerja sama.&lt;br /&gt;o Menghargai diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;o Menyediakan dukungan sosial seperti memberikan pertolongan, nasihat, duduk berdekatan, berada dalam kelompok yang sama dan menguatkan satu sama lain dengan memberikan pujian.&lt;br /&gt;Ada beberapa dampak apabila terjadi penolakan pada teman sebaya. Menurut Hurlock (2000: 307) dampak negatif dari penolakan tersebut adalah :&lt;br /&gt;o Akan merasa kesepian karena kebutuhan social mereka tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;o Anak merasa tidak bahagia dan tidak aman.&lt;br /&gt;o Anak mengembangkan konsep diri yang tidak menyenangkan, yang dapat menimbulkan penyimpangan kepribadian.&lt;br /&gt;o Kurang mmemiliki pengalaman belajar yang dibutuhkan untuk menjalani proses sosialisasi.&lt;br /&gt;o Akan merasa sangat sedih karena tidak memperoleh kegembiraan yang dimiliki teman sebaya mereka.&lt;br /&gt;o Sering mencoba memaksakan diri untuk memasuki kelompok dan ini akan meningkatkan penolakan kelompok terhadap mereka semakin memperkecil peluang mereka untuk mempelajari berbagai keterampilan sosial.&lt;br /&gt;o Akan hidup dalam ketidakpastian tentang reaksi social terhadap mereka, dan ini akan menyebabkan mereka cemas, takut, dan sangat peka.&lt;br /&gt;o Sering melakukan penyesuaian diri secara berlebihan, dengan harapan akan meningkatkan penerimaan sosial mereka.&lt;br /&gt;Sementara itu, Hurlock (2000: 298) menyebutkan bahwa ada beberapa manfaat yang diperoleh jika seorang anak dapat diterima dengan baik. Manfaat tersebut yaitu:&lt;br /&gt;o Merasa senang dan aman.&lt;br /&gt;o Mengembangkan konsep diri menyenangkan karena orang lain mengakui mereka.&lt;br /&gt;o Memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai pola prilaku yang diterima secara social dan keterampilan sosial yang membantu kesinambungan mereka dalam situasi sosial.&lt;br /&gt;o Secara mental bebas untuk mengalihkan perhatian meraka ke luar dan untuk menaruh minat pada orang atau sesuatu di luar diri mereka.&lt;br /&gt;o Menyesuaikan diri terhadap harapan kelompok dan tidak mencemooh tradisi sosial.&lt;br /&gt;• Hubungan dengan Orang Tua&lt;br /&gt;Menurut Steinberg (dalam Santrock, 2002: 42) mengemukakan bahwa masa remaja awal adalah suatu periode ketika konflik dengan orang tua meningkat melampaui tingkat masa anak-anak. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif yang meliputi peningkatan idealism dan penalaran logis, perubahan sosial yang berfokus pada kemandirian dan identitas, perubahan kebijaksanaan pada orang tua, dan harapan-harapan yang dilanggar oleh pihak rang tua dan remaja.&lt;br /&gt;Collins (dalam Santrock, 2002: 42) menyimpulkan bahwa banyak orang tua melihat remaja mereka berubah dari seorang anak yang selalu menjadi seseorang yang tidak mau menurut, melawan, dan menantang standar-standar orang tua. Bila ini terjadi, orang tua cenderung berusaha mengendalikan dengan keras dan member lebih banyak tekanan kepada remaja agar mentaati standar-standar orang tua.&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut, ada baiknya jika kita dapat mengurangi konflik yang terjadi dengan orang tua dan remaja. Berikut ada beberapa strategi yang diberikan oleh Santrock, (2002: 24) yaitu : 1) menetapkan aturan-aturan dasar bagi pemecahan konflik. 2) Mencoba mencapai suatu pemahaman timbale balik. 3) Mencoba melakukan corah pendapat (brainstorming). 4) Mencoba bersepakat tentang satu atau lebih pemecahan masalah. 5) Menulis kesepakatan. 6) Menetapkan waktu bagi suatu tindak lanjut untuk melihat kemajuan yang telah dicapai.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa proses perkembangan remaja meliputi masa transisi biologis yaitu pertumbuhan dan perkembangan fisik. Transisi kognitif yaitu perkembangan kognitif remaja pada lingkungan sosial dan juga proses sosioemosional dan yang terakhir adalah masa transisi sosial yang meliputi hubungan dengan orang tua, teman sebaya, serta masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi Remaja Menurut Perkembangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebuah karakter itu berkembang? Dapatkah karakter ini diolah? Jika bisa, cara efektif apa yang dapat meningkatkan sebuah karakter? Bagaimana peran keluarga, sekolah, teman, dan komunitas? Untuk menjawab semua pertanyaa di atas, saya memulai dengan beberapa pandangan tentang nilai kebaikan yang dikemukakan oleh ahli filsafat. Berdasarkan Aristotle, nilai-nilai moral menggambarkan – sungguh-sungguh- menegaskan karakter individu dan dapat diajarkan dan diperoleh dengan memberi pelatihan kepada mereka. Aquinas berpendapat bahwa nilai kebaikan adalah sebuah kebiasaan dimana setiap orang dapat berkembang dengan memilih mana yang baik dan bertindak sesuai dengan hal tersebut. Maudsley (1898) juga menegaskan bahwa karakter mengembangkan secara berangsur-angsur secara keseluruhan kehidupan dan tidak hanya berpikir dan berbicara belaka. Jadi, tidak seperti keputusan moral- yang sadar- karakter ditambahkan dengan kemampuan emosional dan tingkah laku.&lt;br /&gt;Baumrind (1994, 4) memberikan definisi karakter sebagai berikut : “ Karakter menunjuk pada kebiasaan positif dan sudah diolah sebagai tanggung jawab social, komitmen moral, disiplin diri, dan kemantapan dengan kumpulan seluruh orang yang dinilai menjadi tidak sempurna, cukup memadai, atau patut dicontoh.” Variasi gagasan-gagasan tentang nasehat nilai secara terus menerus dimana karakter dapat diolah dengan pengasuhan yang baik, lembaga sekolah, dan sosialisasi, dan hal ini dapat dengan segera menjadi kebiasaan sehari-hari.&lt;br /&gt;Perbedaan individu dalam beberapa komponen dari karakter yang baik ada di kalangan anak muda. Hal ini mungkin didasari oleh perbedaan watak seperti kemampuan bersosialisasi dan mereka mempelajari makna moral sejak dini dalam hidup. Contohnya, hubungan ibu dan bayi, perlindungan kasih sayang mungkin akan mengatur tingkat komponen karakter sebagaimana kita identifikasikan sebagai kapasitas mencintai dan dicintai. (Ainsworth et al. 1978), dan hubungan saudara kandung mungkin sebagai percobaan kekuatan karakter dari kebaikan ( Dunn dan Munn 1986). Komponen lain dari karakter yang baik- seperti keterbukaan dan keadilan- memerlukan tingkatan kedewasaan, sebagai dokumen ahli perkembangan jiwa. (cf. Kohlberg 1981, 1984; Piaget 1932). Ini adalah sebuah pertanyaan empiris bagaimana remaja terlalu muda untuk menunjukkan variasi komponan dari karakter yang baik. Ada beberapa hal yang mendasari kerangka pemikiran untuk perkembangan karakter-salah satunya diinformasikan dengan perkembangan teori dan penelitian- untuk memandu mendesain program. Studi empiris untuk memancarkan cahaya pada perkembangan karakter komponen individu, walaupun tidak ada pemeriksaan terhadap perkembangan karakter sebagai nilai-nilai positif keluarga- sebagai sebuah gagasan multidimensional. Bagaimanapun juga, kami yakin bahwa variasi dari pengaruh memberi masukan pada perkembangan karakter yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan Seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan seksual pada anak dan remaja diliputi oleh kerahasiaan, rasa bersalah dan ketakutan. Pelaku menggunakan ancaman dan rasa takut untuk mencegah anak bercerita, tetapi alasan utama anak dan remaja tidak menceritakan adalah karena mereka takut tidak dipercaya. Walaupun disebarluaskan tentang penganiayaan anak baik pada korban anak laki – laki dan perempuan, anak laki biasanya lebih sedikit diungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kekerasan seksual pada remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kekerasan seksual pada anak adalah bila anak yang lebih dewasa, seorang remaja atau orang dewasa menggunakan seorang anak atau remaja untuk kepuasan seksualnya. Incest termasuk dalam definisi ini. Incest pada anak adalah bila seorang anak diperkosa secara seksual oleh orang tua, figure orang tua, saudara yang lebih tua, famili yang lain, atau orang penting dalam kehidupan keluarga si anak. Definisi kekerasan seksual dibagi menjadi dua: non-contact dan contact.&lt;br /&gt;Non-contact&lt;br /&gt;• Dipaksa melihat perbuatan seksual&lt;br /&gt;• Dipaksa mendengar permbicaraan tentang seks, termasuk komentar, rekaman&lt;br /&gt;• Material berbau seks seperti video, DVD, majalah, foto&lt;br /&gt;• Dipaksa melihat bagian tubuh – termasuk buah dada, anus, area genital (vulva, vagina, penis, scrotum), pantat, dan mulut.&lt;br /&gt;• Komentar atau pertanyaan menjurus seks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact&lt;br /&gt;• Disentuh di wilayah seksual, termasuk mencium&lt;br /&gt;• memaksa seorang anak atau remaja menyentuh wilayah seksual seseorang&lt;br /&gt;• Dipaksa seks oral (seks oral adalah bila mulut bersentuhan dengan penis, vagina atau anus)&lt;br /&gt;• Dipaksa intercourse -- dapat secara vagina, anal atau oral; harus terjadi penetrasi; penetrasi dapat dengan bagian tubuh dan atau benda (bagian tubuh yang paling umum digunakan adalah jari-jari, lidah dan penis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Dengan melihat latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana hubungan antara kekerasan seksual terhadap perilaku seksual dan penyebaran hiv/aids pada MSM remaja di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;1. Tipe Penelitian&lt;br /&gt;Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penjelasan atau explanatory research, adalah penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan mengkaji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Oleh karena itu dinamakan juga dengan penelitian pengujian hipotesis atau testing research. Walaupun dalam uraiannya mengandung deskripsi, tetapi sebagai penelitian relasional fokusnya terletak pada penjelasan hubungan antara variabel (Singarimbun, 1987: 3).&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian penjelasan (explanatory research)  dengan pendekatan belah lintang, melibatkan 2000 sampel remaja perkotaan usia 18-24 tahun yang berasal dari dua latar belakang sosial demografi yang berbeda di Propinsi Jawa Tengah. Masing-masing 1000 sampel diambil secara acak bertingkat dari populasi kaum remaja yang bekerja dengan pendapatan rendah di pabrik, dan populasi kaum remaja kelas menengah dari para mahasiswa di perguruan tinggi. Pengumpulan data dari masing-masing kelompok sampel tersebut diambil dari 10 kabupaten / kota di Jawa Tengah besar yaitu: Solo, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Tegal, Batang, Pekalongan, Purwokerto, Cilacap, Banyumas. yang Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode survey (wawancara dan angket/self administered) dengan menggunakan kuesioner terstruktur sebagai instrumen pengumpul data.   &lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan variabel-variabel yang dikategorikan dan disusun berdasarkan kerangka teori Social-Learning dari Bandura 12,13. Teori tersebut berdasarkan pada pendapat bahwa perilaku manusia dibedakan oleh tiga hal yang saling berhubungan antara faktor personal/individu, faktor lingkungan, dan faktor perilaku. Dalam penelitian ini faktor personal dan lingkungan adalah merupakan variabel bebas, sedangkan faktor perilaku merupakan variabel terikat. Adapun variabel-variabel tersebut dikategori kedalam faktor-faktor berikut ini: &lt;br /&gt; Faktor personal: Variabel-variabel yang termasuk dalam faktor ini adalah pengetahuan mengenai HIV/AIDS, Penyakit Menular Seksual (PMS), aspek-aspek kesehatan reproduksi, sikap terhadap layanan kesehatan seksual &amp; reproduksi, kerentanan yang dirasakan terhadap resiko kesehatan reproduksi, gaya hidup, pengendalian diri, aktifitas sosial, rasa percaya diri dan variabel-variabel demografi seperti:  usia, agama dan status perkawinan.  &lt;br /&gt;Faktor lingkungan: variabel-variabel yang termasuk didalam faktor ini adalah akses dan kontak dengan sumber-sumber informasi, sosial-budaya, nilai dan norma sebagai pendukung sosial untuk perilaku tertentu.  &lt;br /&gt;Faktor perilaku: variabel-variabel yang termasuk didalam faktor ini adalah gaya hidup seksual (orientasi seksual, pengalaman seksual, jumlah pasangan), peristiwa-peristiwa kesehatan (PMS, kehamilan, aborsi) dan penggunaan kondom serta alat kontrasepsi.  &lt;br /&gt; Adapun cara pengukuran variabel-variabel penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gaya hidup :  merupakan pilihan responden terhadap jenis pakaian, makanan, musik, majalah/novel, dan acara TV. Diukur menggunakan rentang nilai lima sampai lima belas yang dikategorikan kedalam empat kategori mulai dari gaya hidup yang sangat tradisional sampai gaya hidup yang sangat modern. Angka/nilai yang lebih tinggi menunjukkan gaya hidup yang lebih modern. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harga diri : diukur dengan menggunakan skala Barksdale (1996) berisi 25 pernyataan yang bernilai positif (misalnya, saya tidak merasa orang lain lebih baik dari saya) dan negatif (misalnya saya tidak bebas dari rasa malu, rasa bersalah dan menyalahkan) tentang diri sendiri. Variabel tersebut diukur menggunakan teknik skoring dengan rentang nilai 0-4, dan mengkategorikannya menjadi empat kategori dari rasa harga diri yang buruk/rendah sampai rasa harga diri yang tinggi.  (Cronbach Alpha  0,73). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Letak Pengendalian diri : diukur dengan skala Rotter (1990) berisi 20 hal untuk menilai letak pengendalian diri external (negatif) dan internal (positif) dari individu. Nilai total dibagi menjadi tiga kategori yaitu letak pengendalian diri internal, gabungan internal-external, dan eksternal (Cronbach  Alpha: 0,85) Relijiusitas (tingkat keagamaan): merupakan jenis dan tingkat aktifitas yang berhubungan dengan agama (frekwensi berdoa, mengunjungi tempat ibadah, keanggotaan  dan keaktifan dalam kegiatan keagaman remaja). Skala pengukuran menggunakan skala Likert (3 tingkatan) yang terdiri dari “selalu”, “kadang2” dan “tidak pernah”. Rentang nilainya adalah 0-9, dimana nilai yang lebih tinggi menunjukkan tingkat relijiusitas/keagamaan yang lebih tinggi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aktifitas sosial : adalah aktifitas-aktifitas yang dilakukan individu dalam waktu luangnya (pergi kepesta, disko, pub, café, menginap diluar, merokok, minum-minuman beralkohol, memakai obat-obatan, membaca/melihat pornografi, dan  berkencan dengan penjaja seks komersial/ P.S.K/ perek/ ciblek, dan sebagainya). Pertanyaan diambil dari perangkat instrumen yang digunakan dalam penelitian sejenis di Thailand, diukur menggunakan skala Likert (4 tingkatan) mulai dari “selalu” sampai “tidak pernah”. Rentang nilai adalah 4 sampai 16, dimana nilai yang lebih tinggi mengindikasikan aktifitas sosial yang lebih tinggi. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual(PMS) dan HIV/AIDS: Pertanyaan diambil dari perangkat kuesioner WHO tentang praktek/perilaku, sikap dan pengetahuan yang digunakan di Ghana pada tahun 1991, untuk menilai pengetahuan menyeluruh mengenai kesehatan reproduksi, PMS dan HIV/AIDS. Nilai pengetahuan total dihitung dari jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan. Rentang nilai berkisar dari 0 sampai 15, dimana nilai yang lebih tinggi mengindikasikan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. (Cronbach Alpha: 0,87). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi : merupakan sikap individu terhadap layanan yang berhubungan dengan aspek-aspek seksualitas remaja yang berkaitan dengan keluarga berencana (metode kontrasepsi), HIV/AIDS dan PMS, termasuk juga sumber-sumber informasi yang relevan. Diukur dengan menggunakan skala Likert (5 tingkatan) mulai dari “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju. Rentang nilai berkisar dari 5 sampai 25, dimana nilai yang lebih tinggi mengindikasikan sikap yang lebih setuju pada layanan kesehatan tersebut (Cronbach Alpha 0,83) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap terhadap seksualitas : merupakan sikap normative individu terhadap hubungan seksual pra-nikah, penggunaan metode kontrasepsi, penggunaan kondom, pornografi dan homoseksual. Setiap unsur diukur dengan menggunakan skala Reiss, sedangkan jawabannya diukur menggunakan skala Likert (5 tingkatan) mulai dari “yang sangat setuju” sampai yang “sangat tidak setuju”. Nilai akhir dikategorikan ke dalam lima kategori yang terentang dari tingkah laku “yang sangat normative” sampai tingkah laku “yang liberal (Cronbach Alpha 0.82). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dukungan Sosial : variabel ini diukur menggunakan sepuluh pernyataan, diantaranya adalah pernyataan yang mengatakan bahwa “menurut teman-teman saya, kondom seharusnya digunakan dalam berhubungan seksual”, “menurut “pasangan aya, kondom seharusnya digunakan selama berhubungan seksual”, dan “menurut teman-teman saya, hubungan seksual pra nikah itu biasa dan dapat diterima”. Variabel ini diukur menggunakan skala Likert (3 tingkatan) mulai dari “yang sangat setuju” sampai “yang sangat tidak setuju”. Rentang nilainya adalah 10 - 30, dimana nilai 30 mengindikasikan adanya dukungan sosial yang paling tinggi (Cronbach Alpha 0.81). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan Diri : pengukuran variabel ini menggunakan instrumen yang telah disesuaikan dari skala yang dikembangkan oleh Basen-Engquist dan Parcel (1992), yang mencakup kepercayaan untuk membuat keputusan mengenai kesehatan reproduktif, kepercayaan untuk menggunakan kondom setiap waktu dan kepercayaan menggunakan kondom sebelum melakukan hubungan seksual. Ukuran ditetapkan dengan menggunakan skala Likert (3 tingkatan) mulai dari ”yang sangat yakin” sampai “yang sangat tidak yakin”. Rentang nilainya adalah 15 – 60, dimana semakin tinggi nilainya menunjukkan semakin tingginya rasa percaya dirinya. (Cronbach Alpha 0.85).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Seksual : variabel ini mencakup pengalaman hubungan seksual responden (usia pacar pertama, kedekatan pasangan, dan komitmen emosional) dan pengalaman seksual (pola aktifitas seksual, tekanan yang dialami individu pada saat hubungan seksual pertama kali, penggunaan alat kontrasepsi, jumlah pasangan, jenis hubungan), diukur dengan menggunakan skala rasio dan ordinal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Metode Penelitian&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1987: 3).&lt;br /&gt;Tetapi karena subjeknya kurang dari 100 maka lebih baik diambil semuanya, sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto, 1987: 107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lokasi Penelitian&lt;br /&gt;Lokasi penelitian ini adalah Organisasi GESSANG (Gerakan Sosial Advokasi dan Hak Asasi Manusia untuk Gay) yang berkantor di Jl. Cokrobaskoro 201 B Surakarta. Adapun pertimbangannya antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Organisasi GESSANG menaungi komunitas-komunitas kecil tidak resmi kaum MSM yang berada di 10 kabupaten / kota di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;b. Organisasi GESSANG menjadi yang terdepan dalam pembelaan hukum ketika kaum MSM mengalami masalah hukum dan hak asasi manusia, sehingga banyak dari kaum MSM di 10 kabupaten / kota di Jawa Tengah yang menjadi anggota organisasi.&lt;br /&gt;c. Berdasarkan pra-survei, sebagian besar komunitas MSM di 10 kabupaten / kota di Jawa Tengah mengakses internet dengan pola akses yang bervariasi karena tidak ingin jati dirinya sebagai seorang MSM diketahui banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;a. Kuesioner&lt;br /&gt;Yaitu teknik pengumpulan data dengan menyerahkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;i. Pertanyaan Terbuka&lt;br /&gt;Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan, sehingga responden bebas menulis dan mengutarakan jawabannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Pertanyaan Tertutup&lt;br /&gt;Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan, sehingga responden tinggal memilih salah satu jawaban yang telah disediakan.&lt;br /&gt;b. Wawancara&lt;br /&gt;Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada responden. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik komunikasi verbal atau langsung kepada narasumber yang terkait, dalam hal ini adalah komunitas MSM, dengan tujuan untuk mendapatkan keterangan atau penjelasan untuk melengkapi data-data yang lainnya. Data yang di dapat dari teknik adalah jawaban-jawaban dari responden yang dicatat atau direkam dengan alat perekam.&lt;br /&gt;Dalam teknik wawancara ini, pertanyaan yang diajukan meliputi pertanyaan yang telah diberikan dalam kuesioner. Responden yang akan diwawancarai dipilih berdasarkan kesediaan dan intensitas penggunaan internet tertinggi. Responden inilah yang dianggap paling mewakili responden yang lain.&lt;br /&gt;c. Studi Pustaka&lt;br /&gt;Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh data sekunder yang mendukung penelitian. Dalam penelitian ini sumber data diperoleh dengan mempelajari buku-buku dan surat kabar, tulisan-tulisan, arsip responden atau media internet yang berkaitan dengan objek yang diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sumber Data&lt;br /&gt;Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Primer dan Data Sekunder. Sumber data primer yaitu data yang dperoleh dari responden yang berupa hasil wawancara dan kuesioner. Sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber media cetak, buku, koran, brosur, dan media yang mendukung dalam menambah data penelitian, dalam hal ini adalah internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Analisis Data&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, analisa data berupa uji hubungan variabel penelitian, yaitu hubungan antara kekerasan seksual dengan variabel dependen yaitu perilaku seksual dan penyebaran HIV/AIDS. dengan hubungan antara variabel yang demikian, maka untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini digunakan korelasi tata jenjang Spearman yang dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;rs : koefisien Rank Spearman&lt;br /&gt;d2 : Kuadrat beda antar jenjang&lt;br /&gt;Tx : Jenjang kembar pada variabel x&lt;br /&gt;Ty : Jenjang kembar pada variabel y&lt;br /&gt;t : Jumlah jenjang kembar&lt;br /&gt;n : Sampel&lt;br /&gt;12 : Angka konstan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tata jenjang Spearman, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel penelitian dengan presesi yang dikehendaki dapat diketahui dengan rumus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah harga t diketahui, maka segera dapat dikonsultasikan dengan tabel t dengan tingkat signifikansi 0.0005, interval kepercayaan 100% dan df = n – 2. Jika harga t yang diperoleh lebih besar dari harga t tabel maka hipotesis dapat diterima, demikian juga sebaliknya. Jika harga t yang diperoleh lebih kecil dari harga t tabel maka hipotesis ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sesuai dengan aturan dalam pengetahuan signifikansi, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Suatu hipotesis nol (H0) ditolak apabila hubungan tersebut signifikan, berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel dengan variabel lain.&lt;br /&gt;b. Suatu hipotesis satu (H1) diterima apabila hubungan tersebut tidak signifikan, berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel dengan variabel lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Moleong, Lexy, 1989. Metode Penelitian Kualitatif. PT Erlangga : Jakarta.&lt;br /&gt;Oetomo, Dede, 2001. Memberikan Suara pada yang Bisu. Yayasan Adhikarya IKAPI dan The Ford Foundation : Surabaya.&lt;br /&gt;Rakhmat, Jallaludin, 2001. Metode Penelitian Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.&lt;br /&gt;Singarimbun, Masri, 1995. Metode Penelitian Survai, edisi revisi. PT Pustaka LP3ES : Jakarta.&lt;br /&gt;Arikunto, Suharsini, 1989. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Bina Aksara : Jakarta.&lt;br /&gt;Gerungan, W.A, 1996. Psikologi Sosial. Eresco : Bandung.&lt;br /&gt;Gulo, Dali, 1982. Kamus Psikologi. Tonis : Bandung.&lt;br /&gt;Kűng, Hans dan Karl-Josepf Kuschel, 1999. Etik Global, Pengantar : DR. Th. Sumartana. Sisiphus : Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1492069155176376616?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1492069155176376616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1492069155176376616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1492069155176376616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1492069155176376616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/03/bahan-penelitian-kpan.html' title='Bahan Penelitian KPAN'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4v0lMstXsI/AAAAAAAAAN0/RVD6jaCzy-U/s72-c/13758_105146826164906_100000087664810_135596_7126723_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8519179729935703057</id><published>2010-03-01T23:53:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T00:04:59.229+07:00</updated><title type='text'>HOMOSEKSUAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4vy4h4rCoI/AAAAAAAAANs/O09z-G1C6Hw/s1600-h/124444907365607_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4vy4h4rCoI/AAAAAAAAANs/O09z-G1C6Hw/s320/124444907365607_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443711627590044290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang  Homoseksualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekelompok minoritas orang yang menyadari ada yang salah dengan orientasi seksual mereka. Mereka heran dengan kecenderungan seksual mereka yang mengarah pada sesame jenis. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada diri mereka. Tentu hal ini menjadikan mereka merasa malu dengan keberadaan diri mereka. Mereka takut akan pengucilan masyarakat terhadap diri mereka. Bahkan mungkin orang tua mereka akan merasa kecewa dan merasa malu dengan kenyataan yang terjadi pada anak mereka. Agar dapat dipahami bahwa penyimpangan seksual yang terjadi pada seseorang bukanlah kehendak orang tersebut. Tetapi hal tersebut dapat terbentuk oleh berbagai latarbelakang yang menjadikan seseorang menjadi gay atau lesbian. Ketidaktahuan pada apa yang sedang terjadi pada diri mereka dapat membuat mereka depresi berat, bahkan mungkin dapat mengarah pada pikiran bunuh diri dikarenakan konflik yang terjadi di dalam diri mereka. Tulisan di bawah ini adalah teori – teori tentang homoseksualitas yang diharapkan dapat membuka pemahaman anda tentang homoseksualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah penyebab homoseksualitas?Apa yang membuat seseorang menjadi gay? Sarjana, saintis, dan pemuka agama telah memperdebatkan hal ini dalam beberapa dekade. Secara umum teori - teori tentang "penyebab" homoseksualitas (lihat referensi 1) meliputi "disfungsi hubungan antara orang tua dan anak," peran gender tradisional yang membingungkan," akibat kekerasan seksual," atau karena "genetis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut teori -teori masa lalu dan keyakinan tentang penyebab homoseksualitas, apa yang membuat seseorang menjadi gay atau lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara orang tua dan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah teori umum yang dipakai bertahun - tahun dalam menjelaskan penyebab homoseksualitas, sebagai pondasi pada praktek psikologi atau pemuka agama untuk perubahan homoseksual pria menjadi heteroseksual, adalah disfungsi hubungan antara orang tua, keluarga, dan anak, sering disebut sebagai teori "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah." Jika seorang wanita homoseksual, lalu peran orang tua biasanya dibalik. Tapi riset para profesional membuktikan praktek teori ini tidak memperhatikan saudara laki dan saudara perempuan lainnya yang tumbuh di rumah yang sama dengan "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah," dan tumbuh menjadi heteroseksual. Teori ini juga tidak mempertimbangkan kembar identik yang dipisahkan saat lahir, yang dibesarkan oleh orang tua yang berbeda, berbeda kultur dan sosial, dan keduanya menjadi homoseksual waktu dewasa. Dalam kenyataannya, penelitian menunjukan jika model keluarga dengan "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah," ini sesungguhnya mungkin sebagai "hasil" seorang anak menjadi gay atau lesbian, dan bukan sebagai penyebab (lihat referensi 2). Di dalam rumah yang demikian, seorang ayah mungkin secara tidak sadar merasakan perbedaan di anak gay , dan dirinya yang menjauh, tidak tahu bagaimana mengenali atau berinteraksi dengan anak. Kemudian, seorang ibu mungkin merasa perlu untuk memelihata dan melindungi anak yang malang ini, menggantikan ayah yang menarik diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingungan seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melihat banyak kasus sejarah orang yang mengklaim dirinya "diobati, " yang telah "berganti," atau "berubah" dari homoseksual menjadi heteroseksual, sebagai produk "reparative therapy," sejarah kehidupan mereka sering menunjukan kebingungan gender masa kecil dan atau masa remaja, dan atau disfungsi identitas seksual. Sering bila anda melihat pada orang yang mengklaim perubahan, mereka dalam kenyataannya selalu heteroseksual, yang akhirnya disembuhkan dari identitas seksual dan atau gender, atau kebingungan orientasi.Kemudian, beberapa dari mereka yang mendapat kekerasan secara seksual di masa kecil dan memproses trauma ini ke dalam diri, atau orang yang entah bagaimana tumbuh dalam disfungsi identitas, gender, atau seksual yang menyebabkan mereka terikat pada perilaku seksual negatif. Lalu ada sekelompok kecil orang yang "gay" bukan karena orientasi seksual mereka, tetapi karena beberapa disfungsi dalam prosess dan perkembangan di kehidupan mereka. Hal ini sangat mengejutkan banyak orang, tetapi seharusnya tidak, sama halnya adanya disfungsi seksual heteroseksual, begitu juga ada disfungsi seksual homoseksual. Seseorang dapat berubah atau membungkus orientasi seksual mereka ke arah yang tidak sesuai dengan kodrat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, beberapa wanita yang terlibat dalam aktifitas homoseksual tidak benar - benar lesbian, tetapi sebenarnya heteroseksual yang tidak mampu mengembangkan hubungan yang baik dan positif dengan pria, baik karena tidak adanya model peran yang baik, atau pengalaman kekerasan secara seksual, verbal, atau fisik dari seorang pria; mereka beralih, dalam luka batin mereka, pada sebuah pencarian untuk pengasuhan dan penyembuhan di luar norma mereka; daripada mencari bantuan terapi untuk menyembuhkan trauma mereka, mereka mulai terlibat dalam disfungsi seksual dan hubungan emosional (lihat referensi 3). Lebih lanjut, beberapa pria adalah heteroseksual yang terlibat aktifitas homoseksual, perilaku, dan identitas palsu yang disebabkan beberapa bentuk identitas diri atau seksual, penerimaan diri, dan atau disfungsi harga diri; hal ini ditunjukan terutama oleh kebingungan peranan gender pria tradisional yang "diterima"nya, sebuah pencarian untuk  pengasuhan pria, atau penyembuhan terhadap putusnya hubungan pria. Disfungsi pada orientasi seksual mungkin menjadi bukti luka batin yang dalam, yang menjelma menjadi kebingungan, atau identitas seksual sebenarnya yang dibelokan. Pada umumnya, pada kebanyakan orang yang orientasi seksualnya diketahui, menjelma baik positif atau negatif. Tetapi, pada beberapa orang dengan disfungsi peranan gender atau identitas seksual mungkin menyebabkan timbulnya aktifitas seksual yang membingungkan (lihat referensi 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Genetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orientasi seksual yang ditentukan oleh faktor genetik, atau ditentukan oleh faktor sosial, atau proses kultiral? Inti dari pertanyaan bukanlah penyebab asal dari homoseksual, tetapi merupakan pertanyaan moralitas orientasi seksual homoseksual. Jika homoseksualitas disebabkan karena faktor generik ada dua hal yang pada umumnya akan terjadi. Mereka yang percaya homoseksualitas adalah salah akan menggunakan bukti ini untuk membuktikan bahwa hal ini adalah penyakit genetik, dan menggunakan isu ini sebagai justifikasi untuk mencari "pengobatan," untuk mengisolasi dan atau menentang hak sipil orang gay. Mereka yang percaya bahwa homoseksualitas adalah sehat dan normal akan menggunakan isu ini untuk membuktikan bahwa hal ini merupakan perkembangan normal pada manusia, dan menggunakannya sebagai justifikasi bahwa homoseksualitas adalah normal, dan atau menjamin hak - hak sipil bagi orang gay. Jadi apakah hal ini karena faktor genetik atau bukan, atau sebagai hasil dari kehidupan tidak ada bedanya, cara lain orang menggunakan hasil ini sebagai justifikasi keyakinan mereka pada teori ini (lihat referensi 5).&lt;br /&gt;Moralitas&lt;br /&gt;Namun sisa isu apakah menjadi gay atau tidak adalah baik atau buruk. Hal ini ditentukan apakah anda memandang kehidupan sebagai hitam dan putih, absolut, atau apakah anda memandangnya sebagai hitam, putih, abu - abu, dengan pilihan. Secara logika, banyak kehidupan bukanlah tentang baik atau buruk, tetapi netral. Tetapi ada banyak orang yang mencapai kehidupan dan benda - benda yang pada hakekatnya adalah sebuah hitam atau putih, baik atau jelek, perspektif baik atau buruk. Di komunitas agama ditemukan debat panas atau persepsi apakah homoseksualitas itu benar atau salah (lihat referensi 6). Tidak ada yang secara alamiah salah pada segala sesuatu dalam kehidupan; bagaimana anda memilih atau tidak mereka memperbaiki diri sendiri, orang lain, sosial, dan budaya, atau apakah mereka menggunakan dan melakukan kekerasan pada sesama. Sebagai contoh, apakah menghadiri kotbah menjadikan perbaikan diri? ya, tentunya. Dapatkah menghadiri kotbah mengarah pada penggunaan dan perlakuan kekerasan diri? Bahkan hal - hal yang baik dapat digunakan untuk tujuan yang buruk. Terapkanlah hal yang sama pada orientasi seksual, apakah hitam atau putih, baik atau buruk, salah atau benar, atau netral sampai ada tindakan? Beberapa orang percaya bahwa seseorang mungkin berjalan pada orientasi seksual atau heteroseksual mereka apakah untuk perbaikan diri, orang lain, sosial dan budaya, atau untuk pengunaan dan perlakuan kekerasan pada sesama. Pada mereka yang percaya pada absolutisme, lalu homoseksualitas selalu salah dalam hal apapun; bagi mereka yang percaya orientasi seksual menjadi netral, bagaimana anda menghargai dan mewujudkannya akan menentukan kebenaranya, lalu homoseksualitas diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan seksual (sexual abuse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami kekerasan secara seksual, apakah dilakukan oleh orang yang sama jenis kelaminnya atau lain jenis, tidak akan tumbuh menjadi gay atau lesbian, tetapi trauma yang demikian dapat membelokan dan mencegah perkembangan orientasi seksual yang alamiah dan sehat, identitas seksual, dan hubungan seksual yang sehat. Penelitian menunjukan bahwa mayoritas orang yang mendapat kekerasan seksual pada waktu kecil adalah heteroseksual, bukan homoseksual, pada orientasi seksual mereka. Kekerasan seksual adalah sebuah kejahatan yang kejam, bukan sebuah kejahatan seks; Ini adalah sebuah kejahatan kekuatan satu orang terhadap orang lain, yang diarahkan di sekitar seksualitas. Anak yang mendapat kekerasan secara seksual sering berpikir mereka telah “ melakukan sesuatu yang pantas mendapatkannya,” mereka memberikan semacam sinyal yang menyebabkan hal tersebut. Bukan ini masalahnya; anak menjadi korban kejahatan, bukan pelaku kejahatan. Anak selalu tidak berdosa, selalu. Tetapi, rasa malu dan rasa bersalah yang palsu dapat menyebabkan seorang anak berkeyakinan ada sesuatu yang salah pada diri mereka. Kekerasan pada anak mungkin menyebabkan seorang anak tumbuh dengan disfungsi seksual, dan atau kebingungan orientasi seksual, termasuk hubungan seksual yang tidak sehat (lihat referensi 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingungan Peran Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun anak yang tidak sesuai dengan peran gender “tradisional” akan tumbuh menjadi gay atau lesbian. Jika anda laki – laki, dan senang memasak, bersih – bersih, menjahit, mengecat, merangkai bunga, menari balet, lalu anda seharusnya stereotip gay; tetapi kebanyakan artis, koki, penari balet, bukan gay, dan sisanya campuran. Jika anda perempuan, dan suka menjerat sapi, bekerja di pengeboran minyak, anda seharusnya stereotip seorang lesbian. Salah lagi. Pekerjaan seseorang, hobi, atau melawan “peran gender tradisional,” tidak menjadikan seseorang gay atau lesbian. Tapi mungkin saja merupakan sebuah refleksi tingkat penolakan homoseksualitas oleh masyarakat tersebut (lihat referensi 8). Di budaya atau masyarakat yang menindas atau menolak homoseksualitas, homoseksual cenderung mengendap pada stereotip seperti pekerjaan, hobi, bakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi diri mereka. Di negara yang terbuka pada kaum gay dan lesbian, homoseksual dan heteroseksual ditemukan sebanding di pekerjaan – pekerjaan dan peran – peran yang secara tradisional diyakini sebagai “maskulin” atau “feminism.” Pekerjaan yang diyakini sebagai “feminim” tetapi ditempati oleh seorang laki – laki, tidak berarti orang tersebut adalah atau akan menjadi gay; demikian juga dengan pekerjaan yang diyakini sebagai “maskulin” tetapi ditempati oleh seorang wanita. Isu utama di budaya yang demikian adalah apa yang diterima dan diyakini menjadi maskulin atau feminim, daripada tentang homoseksualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Richardson, James L.&lt;br /&gt;Modern Theories on the Causes of Homosexuality. NY: Harkin Rollins Publishing Press, c1989, pp. 137-192.&lt;br /&gt;2) Parker, Dr. Karen&lt;br /&gt;Reparative Therapy. Chicago, IL: Book International Press of Chicago, c1992, pp. 16-102.&lt;br /&gt;3) Dickeson, Rebecca, ed.&lt;br /&gt;Lesbianism in American Society and its Cultural Ramifications. Seattle, WA: Beverly Press, c1967, pp. 301-310.&lt;br /&gt;4) Male Pattern Homosexuality. San Francisco, CA: Nobel Hill Books, c1971, pp. 202-263.&lt;br /&gt;5) Beckmund, Brent K., ed.&lt;br /&gt;Genetic Theories of Homosexuality. Denver, CO: Sterling College Press, c1999.&lt;br /&gt;6) Hardin, Harry S.&lt;br /&gt;Theology and Homosexuality. Des Moines, IA: Augustine Theological Press, c1984, pp. 402-491.&lt;br /&gt;7) Keith, Dr. Samantha&lt;br /&gt;Child Abuse and Adult Trauma. Phoenix, AZ: Sexuality Press International, c1991.&lt;br /&gt;8) Smithsworth, Robert J.&lt;br /&gt;Culture and Homosexuality. Doctoral Thesis, 1992. UK: College of London on the Thames, Bayswater.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8519179729935703057?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.peduli-trauma.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=115&amp;Itemid=116' title='HOMOSEKSUAL'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8519179729935703057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8519179729935703057' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8519179729935703057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8519179729935703057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/03/homoseksual.html' title='HOMOSEKSUAL'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S4vy4h4rCoI/AAAAAAAAANs/O09z-G1C6Hw/s72-c/124444907365607_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3916620187286791304</id><published>2010-02-17T08:38:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T08:40:29.434+07:00</updated><title type='text'>Outreach Salatiga 2007 - 2010</title><content type='html'>SALATIGA CITY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salatiga is a city in Central Java Province. The town is bordered entirely by Semarang District.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salatiga is located 40 km south of Semarang, and on the road linking the country Semarang-Surakarta. Salatiga consists of 4 districts, namely Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, and Sidorejo. Being on the eastern slope of Mount Merbabu, making this city a cool tube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this city there Satya Wacana Christian University, one of the prominent private universities in Indonesia, a once famous in the 80s because of criticism of the students and teachers of the New Order government. Secondary schools in Salatiga through the Internet connected in Salatiga Education Network. The secondary schools in Salatiga, among others: SMA Negeri 1 Salatiga, Salatiga 2 Senior High School, SMA Negeri 3 Salatiga and some private high school. There is also SMK Negeri 1 Salatiga, Salatiga SMK Negeri 2, 3 SMK Negeri Salatiga and several private vocational. There Salatiga 10 Junior High School and a few private junior high school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Outreach dan Rujukan VCT/IMS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 tepatnya bulan Agustus. Kota Salatiga mendapatkan petugas lapangan baru untuk melakukan penjangkauan di beberapa kota Salatiga.dengan data terbaru yang selalu meningkat yang dapat dikategorikan setiap bulannya mulai tahun 2007 hingga bulan Oktober 2009 akan ditemukan MSM baru berjumlah + 25 – 30 orang. INi disebabkan adanya Universitas Kristen Satya Wacana sebagai pemasok MSM tertinggi. Hampir 60 % lebih MSM berasal dari UKSW yang memilik tipe pekerjaan sebagai mahasiswa. Setiap tahunnya Saltiga akan didatangi oleh 200 orang baru dari berbagai daerah yang ingin melakukan studi di UKSW tersebut. Dari data dibawah ini dapat dikemukakan bahwa perkembangan dan berjalannya waktu MSM kota Salatiga selalu meningkat di setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain juga berbeda pada hotspot atau lokasi berkumpul. Data tahun 2007 menunjukkan ada 5 lokasi hotspot yang dijadikan tempat kumpul-kawan-kawan MSM di Salatiga. Diantaranya :&lt;br /&gt;• Lilik Salon (Salatiga)&lt;br /&gt;Lilik Salon merupakan salon terkemuka yang berada ditengah kota Salatiga. Tepatnya di Jalan Diponegoro Shopping Center Salatiga. Salon ini juga merupakan salon yang dimiliki oleh Sdr. Lilik dengan, dua buah studio di dua lantai. Lantai 1 berukuran 4 x 8 meter, dan lantai 2 berukuran 5 x 8 meter. Salon ini banyak dikunjungi oleh MSM kota Salatiga tetapi jika dibandingkan dengan hotspot yang lain MSM yang berkunjung di Salon Lilik sangat rendah jumlahnya. Lilik Salon juga merupakan satu-satunya outlet kondom yang diperuntukkan oleh MSM di Salatiga secara gratis. Walaupun dengan dibukanya outlet kondom ini, MSM kota Salatiga masih dapat dibilang rendah kesadarannya untuk mencegah penanggulangan dan penyebaran virus HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Salon ini banyak dikunjungi oleh MSM kota Salatiga pada malam hari, setelah pukul 18.00 ke atas. Walaupun pada pagi hari juga ada beberapa MSM yang datang di situ. Jumlah MSM yang sering datang ke salon Lilik ini berjumlah 25 orang. Walaupun sangat jarang tetapi MSM sangat senang mengunjungi tempat itu dikarenakan Salon Lilik mempunyai pelanggan yang ramah-ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cafetaria Kampus UKSW&lt;br /&gt;Kota Salatiga patutlah bangga karena mempunyai sebuah Universitas Kristen yang sangatlah terkenal di antero jagad ini. Sebuah Universitas yang diberinama oleh UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) dibawah Yayasan Kristen di Salatiga. Yang mempunyai alamat di Jalan Diponegoro no. 52 – 60 Salatiga, mempunyai mahasiswa berjumlah lebih dari 12.000 orang.&lt;br /&gt;Layaknya sebuah Universitas / Sekolah pastilah adanya sebuah café atau kantin yang bertujuan untuk me-refresh-kan pemikiran mahasiswa atau murid-muridnya dengan mencicipi makanan yang disediakan dan berkumpul dengan teman-temannya. Cafe yang berada di UKSW sekarang ini mempunyai dua cafe yang cukup besar dengan bantuan sebuah nama brand produk rokok yang terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;Cafe sekarang ini bukan lagi sebagai tempat untuk makan tetapi juga sebagai tempat untuk melakukan kencan antara MSM dengan MSM yang lainnya. Dengan luas 8 x 10 meter dan 9 x 11 meter, banyak sekali makanan yang dijual. Cafe itu biasanya mahasiswa menyebutnya Café Rindang dan Café Atas. Tetapi menurut hasil penelitian, bahwa MSM paling banyak kumpul di Café Atas yang memang merupakan café yang besar dan mempunyai makanan yang lebih lengkap. Kalau bisa dibilang dalam bentuk jumlah. Untuk Cafe Atas mencapai 30 orang setiap harinya, di café Rindang mencapai 10 orang setiap harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Taman Seruni&lt;br /&gt;Taman yang terletak sangat strategis di pinggir jalan Solo – Semarang dan berada di sisi kanan dari arah Solo. Taman ini biasanya digunakan untuk kumpul MSM, untuk berkumpul dan mencari pasangan. Taman ini berbentuk persegi dengan luas 49 m2. Taman Seruni digunakan MSM pada malam hari, hanya saja jumlah mereka sangatlah sedikit yang mengunjungi tempat itu. Kesadaran dari MSM kota Salatiga sudah tidak banyak mengunjungi tempat-tempat terbuka seperti di pingir jalan raya ini.&lt;br /&gt;Taman Seruni  mempunyai fasilitas taman yang bagus dan bermain, setiap sore kadang dipakai oleh anak-anak kecil untuk bermain. Taman ini dimiliki oleh Pemkot Salatiga. Di Taman Seruni tidak ada orang yang dianggap sebagai pemimpin atau mimpi karena setiap saat dan waktu MSM yang datang silih berganti.&lt;br /&gt;Tetapi jika pagi hari banyak MSM yang berpindah ke Salon Han`s yang letaknya berdekatan dengan Taman Seruni tersebut. Jumlah pengunjungnya pun sangat bervariasi. Pada hari biasa jumlahnya  +10 orang, tetapi pada malam Minggu sangat banyak MSM yang berkunjung di tempat itu. Jika malam Minggu mencapai 20 orang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kost-Kostan Belakang Kampus&lt;br /&gt;Kost-kostan  di kota Salatiga pun sangatlah banyak. Bisa mencapai ratusan. Kampus UKSW membuat suatu acara yang diperuntukkan ibu-ibu kost yang berbentuk perkumpulan kost Salatiga karena banyak mahasiswa UKSW yang berasal dari luar kota, pulau, bahkan juga ada mahasiswa yang berasal dari luar negeri. &lt;br /&gt;Jadi semakin banyak juga MSM yang tinggal di kost-kostan. Paling banyak MSM tinggal di belakang kampus UKSW Salatiga. Jumlah yang sudah diketahui +15 orang. Tetapi  karena banyak mahasiswa yang belum diketahui orientasi seksualnya maka banyak mahasiswa yang tertutup akan orientasi seksualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mall Ramayana&lt;br /&gt;Kawasan Jalan Jenderal Sudirman di Kota Salatiga merupakan pusat bisnis sekaligus pusat kesibukan ekonomi di kota kecil nan sejuk ini. Di ruas jalan yang terbagi dalam dua lajur ini terdapat Pasar Raya Salatiga dan berbagai pusat perbelanjaan modern sekala besar maupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramayana adalah salah satu pusat perbelanjaan modern di kawasan pusat perekonomian di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Jamaknya sebuah pusat perbelanjaan modern, Ramayana Salatiga juga menyajikan layanan one stop shopping and entertainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang lumrah diterapkan di berbagai pusat perbelanjaan modern ini kemudian menumbuhkan magnet atau daya tarik tersendiri. Dan kini, Ramayana Salatiga menjadi salah satu tempat berkumpulnya warga Kota Salatiga dari berbagai latar belakang dengan aktivitas masing-masing di pusat perbelanjaan modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan komunitas laki-laki gay atau man who have sex with man (MSM) di Kota Salatiga, yang menurut publikasi dari majalah internal kampus UKSW Salatiga jumlahnya kini mencapai 400 orang. Ramayana menjadi salah satu pilihan tempat bagi kalangan MSM Salatiga untuk bertemu dengan sesama MSM, berkenalan dengan MSM lain yang belum pernah bertemu sebelumnya, bersosialisasi, berkomunikasi, menambah jejaring pertemanan sesama MSM dan juga untuk mencari pasangan sesuai hasrat homoseksualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam, salah seorang MSM, ketika ditemui di Ramayana, saat itu dia bersama “pacarnya”, seorang MSM dari Kota Semarang, mengatakan sebagai tempat nongkrong di kawasan kota kecil seperti Salatiga, Ramayana memang cukup nyaman. Selain banyak sarana penunjang untuk nongkrong seperti foodcourt, juga nikmat untuk sekadar cuci mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data terakhir tersebut pada Oktober 2010 ini telah mengalami banyak sekali perubahan diawali di pertengah tahun 2008 yang pada saat pemetaan terjadi banyak hal yang berubah di Salatiga. Mulai dari jumlah MSM hingga lokasi hotspot. Karena jumlah Lokasi Hotspot yang sangay banyak maka Petugas Lapangan berusaha mengklasifikasikan dalam 4 kecamatan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan pengetahuan MSM akan HIV/AIDS juga di dukung dengan perubahan perilaku seksual beresiko menjadi tidak beresiko. DItandai dengan peningkatan jumlah konsom di komunitas MSM. Hingga bulan Januari 2010 jumlah permintaan kondom mencapai 700 kondom per bulannya. Ini belum termasuk di 7 outlet kondom yang tersebar di 4 kecamatan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyuluhan HIV dan Aids tidak hanya dilakukan pada komunitas saja. Petugas Lapangan juga secara khusus membantu jalannya program pemerintah mellui KPAD Kota Salatiga dengan mengadakan beberapa kegiatan penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCT dan IMS kota Salatiga juga telah di dukung di lima lokasi klinik VCT dan satu lokasi klinik IMS. Pernah selama satu tahun MSM kota Salatiga tidak melakukan kunjungan ke klinik VCT dan IMS. Hal ini diakibatkan kesadaran dari komunitas saat itu masih lemah dan tak bias dipungkiri lagi karena adanya stigma negative dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi berjalannya waktu pada beberapa bulan di akhir program banyak sekali MSM yang mau berkunjungi ke klinik VCT dan IMS walaupun bukan yang berasal dari kota Salatiga sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3916620187286791304?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3916620187286791304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3916620187286791304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3916620187286791304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3916620187286791304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/02/outreach-salatiga-2007-2010.html' title='Outreach Salatiga 2007 - 2010'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1510185851903430071</id><published>2010-02-06T16:01:00.005+07:00</published><updated>2010-02-06T16:47:47.493+07:00</updated><title type='text'>Penyuluhan HIV/AIDS di SMK N 1 Tengaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S202aTphQtI/AAAAAAAAANk/6Ct_T7SuIUc/s1600-h/11133_219429135475_743070475_4545074_6048542_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S202aTphQtI/AAAAAAAAANk/6Ct_T7SuIUc/s320/11133_219429135475_743070475_4545074_6048542_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435060150884975314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, tanggal 6 Februari 2010. Yayasan GESSANG Kota Salatiga kembali mengadakan kerja sama bersama teman-teman KKN UNDIP Tengaran mengadakan penyuluhan HIV/AIDS di SMK N 1 Tengaran. Sebagai pembicara Aktivis HIV/AIDS dan juga Field Worker Kota Salatiga dari Yayasan GESSANG yaitu Theodurus Gary Natanael. Dihadiri kurang lebih 50 siswa dan siswi sekolah tersebut. Theo sapaan sehari-hari pembicara waktu itu menyampaikan pengertian dan memaparkan hal-hal yang mengenai HIV/AIDS. Hujan yang cukup deras tidak memurungkan siswa-siswi untuk ikut menghadiri penyuluhan tersebut. Tepat pukul 13.00 wib, Theo memaparkan lebih dalam mengenai HIV/AIDS dan ODHA serta IMS. Selama 2 jam lebih Theo memaparkan dan antusiasme siswa-siswi ditunjukan dengan banyaknya pertanyaan. Seorang siswa bertanya mengenai penularan HIV/AIDS pada perilaku seksual dengan oral sex. " Kata guru saya waktu SMP, bahwa menelan sperma itu baik dan membuat sehat." tanya siswa tersebut yang sering di panggil Ali di sekolahnya ( nama disamarkan ). Serempak seluruh siswa-siswi dan yang berada di ruangan tersebut tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pertanyaan dari seluruh peserta mampu pembicara yang aktif di dunia fashion carnival ini mampu untuk menjawabnya. Pertanyaan diakhiri dengan sebuah pertanyaan mengenai cara aktif terlibat di Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular oleh seorang siswa. Theo menjawab bahwa apabila ingin ikut dalam penyuluhan maka diharapkan untuk datang ke KPAD Kota Salatiga untuk informasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang hujan tidak menyurutkan seluruh siswa-siswi SMK N 1 Tengaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari SMK N 1 Tengaran, Kontributor dan Website ICT Manajemen mengucapkan terima kasih kepada seluruh kawan-kawan KKN UNDIP Desa Tengaran dan seluruh sivitas akademik SMK N 1 Tengaran. Sukses selalu dan salam Demokrasi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1510185851903430071?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1510185851903430071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1510185851903430071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1510185851903430071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1510185851903430071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/02/penyuluhan-hivaids-di-smk-n-1-tengaran.html' title='Penyuluhan HIV/AIDS di SMK N 1 Tengaran'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S202aTphQtI/AAAAAAAAANk/6Ct_T7SuIUc/s72-c/11133_219429135475_743070475_4545074_6048542_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8131927266150450657</id><published>2010-01-31T09:38:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T09:47:02.874+07:00</updated><title type='text'>Saat Dia Minta Oral Seks…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tu9XQzR8I/AAAAAAAAANc/9LdcGWgxqR0/s1600-h/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tu9XQzR8I/AAAAAAAAANc/9LdcGWgxqR0/s320/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432729788499576770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun banyak perempuan menganggap oral seks sebagai hal yang tabu, tetapi mungkin beberapa orang di antaranya pernah melakukan atau setidaknya berfantasi tentang aktivitas tersebut. Sebenarnya mengapa sebagian besar perempuan merasa jengah dengan oral seks? Dan mengapa sebagian besar lelaki menyukainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Oral Seks?&lt;br /&gt;Oral seks atau hubungan seks oral bisa diartikan   sebagai aktivitas seks yang menggunakan oral; bibir, rongga mulut dan lidah, sebagai stimulasi seks pada alat kelamin. Oral seks bisa dilakukan dari laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan Umum&lt;br /&gt;Mengapa respons pertama kaum perempuan akan oral seks adalah penolakan? Jawabannya karena mereka takut. Ketakutan itu didasari beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak nyaman pada bentuk tubuh. Perempuan takut bentuk tubuhnya tidak seperti yang diinginkan pasangannya, sehingga takut mengecewakan pasangan.&lt;br /&gt;2. Bau. Mereka takut tubuh mereka mengeluarkan aroma yang tidak sedap sehingga membuat pasangan tidak nyaman dan kemudian tidak menyukainya.&lt;br /&gt;3. Rapuh. Perempuan yang melakukan oral seks otomatis harus memiliki kepercayaan besar pada pasangannya. Dan terkadang, kepercayaan besar ini dapat membuat seseorang menjadi rapuh.&lt;br /&gt;4. Didikan yang didapat ketika kecil bahwa alat kelamin itu kotor. Akibatnya kita berpikir bahwa oral seks itu menjijikan dan jorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oral Seks dan Lelaki&lt;br /&gt;Pernah terpikir mengapa permintaan oral seks ini umumnya datang dari lelaki Sebenarnya, belum ada keterangan jelas yang menyebutkan lelaki lebih menyukai oral seks dibandingkan perempuan. Namun orang yang menyukai oral seks mengatakan oral seks mencerminkan kepercayaan pada pasangan, penerimaan dari pasangan, dan Anda mendapatkan seluruh perhatian pasangan Anda. Belum lagi anggapan masyarakat yang menabukan oral seks, sehingga memberikan sensasi yang mendebarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda mengizinkan pasangan menyentuh Anda di daerah pribadi, otomatis Anda mempercayainya, dan memasrahkan diri Anda padanya. Mengingat sifat dasar lelaki yang ingin memegang kendali, Anda bisa memahami mengapa mereka menyukai oral seks ini. Begitu juga ketika ia meminta Anda melakukan oral seks padanya. Kenikmatan yang mereka alami bahwa perhatian Anda secara total tercurah untuk memuaskannya merupakan sensasi yang tiada tara bagi lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oral Seks Penting dalam Hubungan?&lt;br /&gt;Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan, sering kali Anda atau pasangan menginginkan variasi dalam hubungan intim. Dan mungkin beberapa dari Anda mendapati bahwa pasangan menghendaki oral seks. Tidak masalah jika Anda tidak keberatan melakukannya. Namun yang harus Anda ingat, oral seks bukan syarat atau keharusan dalam hubungan intim. Setiap pasangan pasti memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan rasa cinta mereka. Oral seks hanya satu dari variasi gaya bercinta yang bisa Anda dan pasangan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Melakukan Oral Seks?&lt;br /&gt;Membuka cakrawala baru dalam dunia seks memang tidak salah. Namun jika Anda tidak menginginkan melakukannya, ada baiknya Anda mengkomunikasikan kepada pasangan. Diskusikan apa yang menjadi masalah Anda dalam oral seks. Jangan lakukan jika Anda tidak ingin atau karena terpaksa. Keengganan Anda akan tercermin dalam perilaku Anda padanya, dan akibatnya salah satu dari Anda akan merasa ditolak dan kepercayaan justru hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membicarakannya secara langsung, cara menolak oral seks tanpa membuat pasangan Anda kecewa atau ditolak adalah mengalihkan perhatiannya dengan memberikan ia kepuasan yang sama dengan cara lain yang bisa dinikmati bersama. (*an/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8131927266150450657?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2010/01/24/saat-dia-minta-oral-seks/' title='Saat Dia Minta Oral Seks…'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8131927266150450657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8131927266150450657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8131927266150450657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8131927266150450657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/saat-dia-minta-oral-seks.html' title='Saat Dia Minta Oral Seks…'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tu9XQzR8I/AAAAAAAAANc/9LdcGWgxqR0/s72-c/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6021992187646128937</id><published>2010-01-31T09:28:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T09:37:55.687+07:00</updated><title type='text'>Sulit Orgasme Bukan Pria Tak Pintar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Ts2MuBsHI/AAAAAAAAANU/0DDbY4joD4I/s1600-h/b1649x145.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Ts2MuBsHI/AAAAAAAAANU/0DDbY4joD4I/s320/b1649x145.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432727466387026034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan untuk mencapai orgasme yang dialami perempuan, tak semata-mata disebabkan oleh pasangan yang tak pintar. Bisa jadi hal ini ini bersumber dari diri perempuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikannya, cobalah jujur terhadap diri sendiri saat membaca check list berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah pada pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar seks yang menulis You Can Be Your Own Sex Therapist, Carole Altman, Ph.D, pencapaian orgasme tidak hanya ditentukan oleh aktivitas pasangan, namun juga Anda. Lelaki memang lebih sering ingin melakukan intercourse, namun perempuan setidaknya memerlukan 20 menit foreplay sebelum melakukan persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Jangan takut mengatakan pada pasangan bahwa Anda perlu mempersiapkan diri untuk melakukan hubungan intim, dan Anda butuh rangsangan lebih lama untuk menaikan gairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran tidak terfokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk tampil sempurna adalah salah satu kesalahan yang justru membuat perempuan tidak mencapai kenikmatan saat bercinta. Sexolog Gloria G  Brame, Ph.D mengatakan bahwa otak adalah bagian vital untuk merasakan sensasi bercinta dan melepaskan zat yang memicu rasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran yang bukan hal utama, seperti; “Apakah posisi ini membuat saya lebih ramping?” atau “Apakah dia menyadari selulit di paha?” Membuat pikiran perempuan teralihkan dan menurunkan kenikmatan aktivitas seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi : Tunda dulu segala pikiran yang tidak berhubungan dengan aktivitas seks. Berkonsentrasilah pada aktvitas yang sedang dilakukan, termasuk reaksi tubuh. Anda juga bisa lakukan pernafasan yoga, yaitu menyamakan irama pernafasan dengan pasangan. (*cq/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6021992187646128937?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2009/12/16/sulit-orgasme-bukan-pria-tak-pintar/' title='Sulit Orgasme Bukan Pria Tak Pintar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6021992187646128937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6021992187646128937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6021992187646128937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6021992187646128937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/sulit-orgasme-bukan-pria-tak-pintar.html' title='Sulit Orgasme Bukan Pria Tak Pintar'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Ts2MuBsHI/AAAAAAAAANU/0DDbY4joD4I/s72-c/b1649x145.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-816142275786597579</id><published>2010-01-31T09:16:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T09:24:40.849+07:00</updated><title type='text'>Desahan Erotis, Bikin Pria Tangguh di Ranjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TpwaZnYjI/AAAAAAAAANM/kJ6ijvfJicY/s1600-h/20943_100551423308326_100000604062462_12421_3846982_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TpwaZnYjI/AAAAAAAAANM/kJ6ijvfJicY/s320/20943_100551423308326_100000604062462_12421_3846982_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432724068445413938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini Anda hanya menikmati ajang pergumulan tanpa ekspresi suara yang menggoda, maka kini saatnya meluapkannya dengan desahan dan erangan erotis. Apa pasal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengekspresikan aksinya di ranjang menjadikan pria bak seorang pejantan tangguh. Desahan mesra, teriakan, atau ekspresi wajah ketika mencapai puncak kenikmatan (orgasme), bisa membuat pasangan merasa dirinya telah berhasil memuaskan birahi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya ekspresi suara saja, pria juga merasa jadi super hero di ranjang, saat pasangannya merasa pasrah dengan aksi “pertempuran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir The Sun, saat wanita bersikap menyerah diri ternyata memiliki nilai tersendiri di mata pria. Ketika Anda melakukannya, pasangan berpikir ajang bercinta sudah memuaskan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merelakan tubuh untuk disentuh, dicumbu, atau dijelajahi dengan cara apapun oleh pasangan, akan membuat si dia merasa Anda sangat menyukai diperlakukan seperti itu. Apalagi, jika sesekali Anda membalas aksi panas si dia dengan cara yang lebih “nakal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, dapat dipastikan Anda berdua bisa meraih orgasme secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak percaya? Silakan  buktikan! (*dccr/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-816142275786597579?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2009/11/29/desahan-erotis-bikin-pria-tangguh-di-ranjang/' title='Desahan Erotis, Bikin Pria Tangguh di Ranjang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/816142275786597579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=816142275786597579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/816142275786597579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/816142275786597579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/desahan-erotis-bikin-pria-tangguh-di.html' title='Desahan Erotis, Bikin Pria Tangguh di Ranjang'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TpwaZnYjI/AAAAAAAAANM/kJ6ijvfJicY/s72-c/20943_100551423308326_100000604062462_12421_3846982_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1521787567793770100</id><published>2010-01-31T09:12:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T09:16:37.414+07:00</updated><title type='text'>Bermain di Area Sensitif Pria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tn2HLjjfI/AAAAAAAAANE/FA4GrDXvgWo/s1600-h/7335_103267886357144_100000217997051_87039_1366418_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tn2HLjjfI/AAAAAAAAANE/FA4GrDXvgWo/s320/7335_103267886357144_100000217997051_87039_1366418_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432721967342128626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya wanita yang memiliki banyak organ sensitif  yang bila disentuh akan menimbulkan getaran hebat. Pria pun memiliki titik rangsang luar biasa. Nah, sekaranglah saatnya menyentuh titik sensitif pria yang biasanya terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, pria juga memiliki area sensitif yang ketika disentuh dapat membangkitkan birahinya. Letak perbedaannya adalah hanya pada kekuatan menahan hasrat. Umumnya, bila Mr P pria sudah mulai gusar, dengan sendirinya keinginan untuk penetrasi muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat ajang penetrasi semakin bergelora, tak ada salahnya bermain di area sensitif pria seperti yang dikutip dari Cosmopolitan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir&lt;br /&gt;Semua pria tak kuasa bila dikecup dengan hasrat membara oleh wanita. Jika Anda tipikal wanita lemah lembut dalam bercumbu, saatnya untuk mengubah diri untuk lebih ganas di ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumlah bibir pasangan Anda dengan mesra, lalu lumat serta hisap bibirnya lebih intim lagi. Sesekali bisa Anda selingi dengan gigitan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin melambungkan hasrat pasangan, Anda bisa menghentikan ciuman sementara waktu, lalu menatap matanya dengan tajam. Taruh telunjuk jari Anda di bibirnya. Dijamin, dia akan semakin panas dan tak sabar melanjutkan ke sesi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Mr P&lt;br /&gt;Bagian vital ini memegang peranan penting bagi kaum Adam. Sepanjang foreplay, Anda bisa berusaha untuk mengelus lembut bagian kepala Mr P. Konon, sentuhan di bagian kepala Mr P dapat membuat pria bergetar hebat. Selain itu, sensasi sensual dari perlakuan Anda bisa membuat pria merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah zakar&lt;br /&gt;Umumnya pria merasa percaya diri ketika pasangannya memegang buah zakarnya. Saat Anda menjelajahinya, dijamin pasangan akan segera melancarkan Mr P-nya pada Miss V Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau mulai menjelajahi area yang mana? (*dccr/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1521787567793770100?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2009/12/30/bermain-di-area-sensitif-pria/' title='Bermain di Area Sensitif Pria'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1521787567793770100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1521787567793770100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1521787567793770100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1521787567793770100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/bermain-di-area-sensitif-pria.html' title='Bermain di Area Sensitif Pria'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2Tn2HLjjfI/AAAAAAAAANE/FA4GrDXvgWo/s72-c/7335_103267886357144_100000217997051_87039_1366418_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8454326630310133226</id><published>2010-01-31T09:05:00.000+07:00</published><updated>2010-01-31T09:11:44.727+07:00</updated><title type='text'>Lima Kekeliruan Pria Mengenai Seks Wanita</title><content type='html'>Sebagai seorang pria, Anda mungkin berpikir bahwa sudah tahu banyak hal mengenai bercinta dengan pasangan Anda? Jangan salah, ensiklopedi yang ada di kepala Anda banyak sekali mengandung kesalahan yang mungkin tidak Anda ketahui, dan bisa berakibat besar dalam hubungan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita review, pengalaman Anda kemungkinan besar banyak dipengaruhi oleh film yang Anda tonton, berbagai issue dan mitos yang Anda dengar. Memang pengalaman akan sangat membantu, tapi tidak semua pengalaman dapat Anda terapkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tristan Taormino dan Lou Paget, dua orang ahli seksualitas, membantu kita mengenal lebih dalam mengenai berbagai kesalahan dan salah persepsi yang mungkin Anda miliki, yang akan kita bahas di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor 1: Dia Tahu apa yang Dia Mau&lt;br /&gt;Pengalaman dengan wanita lain, seringkali menjadi dasar untuk semua hubungan seksual Anda. Ingat: tidak ada wanita yang sama! “Semakin Anda matang,  Anda akan menerima banyak informasi, dan informasi ini mendasari pemikiran Anda. Tidak selalu apa yang terjadi pada wanita A akan dapat Anda ulang pada wanita B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak hanya berlaku untuk seksualitas, tapi juga untuk hubungan romansa juga. Sebaiknya  Anda membahas dengan pasangan secara terbuka, pilihan dan keinginan, dan hal yang lebih baik dihindari, sehingga Anda dapat memberikan dan menerima yang terbaik dari pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor 2: Kenikmatan Seks Sama Baik pada Wanita dan Pria&lt;br /&gt;Kenikmatan antara Pria dan Wanita dalam urusan seks, sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat penetrasi, sensasi yang dirasakan pria sangat berbeda dengan wanita. Banyak pria, karena sensasi yang luar biasa, menganggap bahwa sensasi yang dialami oleh wanita sama saja. “Jauh sekali berbeda,” kata Paget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam alat kelamin wanita seringkali tidak memiliki sensitifias bagian luar alat kelamin. Perlu diingat juga, bahwa penetrasi yang dalam tidak selalu menyenangkan bagi wanita. “Penetrasi yang terlalu dalam, akan menyebabkan wanita merasa seperti ditonjok di bagian perut, dan membuat pusing dan mual” kata Paget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, supaya Anda bisa mencapai kenikmatan berdua, sudah saatnya Anda mendiskusikan hal ini secara terbuka antarpasangan. Tanyakan kepada dia apa dan bagimana dia ingin Anda perlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor 3: Anda Sudah Tahu Anatomi Wanita&lt;br /&gt;Seringkali Anda merasa bahwa tahu di mana ini dan di mana itu. Baik, tapi tahu bukan berarti mengerti bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 30 tahun lalu, baru disebarkan pengetahuan mengenai orgasme klitoris yang ternyata memiliki peranan penting bagi seksualitas seorang wanita. Tapi kepercayaan bahwa wanita harus bisa mencapai orgasme melalui penetrasi masih tetap beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai sekarang,” kata Taormino, “Saya masih menerima banyak sekali surat yang isinya mengeluhkan bahwa istri pasien tidak dapat mengalami orgasme kecuali mengalami perangsangan klitoris, saja jawab balik, ‘Memang salah?’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria sering salah mengira betapa sensitif bagian tersebut dan bagaimana cara terbaik untuk menyentuh bagian ini. Terkadang sentuhan bisa membuat seorang wanita merasa terbang, tapi terkadang, malah sakit, atau tidak terasa sama sekali bagi wanita lain. Jadi bagaimana caranya? Tanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor 4: Basah = Terangsang&lt;br /&gt;Terkadang pria berhenti jika pasangannya tidak lagi cukup basah untuk menerima penetrasi. Jangan kuatir! “Hal ini tampaknya terjadi karena mitos jika wanita terangsang, maka pasti basah,” kata Taormino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang beberapa wanita cenderung basah, dan tergantung sekali memang, jumlah carian alami yang dimiliki seorang wanita dapat berubah. Setiap hari, tergantung dari fase menstruasi yang dialami, dan berbagai pengaruh luar seperti stress dan obat-obatan, dapat mempengaruhi jumlah cairan yang dikeluarkan oleh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, sudah saatnya Anda mengkomunikasikan, apakah pasangan Anda siap, atau apakah memang dia membutuhkan pemanasan lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor 5: Diam itu Emas&lt;br /&gt;Banyak pria berpikir bahwa sebaiknya mereka diam selama berhubungan, ketahuilah, Anda tidak akan mendapat apa yang Anda mau kecuali Anda mengatakan secara terbuka. Jika Anda mau berkomentar dan memberi arahan dengan baik, tentunya pasangan Anda akan semakin berani dan mau memberikan yang terbaik kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bukan kemudian Anda menarik badan atau mengarahkan anggota badan pasangan Anda dengan kasar, coba ungkapkan “Saya suka sekali kamu lakukan ini dan itu,” kata Taormino. “Percakapan seperti ini tentunya akan sangat berguna bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda perhatikan lebih dalam, mulai kesalahan nomor satu sampai ke lima, semuanya dapat diatasi dengan satu cara: Komunikasi. Buka hubungan komunikasi yang lebih dalam dan lebih terbuka antara Anda dan pasangan , sehingga semua kesalahan seperti ini dapat Anda atasi dengan baik.  (*dccr/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8454326630310133226?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2009/12/20/lima-kekeliruan-pria-mengenai-seks-wanita/' title='Lima Kekeliruan Pria Mengenai Seks Wanita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8454326630310133226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8454326630310133226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8454326630310133226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8454326630310133226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/lima-kekeliruan-pria-mengenai-seks.html' title='Lima Kekeliruan Pria Mengenai Seks Wanita'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-39964351708115025</id><published>2010-01-31T09:00:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T09:05:04.994+07:00</updated><title type='text'>10 Perampas Kekuatan Seks Pria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TlJJ2jLaI/AAAAAAAAAM8/ilX1aekPswk/s1600-h/4802_1089071231774_1376266844_30268411_3241428_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TlJJ2jLaI/AAAAAAAAAM8/ilX1aekPswk/s320/4802_1089071231774_1376266844_30268411_3241428_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432718995941961122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof Dr Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah. (*dccr/ham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-39964351708115025?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://matanews.com/2010/01/31/10-pengaruh-seks-pria/' title='10 Perampas Kekuatan Seks Pria'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/39964351708115025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=39964351708115025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/39964351708115025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/39964351708115025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/10-perampas-kekuatan-seks-pria.html' title='10 Perampas Kekuatan Seks Pria'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S2TlJJ2jLaI/AAAAAAAAAM8/ilX1aekPswk/s72-c/4802_1089071231774_1376266844_30268411_3241428_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1668179155938670738</id><published>2010-01-31T08:52:00.000+07:00</published><updated>2010-01-31T09:00:05.750+07:00</updated><title type='text'>Suara Agama Pada HIV dan AIDS</title><content type='html'>Seorang istri yang “sholehah”&lt;br /&gt;berhubungan seks dengan suaminya HIV positif tanpa menggunakan kondom memiliki&lt;br /&gt;resiko lebih tinggi tertular HIV daripada seorang “pelacur” yang berhubungan&lt;br /&gt;seks menggunakan kondom dengan pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah&lt;br /&gt;salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Ahmad Zainul Hamdi sebagai salah&lt;br /&gt;satu narasumber dalam seminar sehari&lt;br /&gt;Peran Tokoh Agama Dalam Penanggulangan HIV/AIDS, “AIDS dan Agama, Penularan HIV&lt;br /&gt;Melalui Transmisi Seksual: Realita, Stigma, dan Apa yang Bisa Dilakukan oleh&lt;br /&gt;Agama?”.&lt;br /&gt; Acara dilaksanakan 27 Januari 2010 di Departemen Agama, ruang Operation&lt;br /&gt;Room,jl Lapangan&lt;br /&gt;Banteng Barat Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Seminar ini  dilaksanakan atas kerjsama UNAIDS dengan Depag RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara&lt;br /&gt;ini memiliki dua sesi, yang pertama menghadirkan narasumber Dede Utomo (Gaya&lt;br /&gt;Nusantara) dan Kemal (Komisi Nasional Penanggulangan AIDS Nasional) dengan&lt;br /&gt;moderator Slamet dari Yogyakarta. Sesi pertama membahas soal HIV&lt;br /&gt;dan AIDS: Antara Fakta dan Stigma.&lt;br /&gt;Mendiskusikan tentang fakta medis HIV dan AIDS, data-data statistik tentang&lt;br /&gt;jumlah ODHIV dengan berbagai klasifikasinya, cara-cara penularannya, dan&lt;br /&gt;berbagai upaya penanggulangan (kesuksesan dan kendalanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi&lt;br /&gt;selanjutnya yang dimulai setelah makan siang, dengan tema HIV&lt;br /&gt;dan AIDS, Seksualitas, dan Agama. Pada&lt;br /&gt;sesi ini  akan mendiskusikan tentang peran agama dalam&lt;br /&gt;menanggulangi epidemi HIV dan AIDS di satu sisi dengan batas-batas konvensional&lt;br /&gt;ajaran agama tentang seksualitas yang cenderung menolak orientasi dan perilaku&lt;br /&gt;seksual di luar heteroseksual. Selain&lt;br /&gt;Ahmad Zainul Hamdi juga&lt;br /&gt;menghadirkan narasumber K.H. Husein Muhammad&lt;br /&gt;(Fahmina Instute/Komisioner Komnas Perempuan), Prof. DR.&lt;br /&gt;Syafiq Mughni&lt;br /&gt;(cendekiawan dari Muhammadiyah) dan Ester Mariani Ga (Pendeta perempuan/PGI) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam&lt;br /&gt;sesi kedua bagaimana tokoh agama dapat bertanggungjawab atas penanggulangan HIV&lt;br /&gt;dan AIDS kepada umatnya. Pendekatan moralitas tidak serta merta dapat&lt;br /&gt;meyelesaikan persoalanya HIV dan AIDS.  Misalnya bagaimana cara pandang&lt;br /&gt;tokoh agama terhadap pekerja sex dan kelompok homoseksual.  Stigma bahwa&lt;br /&gt;homoseksual sebagai kelompok pendosa masih saja terus terjadi dilakukan oleh&lt;br /&gt;tokoh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti&lt;br /&gt;apa yang diutarakan oleh beberapa peserta yang hadir yang masih seputar&lt;br /&gt;menghentikan segala bentuk perzinahan termasuk homoseksual.  Kemudian ada&lt;br /&gt;beberapa pertanyaan dari peserta yang menekankan bahwa masih ada persoalan&lt;br /&gt;informasi yang tidak benar tentang HIV dan AIDS. Bahwa yang menjadi penyebab&lt;br /&gt;penularan adalah persoalan prilaku yang tidak aman, bukan pada orientasi&lt;br /&gt;seksual ataupun persoalan  pekerja sex ataupun identitas lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman&lt;br /&gt;dari Syafiq Mughni yang mengembangkan program  pendidikan seksualitas&lt;br /&gt;kepada para tokoh agama baik dari NU maupun Muhammadiyah di Jawa Timur. sangat&lt;br /&gt;menarik.  Program ini telah melatih 115 orang dari 15 daerah yang memiliki&lt;br /&gt;prevelensi yang tinggi di Jatim. Kemudian masing-masing peserta membangun&lt;br /&gt;jaringan multisekholder, yang dinamakan dengan jaringan penanggulangan HIV dan&lt;br /&gt;AIDS.  Yang anggotanya misalnya dari MUI, KPA, NU dan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian&lt;br /&gt;juga mengembangkan kurikulum bagi SMP / MTs Muhammadiyah diseluruh wilayah Jawa&lt;br /&gt;Timur, yang dinamakan dengan Life Skill Education.  Program ini&lt;br /&gt;diitegrasikan dengan study Al Islam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan&lt;br /&gt;Penjas.   Guru-guru akan mendapatkan buku panduan dan kapasitas soal&lt;br /&gt;informasi HIV dan AIDS.  Diharapkan guru-guru :tersebut akan mengembangkan&lt;br /&gt;informasi kepada para murid-muridnya.  Program pendekatannya  melalui&lt;br /&gt;lembaga pendidikan dengan kelompok remaja (SMP) yang menjadi subjek program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai&lt;br /&gt;Husein Muhammad meyorotin jika ingin menghentikan virusnya dengan cara&lt;br /&gt;meyayangi orangnya. Dalam hal ini agama harus dipahami sebagai agama yang&lt;br /&gt;sengaja diturunan oleh Tuhan untuk manusia dengan visi kemanusiaan (rahmatan&lt;br /&gt;lil al alamin). Kasih sayang berlaku kepada semua orang terlepas dari latar&lt;br /&gt;belakang sosial, budaya, agama, jenis kelamin, kaya, miskin, etnis maupun&lt;br /&gt;orientasi seksual dan identitas gender. Al Quran memberikan garis-garis besar&lt;br /&gt;dan prinsip-prinsip perlindungan dalam 5 dimensi,yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan untuk&lt;br /&gt;meyakini sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan/kehormata n&lt;br /&gt;pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak milik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima&lt;br /&gt;pokok itu merupakan dasar-dasar dari hak asasi manusia. Bahwa persoalan HIV dan&lt;br /&gt;AIDS sesungguhnya tidak  semata-mata disebabkan oleh hal-hal yang bersifat&lt;br /&gt;moral menurut banyak orang.  Tetapi persoalanya lebih komplek, karena&lt;br /&gt;virus ini dapat meyerang pada siapa saja tanpa melihat latar belakangnya.&lt;br /&gt;Masyarakat seharusnya digugah untuk tetap menghargai dan empati terhadap ODHA.&lt;br /&gt;Karena ODHA juga memiliki hak atas jaminan kesehatan, hak hidup, hak diberi&lt;br /&gt;perhatian, hak bekerja dan hak dinyatakan sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta&lt;br /&gt;Ester meyampaikan soal hubungan AIDS, seksualitas dan Agama. Bagaimana selama&lt;br /&gt;ini agama sangat hitam putih melihat persoalan HIV dan AIDS. Antara moral dan&lt;br /&gt;tidak bermoral. Padahal persoalan AIDS ada persoalan ketidakadilan gender baik&lt;br /&gt;hubungan antara laki-laki dengan perempuan. Maupun hubungan antara kelompok&lt;br /&gt;heteroseksual dengan homoseksual. Kelompok marginal dalam hal pekerja sex dan&lt;br /&gt;homoseksual akan dicap sebagai kelompok tidak bermoral. Hal ini yang semakin&lt;br /&gt;memberikan akses yang lemah kepada kelompok ini terhadap kesehatan.  &lt;br /&gt;Pendeta Ester juga meyampaikan bahwa agama khususnya Kristen selama ini&lt;br /&gt;berwajah partriaki, yaitu menggunakan kepentingan laki-laki dalam persoalan&lt;br /&gt;seksualitas.  Misalnya soal hubungan seksual suami istri yang semuanya&lt;br /&gt;ditujukan pada kebutuhan laki-laki. Ada anggapan bahwa istri harus siap dan&lt;br /&gt;dilarang menolak hubungan seksualitas atas permintaan suami. Karena nantinya&lt;br /&gt;akan dilaknat oleh Tuhan dan suaminya. Cara pandang seperti inilah yang semakin&lt;br /&gt;membuat perempuan sangat rawan terhadap penularan HIV dan AIDS.  Padahal&lt;br /&gt;partriaki bukan hanya terjadi di agama kristen saja, tetapi juga agama yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad&lt;br /&gt;Zainul kemudian menekankan kembali bahwa persoalan HIV dan AIDS kalau dilihat&lt;br /&gt;dari sisi teologi bencana, selalu dikategorikan menjadi dua; cobaan dan&lt;br /&gt;siksaan/kutukan. Jika yang terkena HIV dan AIDS adalah seorang Kyai, ulama,&lt;br /&gt;atau orang yang dianggap baik-baik maka akan dikatakan sebagai cobaan. &lt;br /&gt;Tetapi apabila itu terkena oleh pekerja sex ataupun kelompok homoseksual&lt;br /&gt;maka  akan langsung dikategorikan sebagai siksaan ataupun kutukan dari&lt;br /&gt;Tuhan. Cara-cara berpikir seperti ini sangat meyesatkan sekali. Sehingga&lt;br /&gt;semakin menimbulkan stigma dan diskriminasi bagi kelompok marginal. Sudah&lt;br /&gt;saatnya unutk berani mendobrak cara berpikir yang salah kaprah dalam melihat&lt;br /&gt;persoalan HIV dan AIDS.  Sehingga peran agama nantinya dapat menjadi lebih&lt;br /&gt;efektif dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS di Indonesia khususnya. Tidak&lt;br /&gt;berkutat pada dosa dan pahala saja. (Toyo/OV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; http://www.ourvoice .or.id/index. php?option= com_content&amp; view=article&amp; id=93:suara- agama-pada- hiv-dan-aids&amp; catid=37: liputan&amp;Itemid= 81&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartoyo&lt;br /&gt;Sekum Ourvoice&lt;br /&gt;Jl. Mampang Prapatan XV Gg.HR RT 12/RW 05 Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp : 021-92138925&lt;br /&gt;http://ourvoice. or.id&lt;br /&gt;http://forum. ourvoice. or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1668179155938670738?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1668179155938670738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1668179155938670738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1668179155938670738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1668179155938670738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/suara-agama-pada-hiv-dan-aids.html' title='Suara Agama Pada HIV dan AIDS'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5237022837943530469</id><published>2010-01-10T11:44:00.002+07:00</published><updated>2010-01-10T11:48:18.032+07:00</updated><title type='text'>Pemkot Salatiga Mengadakan Sosialisasi HIV/ AIDS</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S0lbbstOoKI/AAAAAAAAAM0/Yer9MSu5ejY/s1600-h/logo.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S0lbbstOoKI/AAAAAAAAAM0/Yer9MSu5ejY/s320/logo.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424967757559931042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Salatiga mengadakan acara "Sosialisasi HIV/ AIDS" di ruang sidang 2 Pemerintah Kota Salatiga. Dalam acara ini, digelar pertunjukan teater dari GETAR STAIN. Pembawa materi oleh dr. Muchlish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara ini dibagikan sejumlah doorprize, sebagai tanda terimakasih atas partisipasinya dalam acara ini. Adapula testimoni yang dihadiri oleh perwakilan seluruh SMA di Kota Salatiga dan juga staf-staf pemerintahan. Dihadiri pula oleh walikota Ir. Hj. Dyah Sunarsih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5237022837943530469?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1046&amp;Itemid=97' title='Pemkot Salatiga Mengadakan Sosialisasi HIV/ AIDS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5237022837943530469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5237022837943530469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5237022837943530469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5237022837943530469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2010/01/pemkot-salatiga-mengadakan-sosialisasi.html' title='Pemkot Salatiga Mengadakan Sosialisasi HIV/ AIDS'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/S0lbbstOoKI/AAAAAAAAAM0/Yer9MSu5ejY/s72-c/logo.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6604151130893593992</id><published>2009-12-30T16:57:00.002+07:00</published><updated>2009-12-30T17:13:17.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gemuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menciut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pria'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penis'/><title type='text'>Pria Gemuk, Mr P Menciut?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Szsll6jAe9I/AAAAAAAAAMs/b_Rt9Y8AvRc/s1600-h/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Szsll6jAe9I/AAAAAAAAAMs/b_Rt9Y8AvRc/s320/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420967909772000210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan bertambahnya usia, kenaikan bobot tubuh merupakan hal lazim yang dialami pria. Namun, apa benar bentuk penis ikut berubah saat tubuh pria berubah menjadi gemuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir dari Web MD, Minggu (27/12/09), Profesor dari klinik urology Universitas California, San Frascisco, Ira Sharlip, MD memaparkan hubungan antara ukuran penis dan bobot tubuh pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akumulasi lemak di perut bagian bawah keliataan mengubah ukuran penis.  Lemak prepubic dalam jumlah besar membuat penis kelihatan pendek,” kata Ira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan lain seputar korelasi antara penis dan lemak, juga dilontarkan oleh Ronald Tamler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam beberapa kasus, semua lemak di perut menguburkan penis,” kata Ronald Tamler, MD, PhD, Pemimpin dari Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Ronald menambahkan, “Salah satu cara memotivasi pasien overweight saya, ialah dengan mengatakan pada mereka bahwa mereka dapat memperbesar bentuk penis satu inci lebih panjang hanya dengan penurunan berat badan,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penyusutan yang reversibel penis cenderung mengalami pengurangan ukuran. Pengurangan, baik itu dari segi panjang dan ketebalan penis biasanya tidak pesat, namun mungkin terlihat. Ketika pria berusia 30 tahunan, penis-nya berereksi sepanjang 6 inci. Ini bisa turun menjadi 5 sampai 5,5 inci saat ia memasuki usia 60 atau 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa  yang menyebabkan ukuran penis jadi menciut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menjabarkan, paling tidak ada 2 mekanisme yang terlibat didalamnya. Mekanisme pertama, adalah endapan lemak (plak) pada arteri kecil di penis yang mengganggu aliran darah ke organ. Proses ini diketahui sebagai aterosklerosis, yang memberikan kontribusi pada penyumbatan di arteri koroner serta penyebab utama serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mekanisme kedua adalah akumulasi bertahap yang melibatkan jaringan parut di dalam selubung fibrosa, yang mengelilingi penis untuk berereksi. Ereksi dapat terjadi ketika ruang tersebut penuh dengan aliran darah. Penyumbatan pada arteri penis menjadikan penis tidak elastis. Hal ini enyebabkan ereksi penis lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan perubahan penis, testikel juga mengalami pria juga mengalami perubahan bentuk. Memasuki usia sekitar 40 tahunan, testikel mulai menciut. Bila pada usia 30 tahunan, testikel pria berdiameter 3 senti. Berbeda dengan saat ia memasuki usia 60 tahun, menjadi hanya 2 sentimeter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6604151130893593992?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1043&amp;Itemid=97' title='Pria Gemuk, Mr P Menciut?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6604151130893593992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6604151130893593992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6604151130893593992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6604151130893593992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/pria-gemuk-mr-p-menciut.html' title='Pria Gemuk, Mr P Menciut?'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Szsll6jAe9I/AAAAAAAAAMs/b_Rt9Y8AvRc/s72-c/14239_102612153094371_100000367595122_67119_2893348_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-4145380241610550261</id><published>2009-12-24T17:14:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T17:20:57.504+07:00</updated><title type='text'>Yayasan Gessang Mendapatkan Penghargaan Stand Terbaik</title><content type='html'>Dalam acara memperingati Hari AIDS Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember kemarin, LSM SPEK-HAM Surakarta bekerjasama dengan KPAD Kota Surakarta, mengadakan acara Pameran Program Aksi Stop  HIV danAIDS Kota Surakarta, 19 Desember 2009, 19.00WIB, di Pendopo Balaikota. Yayasan Gessang menyabet gelar Juara sebagai Stand Terbaik dalam acara tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-4145380241610550261?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1038&amp;Itemid=97' title='Yayasan Gessang Mendapatkan Penghargaan Stand Terbaik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/4145380241610550261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=4145380241610550261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4145380241610550261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4145380241610550261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/yayasan-gessang-mendapatkan-penghargaan.html' title='Yayasan Gessang Mendapatkan Penghargaan Stand Terbaik'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3529776543756887161</id><published>2009-12-12T16:09:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T16:17:44.879+07:00</updated><title type='text'>Cuci Mata Yuk di Ramayana!</title><content type='html'>Salatiga-IMLC—Kawasan Jalan Jenderal Sudirman di Kota Salatiga merupakan pusat bisnis sekaligus pusat kesibukan ekonomi di kota kecil nan sejuk ini. Di ruas jalan yang terbagi dalam dua lajur ini terdapat Pasar Raya Salatiga dan berbagai pusat perbelanjaan modern sekala besar maupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramayana adalah salah satu pusat perbelanjaan modern di kawasan pusat perekonomian di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Jamaknya sebuah pusat perbelanjaan modern, Ramayana Salatiga juga menyajikan layanan one stop shopping and entertainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang lumrah diterapkan di berbagai pusat perbelanjaan modern ini kemudian menumbuhkan magnet atau daya tarik tersendiri. Dan kini, Ramayana Salatiga menjadi salah satu tempat berkumpulnya warga Kota Salatiga dari berbagai latar belakang dengan aktivitas masing-masing di pusat perbelanjaan modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan komunitas laki-laki gay atau man who have sex with man (MSM) di Kota Salatiga, yang menurut publikasi dari majalah internal kampus UKSW Salatiga jumlahnya kini mencapai 400 orang. Ramayana menjadi salah satu pilihan tempat bagi kalangan MSM Salatiga untuk bertemu dengan sesama MSM, berkenalan dengan MSM lain yang belum pernah bertemu sebelumnya, bersosialisasi, berkomunikasi, menambah jejaring pertemanan sesama MSM dan juga untuk mencari pasangan sesuai hasrat homoseksualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam, salah seorang MSM, ketika ditemui di Ramayana, saat itu dia bersama “pacarnya”, seorang MSM dari Kota Semarang, mengatakan sebagai tempat nongkrong di kawasan kota kecil seperti Salatiga, Ramayana memang cukup nyaman. Selain banyak sarana penunjang untuk nongkrong seperti foodcourt, juga nikmat untuk sekadar cuci mata. (Prasetyo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3529776543756887161?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1010&amp;Itemid=97' title='Cuci Mata Yuk di Ramayana!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3529776543756887161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3529776543756887161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3529776543756887161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3529776543756887161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/cuci-mata-yuk-di-ramayana.html' title='Cuci Mata Yuk di Ramayana!'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1412162308555425445</id><published>2009-12-12T16:05:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T16:05:42.950+07:00</updated><title type='text'>Tiga Bulan Sudah Lesbian Solo Berjuang Lepas Marjinalisasi</title><content type='html'>Selama ini, Solo dikenal di kalangan gay, waria, dan LSL (lelaki berhubungan seks dengan lelaki) lainnya karena aktivitas organisasi yang menaungi mereka cukup sering dipublikasikan media. Padahal, masih ada satu jenis lagi kelompok orientasi seksual tak normal, yang juga terorganisasi di Kota Bengawan. Yaitu, pelaku seks sesama wanita, atau yang lebih dikenal sebagai lesbian.&lt;br /&gt;Sebuah rumah kos di kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, adalah salah satu pusat dari kegiatan organisasi ini. Nampak deretan sepeda motor tertata rapi di halaman kos, beberapa diantaranya adalah milik wanita yang memiliki orientasi seksual tidak normal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, koran ini ditemui oleh Juwita. Juwita menemui koran ini awal bulan lalu, dalam kapasitasnya sebagai penjangkau lesbian di Solo. Sebab, dia adalah Koordinator Divisi Lesbian Yayasan Gessang (Gerakan Sosial, Advokasi, dan Hak Asasi Manusia untuk Gay Surakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamanya, seorang wanita binaan dia hadirkan untuk wawancara. Sama seperti pada kebanyakan wanita pada umumnya, perilaku komunitas lesbian Solo biasa-biasa saja. Tak ada yang beda dari mereka, baik dari pakaian, dandanan rambut, sampai tutur kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membuka jatidiri sebenarnya sejumlah wanita di kos itu. Dari empat orang lesbian yang tinggal di sana, hanya satu yang berani bertemu koran ini. Juwita pun mewakili mereka berbincang dengan koran ini, agar jatidiri para wanita itu tidak terlalu terbuka terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lesbian itu di setiap daerah ada, tapi keberadaannya sulit untuk diterka. Antara ada dan tiada. Lesbian itu sulit dicari. Tapi, keberadaan mereka memang nyata di sekitar kita. Di Solo saja ada 50 orang," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah itu adalah hasil penjaringan, mulai dari Maret-Mei 2009. Mereka berasal dari berbagai bidang profesi, mulai mahasiswa, pekerja swasta, pegawai negeri sipil (PNS), pengangguran, bahkan wartawan. Lesbian termuda di Solo usianya 16 tahun, tertua 37 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pendataan ini bagi Juwita sangat mengejutkan. Sebab, didapat hanya dalam jangka waktu tiga bulan. Karena itu, tak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah dalam kurun waktu tertentu ke depannya. Sebab, komunitas lesbian telah memiliki agenda rutin bertemu setiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata, setiap pertemuan ada 50-an orang yang datang. Kebanyakan, mereka yang datang adalah anggota tetap. Walaupun, kedatangan mereka juga tidak kontinu, kadang minggu ini datang, kadang minggu depan tidak. Tak sedikit pula dalam setiap pertemuan muncul anggota baru. Itu terus terjadi setiap kali mereka mengelar kegiatan, tiga bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lesbian sebenarnya bukan tidak mau menunjukkan jatidirinya kepada orang lain. Tapi, di mata masyarakat, kelompok ini masih dianggap tabu. Akibatnya, lesbian menjadi kaum yang termarjinalkan. Perbedaan perlakuan itu yang membuat mereka terpaksa menyembunyikan identitas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya dari kalangan umum, tetangga, dan teman saja mereka berahasia. Kepada keluarga sendiri pun mereka tidak terbuka. Identitas sebagai lesbian akan dibuka hanya pada orang tertentu, seperti teman dekat. "Dengan pendekatan ini, usaha untuk mengangkat derajat lesbian supaya tidak dipinggirkan lagi mulai kami bangun," beber Juwita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti upaya tersbeut mulai menunjukan hasil di tiga bulan terakhir ini. Mereka yang masuk sebagai anggota selalu diminta berkegiatan. Mulai dari pemutaran film, membaca buku, diskusi, sampai materi keagamaan. Semua diberikan sebagai bekal hidup mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan untuk terpinggirkan dari kalangan lesbian, jika membuka identitas, memang sangat terasa. Terutama, bagi yang sudah bekerja. Mereka tidak hanya takut dipinggirkan masyarakat, mereka juga takut kehilangan pekerjaan. "Makanya, kalau mereka bisa mandiri, tidak akan ragu lagi untuk membuka identitas diri, sehingga tidak akan termarjinalkan," terang Juwita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyetaraan status itu ditarget Gessang. "Dalam lima tahun ke depan lesbian harus sudah tidak lagi dipinggirkan dengan berbagai upaya kami," tandas Juwita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua upaya yang akan mereka lakukan, jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya, Juwita berharap bisa mulai mengakomodasi hak-hak lesbian dengan membentuk lembaga pemberdayaan. Untuk melegalkan keberadaan lesbian di Solo. dia juga akan menunjuk notaris, dengan membuatkan akte pendirian komunitas lesbi, lengkap dengan kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rencana jangka panjangnya, Juwita berharap bisa membentuk panti jompo dan ruang membaca bagi lesbi. Sebab, kebutuhan hidup bagi mereka tidak hanya untuk sesaat. "Kalau mereka sudah tua, siapa yang akan mengurusnya. Itu sudah kami pikirkan sekarang," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, secara logika, besar kemungkinan seorang lesbi tidak menikah secara normal sampai akhir hayatnya. Sehingga, tidak akan ada generasi penerus atau keturunan yang akan merawat di hari tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan semua impian itu, dia berharap peran serta pemerintah pusat dan daerah. Sebab, di tangan mereka kelangsungan hidup lesbian bisa terus berjalan. Harapan awal yang mereka inginkan sekarang adalah minta dibuatkan peraturan daerah. Agar, kondisi terpinggirkan ini harus segera dihapus. "Apa yang mereka lakukan bukan atas keinginan sendiri. Itu alami, karena tidak ada yang tahu siapa akan menjadi lesbian," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Juwita untuk menyamakan keseteraan status lesbian dengan masyarakat pada umumnya tidak hanya dilakukan di Solo. Usaha serupa pernah dilakukan di Medan, Aceh, Bandung, Jakarta, Sukabumi, Jogjakarta, Riau, dan Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Solo, usaha Juwita mendulang sukses di tujuh daerah yang pernah disinggahinya untuk digiatkan. Tapi, butuh waktu dan perjuangan keras untuk bisa mewujudkan. Paling berat, saat dia berupaya menjadi penjangkau di DKI Jakarta. Sebab, pemerintah daerah di sana sangat sensitif terhadap lesbian. Mereka yang ketahuan langsung alami pendiskriminasian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sulit menemukan komunitas lesbian di sana. Para wanita itu sengaja mengubah nama asli mereka. Kode rahasia pun disepakati antara mereka, untuk mengelabui orang. Kebanyakan nama samaran itu berasal dari plesetan nama asli orang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk mempermudah menghafal, juga sebagai identitas diri. Kini, sistem penggunaan nama samaran ini wajib dilakukan anggota komunitas lesbian. Juwita juga menggunakan jejaring untuk menjangkau keberadaan mereka. Artinya, masing-masing anggota wajib mengenalkan lesbian lain yang dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, mereka bisa masuk sebagai anggota komunitas dengan lebih mudah. "Tapi, sebenarnya secara kodrat seorang lesbian akan tahu dengan sendirinya, apakah perempuan yang ditemui itu lesbian atau tidak. Sebab, lesbian itu memiliki naluri tersendiri," bebernya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1412162308555425445?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1034&amp;Itemid=97' title='Tiga Bulan Sudah Lesbian Solo Berjuang Lepas Marjinalisasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1412162308555425445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1412162308555425445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1412162308555425445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1412162308555425445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/tiga-bulan-sudah-lesbian-solo-berjuang.html' title='Tiga Bulan Sudah Lesbian Solo Berjuang Lepas Marjinalisasi'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2944992762026698677</id><published>2009-12-12T15:50:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T15:54:27.312+07:00</updated><title type='text'>Mulan Jameela Pernah Dikecewakan Rumah Sakit</title><content type='html'>Kapanlagi.com - Ketidakpuasan atas pelayanan rumah sakit yang dirasakan oleh Prita Mulyasari ternyata juga pernah dialami oleh Mulan Jameela. Tentu saja hal itu membuat Mulan jengkel dan mempunyai pikiran negatif terhadap citra para dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah mengalami ketidakpuasan. Saya pernah sakit panas sepuluh hari enggak turun-turun dan sampai empat kali ambil darah enggak ada hasil dari dokter. Diagnosanya macam-macam dan seperti dipermainkan, itu enggak jelas. Saya merasa dipermainkan, kan saya butuh perawatan dan penanganan dari rumah sakit itu dengan baik. Kadang-kadang aku berfikir kenapa dokter lama sekali menentukan sakitnya. Buat apa dokternya lama-lama kuliah?" kata Mulan saat ditemui di acara DAHSYAT, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Prita Mulyasari vs RS Omni International makin lama makin memanas. RS Omni melayangkan tuntutan ganti rugi sebesar Rp200 juta lebih atas tuduhan pencemaran nama baik yang telah dilakukan oleh Prita. Menanggapi hal itu, Mulan bersikap abstain alias tak membela keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak membela kedua-duanya. Setiap konsumen mempunyai hak untuk komplain, kalau kita enggak merasa puas dan merasa sebagai bahan percobaan. Secara peradilan, enggak mungkin langsung didenda. Tapi menurut aku Prita itu harus komplain ke rumah sakit dulu. Kalau aku langsung komplain ke rumah sakitnya kalau merasa dirugikan. Kalau sudah enggak didengar, harus ada suratnya yang formal. Kalau tidak ada respon yang baik baru dengan cara yang lain," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah dirinya merasa kapok dengan pelayanan rumah sakit? "Saya sih gak kapok ke rumah sakit itu, tapi seharusnya lebih profesional lagi lah. Kan pasti setiap rumah sakit punya dokter yang berkualitas dan banyak pengalaman," tegasnya.  (kpl/gum/bun)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2944992762026698677?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kapanlagi.com/h/mulan-jameela-pernah-dikecewakan-rumah-sakit.html' title='Mulan Jameela Pernah Dikecewakan Rumah Sakit'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2944992762026698677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2944992762026698677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2944992762026698677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2944992762026698677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/mulan-jameela-pernah-dikecewakan-rumah.html' title='Mulan Jameela Pernah Dikecewakan Rumah Sakit'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-106450410035857720</id><published>2009-12-12T15:39:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T15:42:18.267+07:00</updated><title type='text'>Wapres: Angka Kemiskinan Terus Menurun</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono mengemukakan angka kemiskinan di Indonesia sejak 1990 terus mengalami penurunan dari 60 menjadi 14,1 persen pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini catatan sejarah kita, penduduk miskin turun dengan pesat. Sejak tahun 1990 angka kemiskinan turun, walaupun pada 1998 sempat naik sedikit karena ada krisis ekonomi," katanya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono mengatakan sejak 2000 sampai 2009, angka kemiskinan berada di bawah 20 persen. Pada 2009 angka kemiskinan berada sedikit di atas 10 persen. "Dari 2000-2009 angka kemiskinan sudah di bawah 20 persen. Tahun 2009 di atas 10 persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, angka kemiskinan ini masih bisa ditekan karena Indonesia memiliki potensi untuk menanggulangi kemiskinan yaitu struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang baik serta program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya yakin persentase masih bisa diturunkan jika kita memanfaatkan potensi ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika potensi tersebut bisa dijalankan, Boediono yakin persentase angka kemiskinan tahun ini sebesar 14,1 persen bisa ditekan hingga 8-10 persen pada 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Boediono mengimbau pemerintah daerah selaku pelaksana lapangan untuk benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat guna mengurangi angka kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ujung tombak muaranya di daerah. Itu akhirnya ada di tangan daerah, di tingkat lapangan, sehingga kita bisa mencapai angka-angka yang kita harapkan tadi," kata Wapres.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-106450410035857720?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/antr/20091212/tpl-wapres-angka-kemiskinan-terus-menuru-cc08abe.html' title='Wapres: Angka Kemiskinan Terus Menurun'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/106450410035857720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=106450410035857720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/106450410035857720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/106450410035857720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/wapres-angka-kemiskinan-terus-menurun.html' title='Wapres: Angka Kemiskinan Terus Menurun'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-3701267005958580639</id><published>2009-12-12T15:34:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T15:34:21.913+07:00</updated><title type='text'>Boediono: Saya Saksi Hidup, Robert Tantutar Tidak Hadiri Rapat KSSK</title><content type='html'>Wakil Presiden Boediono memastikan informasi yang menyebutkan Robert Tantular hadir dalam rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) tidak benar. Dia juga menegaskan tidak ada pembicaraan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mantan pemilik Bank Century tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut ditegaskan Boediono dalam jumpa perr di kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (12/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya saksi hidup di sana. Dan saya sampaikan dengan tegas dan jelas bahwa Robert Tantular tidak ada dalam rapat tersebut," kata Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono mengaku prihatin dengan beredarnya informasi tersebut. Menurutnya, informasi yang belum dipastikan kebenarannya itu hanya memperkeruh suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Boediono ini menjawab pernyataan anggota Pansus Hak Anket Bank Century, Bambang Soesatyo. Bambang mengatakan, dirinya memiliki transkrip rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dan Robert Tantular dalam sebuah rapat KSSK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-3701267005958580639?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/dtik/20091212/tpl-boediono-saya-saksi-hidup-robert-tan-b28636a.html' title='Boediono: Saya Saksi Hidup, Robert Tantutar Tidak Hadiri Rapat KSSK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/3701267005958580639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=3701267005958580639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3701267005958580639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/3701267005958580639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/boediono-saya-saksi-hidup-robert.html' title='Boediono: Saya Saksi Hidup, Robert Tantutar Tidak Hadiri Rapat KSSK'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-6001809741390904113</id><published>2009-12-12T15:33:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T15:33:46.338+07:00</updated><title type='text'>XL Operator Pertama di Asia Rilis BlackBerry Onyx</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Hanya berselang dua minggu setelah BlackBerry Bold 9700 (Onyx) diluncurkan di Indonesia, smartphone terbaru buatan RIM (Research In Motion) Kanada tersebut akhirnya resmi dijual ke pasaran. Bahkan Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang memasarkan Onyx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah PT Excelcomindo Pratama (XL) yang menjadi operator pertama merilis Onyx di Indonesia, Jumat (11/12/2009). Sebanyak 500 unit BlackBerry Onyx pertama rdiserahkan Jumat malam kepada pelanggan baru XL yang telah melakukan pre order sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Launching BB Bold 9700 (Onyx) ni merupakan yang pertama di Asia," kata Joy Wahjudi, Direktur Commerce XL saat jumpa pers di Jakarta, Jumat sore. Ia mengatakan hal tersebut merupakan bukti bahwa pasar BlackBerry di Indonesia sangat diperhitungkan RIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata RIM, lanjut Joy, Indonesia merupakan pasar terpenting karena pertumbuhannya yang sangat pesat. Bayangkan saja, akhir tahun 2008 baru ada sekitar 100.000 pelanggan BlackBerry di Indonesia, namun saat ini sudah mencapai sekitar 700.000 pelanggan BlackBerry XL, Telkomsel, dan Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"November lalu pelanggan BlackBerry XL mencapai 200.000. Target sampai akhir tahun 250.000 pelanggan," ujar Joy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya layanan BlackBerry di Indonesia punya keunikan dibandingkan negara lain karena lebih banyak segmen konsumer daripada korporat. Bahkan, kata Joy, model bisnis yang dikembangkan di Indonesia telah menjadi referensi RIM untuk merilis layanan dan produknya. Misalnya paket langganan harian, paket unlimited, dan paket prabayar yang saat ini sudah diadopsi negara-negara lain di Asia Tenggara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-6001809741390904113?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/kmps/20091211/ttc-xl-operator-pertama-di-asia-rilis-bl-566ebb2.html' title='XL Operator Pertama di Asia Rilis BlackBerry Onyx'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/6001809741390904113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=6001809741390904113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6001809741390904113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/6001809741390904113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/xl-operator-pertama-di-asia-rilis.html' title='XL Operator Pertama di Asia Rilis BlackBerry Onyx'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8821576928958322209</id><published>2009-12-12T15:32:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T15:32:53.359+07:00</updated><title type='text'>Pansus Temukan Rekaman Sri Mulyani dengan Robert Tantular</title><content type='html'>Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century menemukan rekaman pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan pemegang saham Bank Century Robert Tantular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menemukan fakta ada pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan Robert Tantular dalam rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) tanggal 21 November 2008," kata anggota Pansus Bambang Susatyo dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang menjelaskan isi pembicaraan itu Sri Mulyani menyatakan akan mengadakan rapat tertutup untuk memutus nasib Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan isi rekaman pembicaraan yang ditirukan Bambang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri: Robert kita akan rapat tertutup ya Robert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert: Ya sudah OK. Tidak apa-apa rapat tertutup. Yang penting kan ada kesimpulan mengakhiri pasalnya keadaan krisis sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman Sri-Miranda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang mengaku kalau dirinya memegang rekaman itu. Bahkan ada juga pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Miranda Gultom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang masih ditranskrip. Kalau diperbolehkan akan dibuka dalam rapat Pansus. Rekaman ini bukan rekaman sembunyi-sembunyi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini rekaman itu belum dibuka. Bambang meminta agar Miranda, Robert, dan Sri Mulyani dihadirkan dalam rapat Pansus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Miranda sepertinya memegang peranan penting dalam rapat KSSK penentuan bailout Century," imbuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8821576928958322209?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/dtik/20091211/tpl-pansus-temukan-rekaman-sri-mulyani-d-b28636a.html' title='Pansus Temukan Rekaman Sri Mulyani dengan Robert Tantular'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8821576928958322209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8821576928958322209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8821576928958322209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8821576928958322209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/pansus-temukan-rekaman-sri-mulyani.html' title='Pansus Temukan Rekaman Sri Mulyani dengan Robert Tantular'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-7362703222426525368</id><published>2009-12-12T15:30:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T15:32:02.510+07:00</updated><title type='text'>Facebook Perketat Privasi Pengguna</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring makin banyaknya pengguna yang kini telah menembus angka 350 juta, Facebook mulai fokus untuk memperketat privasi pengguna. Mulai Rabu ((9/12/2009), semua pengguna Facebook akan diminta untuk melakukan setting ulang untuk memastikan konten apa saja yang bisa diakses publik dan yang hanya bisa dilihat jaringan pertemanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Facebook sedang mengubah cara orang mengendalikan informasi di dunia online dengan mendorong mereka untuk memilah-milah setiap konten yang akan di-share kepada audiens yang berbeda-beda," ujar Elliot Schrage, wakil presiden komunikasi, kebijakan publik, dan marketing Facebook, seperti dilansir Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melakukan login, setiap pengguna Facebook akan diarahkan ke fitur transisi yang akan memandu mereka untuk meninjau pengaturan privasinya dan melakukan setting ulang. Pengguna baru juga akan diarahkan untuk mempelajari aturan main kontrol privasi ini setelah proses registrasi selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan fitur ini, pengguna dapat menentukan siapa yang boleh melihat informasi di halaman proil, komentar, foto, dan video. Apakah akan diperbolehkan untuk dilihat teman saja, temannya teman Anda, atau bebas dilihat siapa saja termasuk yang tidak masuk jaringan pertemanannya. Khusus untuk pengguna yang berusia di bawah 18 tahun, sistem akan mengatur agar semua informasi yang ditampilkan hanya dapat dilihat teman, temannya teman, teman satu sekolah, atau teman satu organisasi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dilakukan Facebook setelah mendapat masukan dari para pengguna dan para pakar jejaring sosial. Pengaturan privasi yang ketat juga upaya untuk memastikan setiap informasi jatuh ke tangan yang benar sehingga menekan penyalahgunaan Facebook.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-7362703222426525368?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.news.yahoo.com/kmps/20091210/ttc-facebook-perketat-privasi-pengguna-566ebb2.html' title='Facebook Perketat Privasi Pengguna'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/7362703222426525368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=7362703222426525368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7362703222426525368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/7362703222426525368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/facebook-perketat-privasi-pengguna.html' title='Facebook Perketat Privasi Pengguna'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2060919145428882052</id><published>2009-12-11T08:34:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T09:45:15.350+07:00</updated><title type='text'>Pergoki Pasangan Mesum, Warga Berebut Merekam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/11/0853005p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/11/0853005p.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIDOARJO, KOMPAS.com — Pasangan tepergok mesum diarak ramai-ramai mungkin sudah sering terjadi. Namun, jadi momen langka jika ada pasangan muda-mudi direkam ramai-ramai saat tepergok berbuat mesum. Ini terjadi saat sepasang kekasih, RP (20), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, dan MI (18), buruh pabrik, tertangkap basah berbugil ria di kamar rumah Blok AI/13 Perum Magersari Indah, Sidoarjo, Kamis (10/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diduga, sejumlah warga nekat merekam sejoli ini dengan ponsel masing-masing. Saat itu warga berdatangan setelah mengetahui Karsono (45), pemilik rumah, kaget rumahnya dipakai mesum sekitar pukul 09.00. Pemilik rumah kesal kemudian mengundang warga untuk mendobrak pintu rumah yang terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pintu didobrak, warga ramai-ramai ikut masuk kamar rumah Karsono. Beberapa warga berebut merekam pasangan ini saat tertangkap berbugil ria. Beruntung, RP, si perempuan, sudah mengenakan pakaiannya. Namun MI masih dalam keadaan hanya bercelana dalam. “Tadi banyak warga yang merekam pasangan itu,” kata Karsono di rumahnya, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karsono juga mengaku ikut merekam pasangan mesum itu seusai digerebek warga. “Lihat ini yang perempuan berkuas merah. Namun, gambarnya agak kabur karena ponsel saya goyang didorong warga lainnya,“ kata sopir bus AKAS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain merekam pasangan ini saat di dalam kamar, warga juga berebut merekam pasangan itu saat diarak sepanjang 400 meter menuju pos satpam Perum Magersari Indah. "Biar kapok," ujar seorang tetangga Karsono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedunya tertangkap basah tengah bugil di kamar rumah milik Karsono (45) pada pukul 09.00. Saat itu Karsono baru tiba dari tempat bekerjanya. Karsono kaget, begitu membuka pintu utama rumah dalam keadaan terkunci. “Saya ketuk, tidak ada jawaban. Saya lalu membuka gorden kamar di samping pintu,“ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Karsono melihat dua sosok yang tak dikenalinya tengah bergumul di kamarnya. Karsono lalu meminta keduanya menyebut jati dirinya meski si lelaki sudah menyatakan dirinya adalah teman Nanang, anak lelaki Karsono. Namun, Karsono tetap meminta agar keduanya menyebut identitas. “Karena tetap bungkam, saya panggil tetangga,“ ujarnya. Warga setempat lalu berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seizin Karsono, warga ramai-ramai menjebol pintu rumah. Kedua sejoli ini lantas dinterogasi singkat. Namun, keduanya tetap bungkam. Karena kesal, sejoli ini diarak menuju pos satpam perum setempat yang berjarak 400 meter dari lokasi kejadian. RP, warga Perum Puri Indah Suko, diminta mengenakan pakaiannya, tetapi MI, warga Jalan KH Mukmin Sidokare, dibiarkan bercelana dalam sambil menutupi wajahnya dengan jaket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa bertambah banyak saat arak-arakan melewati sejumlah blok perum. Ketika tiba di pos satpam, akses jalan menjadi buntu beberapa saat. “Warga bubar setelah polisi datang menjemput pasangan itu,“ kata M Jaelani, satpam setempat. (st3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2060919145428882052?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/11/08532481/Pergoki.Pasangan.Mesum..Warga.Berebut.Merekam' title='Pergoki Pasangan Mesum, Warga Berebut Merekam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2060919145428882052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2060919145428882052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2060919145428882052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2060919145428882052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/pergoki-pasangan-mesum-warga-berebut.html' title='Pergoki Pasangan Mesum, Warga Berebut Merekam'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-8439894216469684625</id><published>2009-12-11T08:33:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T08:34:36.390+07:00</updated><title type='text'>Presentasi Albert di Konferensi Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/albert_c_fe.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/albert_c_fe.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Kriestian N.A.N.,SE, MM, salah seorang Staf Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Konferensi Internasional  The 40th anniversary Annual Meeting of the Decision Sciences Institute di New Orleans, Louisiana, Amerika (14-17/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul penelitian yang dipresentasikan adalah Using The Flexible Model to Explain The Impact of Country of Origin Image on Product Beliefs, Attitudes and Purchase Intention dan masuk dalam track Country of Origin Impact on International Business. Dalam konferensi ini terdapat 34 track lainnya yang dipresentasikan oleh peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasi diungkapkan bahwa Country of Origin Image (COI) merupakan sebuah atribut yang melekat pada produk yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa COI tidak memiliki efek yang signifikan pada sikap dan niat membeli terhadap IBM (merek komputer Amerika) dan Zyrex (Bahasa Indonesia atau merek komputer lokal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi dilakukan Albert bersama Bapak Ahmad Syamil, dosen dari Arkansas State University. Setelah mempresentasikan hasil penelitinannya dalam konferensi yang diikuti perwakilan dari 33 negara tersebut, Albert bersama Bapak Ahmad Syamil berencana untuk melakukan revisi artikel dan mengirimkan ke jurnal internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1969, Decision Sciences Institutes (DSI) telah menyelenggarakan sebuah forum diseminasi pengetahuan dan pembaruan ilmu dan praktik pengambilan keputusan dalam organisasi. DSI mendukung pencapaian riset berkualitas tinggi sekaligus sponsor bagi kegiatan konferensi tahunan yang telah memasukan 40 tahun penyelenggaraan. (ak/upk_bphl/ft:dokprib).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-8439894216469684625?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.uksw.edu/id/artikel.asp?m=berita&amp;p=baca&amp;nmr=1647' title='Presentasi Albert di Konferensi Internasional'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/8439894216469684625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=8439894216469684625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8439894216469684625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/8439894216469684625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/presentasi-albert-di-konferensi.html' title='Presentasi Albert di Konferensi Internasional'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-4570754562030957046</id><published>2009-12-11T08:31:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T08:33:28.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theodurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mempesona'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ragowo'/><title type='text'>Tampil Cantik Yuk....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://gessang.org/images/stories/galeri/Hari%20AIDS%2009/DSCF0252.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 500px;" src="http://gessang.org/images/stories/galeri/Hari%20AIDS%2009/DSCF0252.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak treatment yang dilakukan wanita maupun pria di berbagai belahan dunia. Sebagian besar perawatan itu adalah perawatan yang sudah dilakukan secara turun temurun dan sudah menjadi bagian dari tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa cara perawatan dari berbagai belahan negara yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam merawat tubuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir&lt;br /&gt;Dulu Cleopatra gemar menggunakan susu dan madu. Dia juga senang melakukan perawatan dengan bahan mineral seperti garam laut. "Garam laut, memiliki kandungan kalsium dan potasium," kata dr Diana Magdalena Party, ahli kecantikan. Garam laut memiliki khasiat untuk membuat awet muda dan menghilangkan jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, wanita Mesir juga menggunakan lumpur mati untuk merawat kulitnya. "Lumpur mati mengandung potasium, sodium, dan bromine yang berguna untuk mengencangkan kulit," imbuh dr Diana Magdalena Patty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunani&lt;br /&gt;Jeruk adalah buah yang sangat istimewa. Jeruk dijuluki sebagai apel emas karena mengandung kolagen yang sangat bermanfaat untuk membantu menghilangkan kerut di wajah. Jeruk memang memiliki kemampuan untuk mempertahankan elastisitas kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memperlancar peredaran darah, minyak saripati jeruk pun mengenyalkan kulit yang kasar dan memusnahkan bakteri yang berpotensi memunculkan jerawat. Caranya cukup mudah. Bersihkan wajah dengan air hangat yang dicampur dengan essential oil jeruk. Atau masker dengan jus jeruk di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prancis&lt;br /&gt;Rata-rata wanita di Prancis sangat tergila-gila pada lotion. Mereka menggunakan lotion sangat banyak. Hampir seperti mandi lotion. Mereka yakin bahwa lotion memiliki kandungan yang baik untuk menghaluskan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanyol&lt;br /&gt;Anda ingin memiliki jari yang indah? Anda dapat menggunakan cara seperti wanita Spanyol yang selalu menggunakan olive oil untuk melembutkan jari-jari tangan. Sebelum melakukan manicure dan pedicure, biasanya para perempuan di Spanyol mencelupkan jari-jarinya ke dalam mangkok yang telah berisi olive oil dengan tambahan perasan lemon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat berguna untuk mempermudah pengelupasan kutikula dan pembentukan kuku. "Olive oil mengandung vitamin E dan vitamin K yang bagus untuk kelembaban kulit," kata dr Diana Magdalena Patty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portugal&lt;br /&gt;Wanita yang ingin memiliki rambut yang indah dapat menggunakan masker alpukat seperti yang digunakan oleh wanita di Portugal. Mereka percaya bahwa buah alpukat yang digunakan sebagai masker dapat membantu mengatasi rambut yang kering dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alpukat itu memiliki kandungan asam lemak dan memiliki nutrisi yang sangat baik untuk melembabkan rambut," lanjut dr Diana Magdalena Patty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya cukup mudah. Belah alpukat menjadi dua bagian, kemudian ambil bagian daging buah dan hancurkan. Bubur alpukat tersebut dioleskan ke rambut. Setelah satu jam, bilas rambut yang sudah dimasker dengan sampo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusia&lt;br /&gt;Scrub atau lulur dari kopi mungkin sudah sering dilakukkan oleh setiap orang. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa resep ini berasal dari Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara ini, banyak pria dan wanita yang sering menggosokkan kopi pada tubuhnya saat bersauna. Cara ini ternyata lebih efektif untuk mengangkat sel kulit mati. Dengan menggunakan lulur kopi, tubuh akan terhindar dari bau badan dan kulit akan terlihat lebih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;Jika Anda memiliki masalah lingkaran hitam pada mata, ada cara ampuh yang dapat Anda coba, yaitu menggunakan ampas teh, seperti yang dilakukan oleh para wanita di Inggris, mereka memiliki satu kebiasaan unik untuk merawat matanya, yaitu menyimpan teh bekas di lemari es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi iritasi pada mata, mereka dapat mengambil teh tersebut dan meletakannya di atas mata, yang terpejam, selama beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampas teh sangat baik untuk menghilangkan kantung mata dan membuat mata terlihat lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brazil&lt;br /&gt;Negara ini sudah terlanjut terkenal dengan perempuannya yang suka mengenakan bikini. Menariknya, tidak semua wanita di sana memiliki rasa percaya diri saat mengenakan bikini. Apalagi wanita yang punya masalah selulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan wanita Brazil untuk menghilangkan selulit adalah dengan menggunakan pasir yang dicampur minyak zaitun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;Negara Matahari Terbit ini adalah negara yang perkembangan teknologinya sangat cepat. Namun untuk perawatan tubuh, wanita Jepang lebih cenderung memilih perawatan dengan bahan tradisional. Bahan tersebut terbuat dari kotoran burung bulbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kotoran burung bulbul memang mengandung enzim guanine yang berkhasiat untuk melembutkan dan menghaluskan wajah," terang dr Diana Magdalena Patty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;Para wanita di Thailand senang merawat kecantikan kulitnya dengan madu yang dicampur dengan biji wijen hitam dan putih untuk dijadikan scrub. Wijen berguna untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati. Sementara madu berkhasiat untuk melembabkan kulit. Selain itu, wanita di sana juga senang minum madu yang dicampur dengan wijen untuk mencegah rambut beruban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah rahasia kecantikan para perempuan di beberapa negara. Kalau mereka bisa cantik dengan kekayaan tradisi mereka, kenapa Anda tidak? Baik Pria maupun wanita, yang peduli dengan kesehatan kulitnya, tidak menjadi masalah untuk mencoba melakukan treatment-treatment diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-4570754562030957046?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1030&amp;Itemid=97' title='Tampil Cantik Yuk....'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/4570754562030957046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=4570754562030957046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4570754562030957046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/4570754562030957046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/tampil-cantik-yuk.html' title='Tampil Cantik Yuk....'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2344168787043139294</id><published>2009-12-09T09:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T09:01:54.034+07:00</updated><title type='text'>Student Plaza Ala UKSW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2009/11/student-plaza-atas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 640px; height: 480px;" src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2009/11/student-plaza-atas.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKSW bangun Student Plaza untuk memfasilitasi Kelompok Bakat Minat (KBM). Student Plaza tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat latihan atau sebagai tempat melakukan aktifitas KBM yang ada seperti tempat latihan untuk karate, dance, kapoera, drama, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Student Plaza nantinya bisa menjadi tempat latihan untuk KBM– KBM yang ada di UKSW. Selain itu juga, mahasiswa bisa memakainya untuk aktifitas belajar bersama,” ungkap Sudi Winarno, selaku manajer Biro Managemen Kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi disana merupakan kawasan hot spot sehingga mahasiswa pasti betah disana karena bisa memanfaatkan hot spot yang ada. Jadi Student Plaza ini murni dibangun untuk kepentingan mahasiwa,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembangunannya Student Plaza tersebut telah dimulai sejak 2 November 2009 dan direncakan akan berlangsung selama 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunannya, beberapa pohon besar yang berada dilokasi tersebut harus ditebang. Menanggapi hal tersebut Sudi Winarno menjelaskan bahwa Ada perhitungan dalam penebangan pohon, apakah pohon tersebut langka atau tidak, dan masih ada pengganti / spesiesnya atau tidak. Jadi pohon – pohon yang ada tidak asal ditebang. Lagipula pohon yang ditebang merupakan pohon yang suka mengeluakan getah, dan bukan merupakan pohon yang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembangunan selesai, akan dipikirkan tentang penggantian pohon yang baru selama space / tempat masih memungkinkan. Selain itu, dari pihak panitia juga sudah melakukan konsultasi dengan ahli pohon dalam hal ini Bapak Sunarto yang dulunya merupakan salah satu dosen di Fakultas Biologi, tetapi saat ini beliau sudah pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah melakukan konsultasi tentang mana pohon yang boleh ditebang dan mana yang tidak. Karena sebenarnya panitia sendiri sangat mengupayakan tidak ada penebangan pohon, tetapi karena bangunan membutuhkan space yang lebih luas untuk pembangunan dan pohon yang akan ditebang bukan merupakan pohon langka yang sering mengeluarkan getah, maka diambillah kebijakan untuk menebang beberapa pohon tetapi nantinya akan tetap dipikirkan mengenai landscape yang baik. Seperti pembuatan taman di sekitar kawasan Student Plaza tersebut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan tempat pembangunan Student Plaza yang terletak persis di depan kantor fakultas Psikologi tersebut sempat mengundang berbagai tanggapan. Salah satunya dari mahasiswa fakultas Psikologi sendiri yang mengkhawatirkan efek dari pembangunan Student Plaza ini nantinya bisa mengganggu jalannya aktifitas bimbingan atau konseling mengingat di dalam kantor fakultas Psikologi terdapat tempat bimbingan atau konseling yang membutuhkan ketenangan untuk kelancaran aktifitas konseling itu sendiri. Ada kekhawatiran nantinya kegiatan yang akan berlangsung di student plaza dapat mengganggu jalannya konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pribadi mendukung pembangunan student plaza ini karena nantinya juga efek pembangunan ini akan dirasakan oleh mahasiswa, dimana student plaza ini ditujukan untuk mahasiswa. Tapi kemudian bagaimana dengan penggunaan student plaza ini yang kira–kira nantinya mengganggu aktifitas konseling fakultas psikologi ? Apakah ada cara–cara yang bisa menyiasati hal tersebut, mengingat student plaza sangat dekat keberadaannya dengan kawasan konseling.” ujar Great yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi masalah di atas, Umbu Rauta selaku Wakil Rektor III memberi komentar, “Tidak akan menjadi masalah karena pemakaiannya sendiri akan diatur. KBM – KBM yang ingin memakainya bisa dijadwal pada sore atau malam hari. Untuk pagi dan siang hari tempat itu bisa dimanfaatkan mahasiswa – mahasiswa yang sering nongkrong di sekitar BU. Bisa memanfaatkan hot spot atau pun sekedar duduk sambil berdiskusi dengan mahasiswa lainnya. Jadi semuanya bisa diatur. Lagipula pembangunan Student Plaza ini juga ditujukan untuk kepentingan mahasiswa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sering kita melihat KBM–KBM yang ada harus berpindah – pindah tempat untuk latihan. Kasihan bila mereka tidak difasilitasi padahal KBM–KBM ini sangat bagus sekali. Dance misalnya yang selalu mengadakan latihan di sebelah BU pada sore atau malam hari. Kemudian karate dan capoera yang berpindah–pindah tempat latihannya. Karate akhir-akhir ini mengadakan latihan di depan gedung A. Kenapa tidak mereka kita fasilitasi. Tidak usah khawatir dengan pemakaiannya nanti bisa mengganggu yang lainnya karena semuanya akan kita atur,” jelasnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre Sutantyo selaku Ketua Umum SMU juga memberi pendapat, “Saya sangat apresiasi sekali dengan pembangunan Student Plaza ini karena selama ini KBM – KBM yang ada selalu tidak terfasilitasi. Seperti Dance, Karate, Kapoera, dan yang lainnya. Lagipula selain untuk itu, tempat ini juga bisa dimanfaatkan mahasiswa lainnya yang ingin duduk–duduk disitu. Karena katanya juga hot spotnya akan diperkuat. Bangunannya sendiri terbuka jadi sepertinya asik untuk dijadikan tempat tongkrongan. Respon dari teman – teman KBM juga positif sekali mengenai pembangunan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk pemakaiannya sendiri akan diatur. Jadi kami dari SMU akan berkoordinasi dengan menejemen kampus dalam rangka menjadwal KBM – KBM mana yang akan memakai gedung. Dan jadwalnya pada sore hari sekitar jam empatan sehingga tidak akan menganggu perkuliahan. Yang pasti, saya pribadi sangat mendukung pembangunan ini,” tambahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2344168787043139294?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://scientiarum.com/2009/11/30/student-plaza-ala-uksw/' title='Student Plaza Ala UKSW'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2344168787043139294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2344168787043139294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2344168787043139294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2344168787043139294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/student-plaza-ala-uksw.html' title='Student Plaza Ala UKSW'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5676954785761121668</id><published>2009-12-09T08:52:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T08:53:45.343+07:00</updated><title type='text'>Pertemuan UKSW - AusAid Research</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/uksw_ausaid.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/uksw_ausaid.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kamis, (3/12) telah berlangsung pertemuan antara pihak Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan AusAid Research di Ruang Bina Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam pertemuan ini mewakili Pimpinan UKSW  Pembantu Rektor I Prof. Ir. Danny F. Manongga, M.Sc., Ph.D; Pembantu Rektor III  Yafet Yosafat Wilben Rissy, SH., M.SI., LLM; dan Pembantu Rektor V  Ferdy Samuel Rondonuwu, S.Pd., M.Sc.,Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan ini dibicarakan peluang kerjasama dengan AusAid Research untuk lebih memaksimalkan  tenaga-tenaga ahli yang dimiliki Indonesia. Hal ini diperlukan, karena selama ini Indonesia masih sangat bergantung pada tenaga-tenaga ahli dari luar. Ke depan akan dilakukan upaya untuk  mengidentifikasi tenaga ahli yang ada di Indonesia sesuai dengan bidangnya. (upk_bphl/ft:upk)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5676954785761121668?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.uksw.edu/id/artikel.asp?m=berita&amp;p=baca&amp;nmr=1644' title='Pertemuan UKSW - AusAid Research'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5676954785761121668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5676954785761121668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5676954785761121668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5676954785761121668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/pertemuan-uksw-ausaid-research.html' title='Pertemuan UKSW - AusAid Research'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-5444998342795658314</id><published>2009-12-09T08:48:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T08:52:24.975+07:00</updated><title type='text'>Ansambel Vokal FSP Raih Juara Festival Paduan Suara 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/fsp_cirebon.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://www.uksw.edu/images/galeriberita/fsp_cirebon.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansambel Vokal Fakultas Seni Pertunjukkan Universitas Kristen Satya Wacana (FSP-UKSW) meraih prestasi dalam Festival Paduan Suara 2009 Se-Jawa Bali yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Atas Kristen  (SMAK) 1 Penabur Cirebon (28/11) yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansambel vokal FSP berhasil meraih Juara ke-2 mengalahkan Unpad Choir dari Universitas Padjadjaran yang keluar sebagai Juara 3. Sedangkan Juara I diraih Paduan Suara Universitas Tarumanegara dari PSUT Jakarta. Untuk kondukter terbaik diraih Unpad Choir dari Universitas Padjadjaran Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak sebagai juri dalam festival ini Catharina W. Leimena dari Jakarta, Tommiyanto Kandisaputra dari Bandung dan Lee Pyl Hwan dari Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival tersebut diikuti 15 kontingen paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia seperti Widyatama Choir dari Universitas Widyatama Bandung, Vocalista Paradisso dari UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Brawijaya Economic Choir dari Universitas Brawijaya Malang, Unpad Choir dari Universitas Padjadjaran Bandung, Orange Choir dari Universitas Diponegoro Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansambel vokal dari UKSW menampilkan 2 lagu daerah di Indonesia atau yang dikenal dengan folklore, yaitu medley four folksongs from Kalimantan: Paris Berantai, Indung-indung, Tumpi Wahyu, Cik cik Periok yang diaransemen oleh Agastya Rama Listya dan lagu Nunggang Pit asal Jawa Tengah yang diaransemen oleh Poedji Soesila dalam festival tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini menampilkan lagu jenis folklore sebagai salah satu upaya untuk mempopulerkan lagu-lagu tradisional di kancah nasional dimana pada festival sejenis, kategori folkore biasanya kurang diminati.&lt;br /&gt;Selain didukung dengan koreografer yang apik, penampilan total ansambel vokal FSP ditunjukkan dengan  kostum yang disesuaikan dengan daerah asal lagu yang dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Vokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam festival tersebut, rombongan FSP UKSW juga berkesempatan memberikan workshop vokal yang difasilitasi oleh GKI Rahmani (28/11). Berkesempatan memberi materi adalah Siswanto Tri Utomo Staf Pengajar FSP UKSW, Eriyani Tenga Lunga dan Elfira Hosain Radia, keduanya adalah mahasiswa FSP UKSW dengan mayor lokal. Selanjutnya ansambel vokal FSP juga berkesempatan memberikan pelayanan pujian di GKJ Rahmani dengan lagu yang dibawakan saat lomba (29/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikutsertaan Ansambel Vokal FSP UKSW dalam festival tersebut merupakan kali pertama bagi kelompok yang anggotanya mahasiswa FSP UKSW ini. Dengan keberhasilan ini, diharapkan kedepan mahasiswa FSP UKSW semakin terpacu meningkatkan kemampuan olah vokalnya dengan rajin berlatih. (pdh/upk_bphl/ft:dokfsp).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-5444998342795658314?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.uksw.edu/id/artikel.asp?m=berita&amp;p=baca&amp;nmr=1645' title='Ansambel Vokal FSP Raih Juara Festival Paduan Suara 2009'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/5444998342795658314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=5444998342795658314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5444998342795658314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/5444998342795658314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/ansambel-vokal-fsp-raih-juara-festival.html' title='Ansambel Vokal FSP Raih Juara Festival Paduan Suara 2009'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-2956351641011053726</id><published>2009-12-08T12:23:00.002+07:00</published><updated>2009-12-08T12:30:27.336+07:00</updated><title type='text'>Solo Batik Carnival  Wakili Indonesia ke Singapura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Sx3kONbia8I/AAAAAAAAAMk/T3G-36Adheg/s1600-h/5220_106623305414_612150414_2328666_8055169_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Sx3kONbia8I/AAAAAAAAAMk/T3G-36Adheg/s320/5220_106623305414_612150414_2328666_8055169_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412733259943668674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOLO, KOMPAS.com&lt;/span&gt;--Peserta Batik Carnival Solo yang sempat mendapat sambutan meriah dari warga kota setempat dan daerah sekitarnya, terpilih sebagai duta seni Indonesia untuk tampil di acara Parade Chingay Singapura, 19-20 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk acara Parade Chingay ini selain diikuti oleh tuan rumah Singapura juga dari 50 negara lainnya," kata Konsulat KBRI Singapura Yaya GH Mulyana didampingi Kepala Dinas Seni Budaya dan Pariwisata Kota Surakarta Purnomo Subagyo, di Solo, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, Indonesia dalam parade ini mendapat jatah terbanyak yaitu mencapai 150 peserta yang kesemuanya akan memakai batik dipadukan dengan seni kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara negara lainnya seperti Malaysia, China, Jepang sekitar 20 orang. "Melalui event seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempromosikan pariwisata di Solo dan daerah sekitarnya, karena Singapura merupakan tujuan utama bagi wisatawan dunia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia ada sekitar enam juta orang dan 1,5 juta di antaranya berasal dari Singapura, sehingga melalui acara ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menarik kunjungan wisata asing khususnya ke Solo dan umumnya ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk wisatawan asal Singapura menyenangi sesuatu hal yang klasik, tetapi bisa diolah menjadi modern tanpa meninggalkan yang aslinya, dan batik ini kiranya sangat cocok bagi para wisatawan dari Singapura," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan peserta Batik Carnival Solo sebanyak 150 orang yang akan tampil dalam parade tersebut terdiri atas undangan panitia 100 orang dan sisanya  50 orang diambil dari mahasiswa Indonesia yang di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah menyiapkan kustumnya dan kini telah selesai dirancang dan para mahasiswa Indonesia yang terpilih nanti tinggal memakainya tidak usah repot-repot," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara seperti ini di Singapura diselenggarakan setahun sekali yang semula idenya dari menyambut kesenangan sambil berjalan-jalan dengan membunyikan petasan, tetapi dengan perkembangan jaman terus dikembangkan menjadi parade seni seperti sekarang, paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Seni Budaya dan Pariwisata Kota Surakarta Purnomo Subagyo mengatakan, dalam kunjungannya ke Singapura nanti juga akan mengajak para pelaku pariwisata lainnya, sekaligus untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Solo Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah menyiapkan berbagai macam keperluan untuk promosi termasuk mengenai penjualan paket Kereta Api Uap Sepur Klutuk Jaladara, yang sekarang sedang menjadi andalan di Solo," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-2956351641011053726?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/03/12163376/Batik.Carnival.Solo.Wakili.Indonesia.ke.Singapura' title='Solo Batik Carnival  Wakili Indonesia ke Singapura'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/2956351641011053726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=2956351641011053726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2956351641011053726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/2956351641011053726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/solo-batik-carnival-wakili-indonesia-ke.html' title='Solo Batik Carnival  Wakili Indonesia ke Singapura'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/Sx3kONbia8I/AAAAAAAAAMk/T3G-36Adheg/s72-c/5220_106623305414_612150414_2328666_8055169_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-1901636980253656613</id><published>2009-12-03T06:08:00.000+07:00</published><updated>2009-12-03T06:12:53.077+07:00</updated><title type='text'>Seminar Ilmiah : HOMOSEKSUAL dan HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://gessang.org/images/stories/News-Articles/Undangan%20Seminar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 500px;" src="http://gessang.org/images/stories/News-Articles/Undangan%20Seminar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-1901636980253656613?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/1901636980253656613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=1901636980253656613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1901636980253656613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/1901636980253656613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/seminar-ilmiah-homoseksual-dan-hivaids.html' title='Seminar Ilmiah : HOMOSEKSUAL dan HIV/AIDS'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-103043184390646856</id><published>2009-12-03T02:16:00.001+07:00</published><updated>2009-12-03T02:19:06.171+07:00</updated><title type='text'>Jambore GWL-INA I 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://gessang.org/images/stories/galeri/Jambore%20GWL-Ina/11233_1219312602764_1227377638_30673159_3667748_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 375px;" src="http://gessang.org/images/stories/galeri/Jambore%20GWL-Ina/11233_1219312602764_1227377638_30673159_3667748_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Gessang kembali melakukan kegiatan yang spektakuler, Sabtu, 28 November 2009. Kegiatan ini adalah "Jambore GWL-INA I 2009", diadakan di Lawu Resort, Tawangmangu, Kalisoro, Karanganyar, Jawa Tengah. Hampir seluruh peserta dari LSM Komunitas hadir dalam pertemuan ini, yaitu berasal dari : Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Jawa Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini diketuai oleh Theodorus Gary Nathanael, yang dalam kesehariannya ia adalah mahasiswa UKSW dan merupakan Petugas Lapangan Yayasan Gessang Wilayah II. Dalam pelaksanaannya, Sdr Theo dibantu oleh Sdr Sri Lestari selaku konselor Yayasan Gessang, dan Sdr Yuwono Deddy Sewoko selaku Manager Kasus Yayasan Gessang. Ketiga orang inilah yang merupakan tonggak pelaksanaan "Jambore GWL-INA I 2009".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kegiatan "Jambore GWL-INA I 2009" ini diadakan bertujuan untuk menyambut Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember dan pengakraban oleh seluruh LSM Komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dalam "Jambore GWL-INA I 2009" ini banyak mengadakan kegiatan outbound, dan pada dasarnya, kegiatan ini adalah merupakan kegiatan perkemahan seperti layaknya seorang Pramuka. Banyak sekali perlombaan yang dilakukan untuk mengisi acara ini agar tetap meriah, diantaranya : lomba tarik tambang, jaring laba-laba, bakiak, dan menangkap belut. Dalam seluruh perlombaan ini bertujuan untuk menggalang rasa persatuan dan kesatuan serta kerjasama yang solid diantara para LSM komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya hujan menambah semakin semaraknya acara, walaupun dalam setiap perlombaan dan acara yang digelar, disela-sela selalu terguyur hujan lebat, tetapi para peserta masih saja berantusias untuk selalu mengikuti rangkaian acara hingga usai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya dilakukan Kegiatan pentas seni oleh masing-masing peserta "Jambore GWL - INA I 2009". Adapun Yayasan Gessang menyajikan tari dan lagu. Tari Gambyong yang dibawakan oleh Gambyong Sister, dan Lagu serta koreografer yang dibawakan oleh Ketua serta Panitia, yaitu Theodorus gary Nathanael dan Yuwono Deddy Sewoko. Rintik hujan yang mengiringi acara ini menambah romantis suasana. LPA Karya Bakti Jakarta mempersembahkan kesenian tari "Seribu Tangan", dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang disajikan oleh masing-masing LSM peserta yang membuat semakin meriahnya acara "Jambore GWL-INA I 2009" ini. Penutupan acara hingga pukul 23.00 WIB, dan kemudian acara bebas, para peserta kembali ke tenda masing-masing. Bahkan ada juga peserta yang tidur check in di vila yang ada disekitar Tawangmangu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi harinya, acara bebas santai, dan para peserta banyak yang mengunjungi tempat-tempat wisata di Tawangmangu, salah satunya yang banyak dikunjungi oleh para peserta dari luar kota, yaitu Air Terjun Grojogan Sewu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para peserta dan panitia Yayasan Gessang, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, maka terjalin rasa persaudaraan dan saling memiliki diantara komunitas dan diantara lembaga-lembaga dan stakeholder terkait.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9143404854450244668-103043184390646856?l=theodurus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://gessang.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1021&amp;Itemid=97' title='Jambore GWL-INA I 2009'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://theodurus.blogspot.com/feeds/103043184390646856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9143404854450244668&amp;postID=103043184390646856' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/103043184390646856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9143404854450244668/posts/default/103043184390646856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://theodurus.blogspot.com/2009/12/jambore-gwl-ina-i-2009.html' title='Jambore GWL-INA I 2009'/><author><name>Theodurus Gary Natanael</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16618034539666868889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-Ue4gR6JBHU/SkBmp2M37yI/AAAAAAAAAIs/iSXKdOiZ33s/S220/n1301775079_142112_3320048-001.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9143404854450244668.post-609144294971022101</id><published>2009-12-03T02:10:00.001+07:00</published><updated>2009-12-03T02:16:27.692+07:00</updated><title type='text'>Peringatan Hari AIDS Sedunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://gessang.org/images/stories/galeri/Hari%20AIDS%2009/DSCF0239.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 375px;" src="http://gessang.org/images/stories/galeri/Hari%20AIDS%2009/DSCF0239.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) diperingati setiap tanggal 1 Desember sejak tahun 1988. Dengan peringatan Hari AIDS 2009 atau setiap tahunnya, diharapkan kita semua menjadi lebih sadar dan waspada terhadap penyebaran wabah AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang dapat membawa kematian. Penyebaran virus yang mem
